Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 20 April 2021 | 21:59 WIB
Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan
Menristek, Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers virtual, Rabu (2/9/2020). [Kemenristek]

Suara.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan Inovasi dan kesiapan teknologi sangat dibutuhkan untuk bisa memastikan ketersediaan energi, sekaligus mengubah komposisi energi nasional menjadi lebih condong kepada energi baru terbarukan.

Kemenristek/BRIN, kata Bambang, juga telah mencanangkan beberapa kegiatan terkait energi baru dan terbarukan di dalam prioritas riset nasional 2020-2024. 

"Tentunya target akhirnya pada 2024 kita bisa mendapatkan peningkatan dari energi baru terbarukan dalam energi miks nasional," ujar Bambang usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (20/4/2021).

Bambang menyebut terdapat lima kegiatan utama di dalam prioritas riset nasional yang terkait dengan energi baru dan terbarukan.

Pertama, bahan bakar nabati yang berasal dari kelapa sawit di mana idenya adalah Indonesia bisa menghasilkan bahan bakar baik bensin, diesel, avtur, 100 persen berasal dari bahan baku kelapa sawit. 

"Saat ini dengan menggunakan katalis yang dikembangkan di ITB kita sudah melakukan uji coba di kilang Pertamina sehingga harapannya tidak lama lagi kita bisa masuk pada skala produksi. Tujuan akhirnya adalah untuk bisa kita mengurangi impor dari BBM itu sendiri," jelas dia.

Kedua, biogas yang banyak dipakai terutama perkebunan sawit. Biogas tersebut akan menjadi alternatif yang terbaik untuk penyediaan listrik di tempat-tempat relatif terpencil. 

"Saat ini teknologinya sudah dikembangkan di beberapa tempat dan harapannya bisa dipakai secara luas," ucapnya.

Kemudian ketiga, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) skala kecil. Indonesia kata Bambang merupakan salah satu negara yang memiliki kandungan panas bumi terbesar di dunia. 

baca juga

Namun, pemanfaatan panas bumi tersebut masih belum maksimal.Menurut Bambang, salah satu kendalanya adalah nilai investasi yang sangat mahal pada pembangkit dengan skala yang besar.

"Oleh karena itu kami mengembangkan PLTP skala kecil yang mudah-mudahan bisa dikembangkan di berbagai daerah yang punya kandungan panas bumi sehingga listrik yang dihasilkan akan bermanfaat bagi daerah sekitarnya," tuturnya. 

Keempat, baterai listrik. Indonesia juga tengah mengembangkan baterai litium dan teknologi fast charging untuk keperluan kendaraan listrik, juga teknologi battery swapping. 

Karenanya Bambang berharap teknologi tersebut sudah siap dipakai dan dikembangkan ketika kendaraan listrik sudah mulai dipromosikan.

"Dengan teknologi seperti itu kita harapkan nantinya ketika kendaraan listrik mulai dipromosikan sebagai komitmen kita mengurangi emisi maka teknologi itu sudah siap pakai dan bisa dikembangkan di Indonesia," katanya.

Selanjutnya kelima, pemerintah tetap menjaga pengembangan teknologi nuklir. Pasalnya kata Bambang, Indonesia harus memastikan listrik yang memadai ketika Indonesia ekonominya semakin tumbuh ke depannya.

"Untuk memastikan listrik memadai tentunya kita pada satu sisi kita harus comply pada Paris Agreement. Bagaimanapun kesiapan teknologi nuklir harus terus dijaga, terutama dari unsur keselamatannya baik lokasi maupun teknologi yang menjamin keselamatan dari teknologi nuklir tersebut," ucapnya.

Tak hanya itu, mantan Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional itu menyebut dalam kerangka Paris Agreement dan Green Economy yang diinginkan oleh Jokowi, Kemenristek/BRIN juga mengembangkan penelitian berbasis ekonomi sirkuler. 

Bambang mengatakan, ekonomi selama ini bersifat linier di mana limbahnya tidak terurus dan menjadi beban. Dengan ekonomi sirkuler, limbah yang muncul dari kegiatan ekonomi akan diolah kembali. 

"Limbah tersebut bisa diolah menjadi bahan lain maupun energi melalui pembangkit listrik berbasis sampah," ucapnya.

Kata Bambang, teknologi pengolahan sampah juga harus terus dikembangkan dengan memperhatikan berbagai jenis sampah yang muncul di berbagai tempat di Indonesia. 

"Kita harapkan kota-kota besar di Indonesia bisa segera menerapkan bahwa untuk pengolahan sampah selain cara-cara tradisional mereka harus mulai mengembangkan pembangkit listrik berbasis sampah tersebut. Sehingga dengan satu aktivitas seperti ini kita bisa mencapai dua tujuan, yaitu tujuan untuk kebersihan lingkungan dan penyediaan energi yang bersifat terbarukan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenristek Melebur ke Kemendikbud, Bambroj Harap Transisinya Tidak Masalah

Kemenristek Melebur ke Kemendikbud, Bambroj Harap Transisinya Tidak Masalah

News | Jum'at, 09 April 2021 | 18:47 WIB

Bambang Brodjonegoro di Kampus Unhas : Enggak Ada Lagi Menristek

Bambang Brodjonegoro di Kampus Unhas : Enggak Ada Lagi Menristek

Sulsel | Jum'at, 09 April 2021 | 16:49 WIB

Kunker Terakhir, Bambang Brodjonegoro: Enggak Ada Lagi Menristek

Kunker Terakhir, Bambang Brodjonegoro: Enggak Ada Lagi Menristek

News | Jum'at, 09 April 2021 | 16:33 WIB

Terkini

Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim

Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Otomotif | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:47 WIB

5 Produk Viva untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harganya Tak Sampai Rp35 Ribu

5 Produk Viva untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harganya Tak Sampai Rp35 Ribu

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:40 WIB

4 Skincare yang Sebaiknya Disimpan di Kulkas: Kandungan Terjaga dan Bikin Kulit Lebih Segar

4 Skincare yang Sebaiknya Disimpan di Kulkas: Kandungan Terjaga dan Bikin Kulit Lebih Segar

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:25 WIB

×