Minta Evaluasi Total, PKB Sebut Nadiem ke PBNU Hanya Cari Suaka Politik

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Jum'at, 23 April 2021 | 09:40 WIB
Minta Evaluasi Total, PKB Sebut Nadiem ke PBNU Hanya Cari Suaka Politik
Mendikbud Nadiem Makarim menyambangi gedung PBNU. Dalam konferensi pers, dia didampingi Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini dan Putri Gus Dur Yeni Wahid. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim mengatakan kehadiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum cukup melegakan.

Diketahui, kunjungan Nadiem ke PBNU ialah bertujuan melalukan klarifikasi dan permohonan maaf terkait polemik hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari. Namun, Luqman memandang Nadiem harus melakukan langkah lanjutan. Langkah yang dimaksud ialah agar Nadiem melalukan evaluasi total seluruh dokumen sejarah.

Luqman menuturkan, beberapa kali dalam catatan sejarah yang dibuat Kemendikbud, NU selalu dirugikan. Belakangan terkait hilangnya nama Hasyim Asyari yang dinilai merugikan umat Islam.

"Kami, keluarga besar NU selama ini sering menjadi korban dari penyusunan sejarah yang manipulatif, tidak jujur dan selalu peran ulama dan organisasi NU. Saya dan juga keluarga besar NU khawatir dalam penulisan Kamus Sejarah Indonesia masih akan merugikan umat Islam, khususnya NU," kata Luqman kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan PP GP Ansor berujar jika Nadiem hanya sekadar berkunjung ke PBNU tanpa melakukan evaluasi, diperkirakan langkah Nadiem tersebut hanya sekadar melakukan pencegahan agar dirinya terhindar dari reshuffle.

"Jika klarifikasi dan permintaan maaf Nadiem Makarim ke PBNU tidak dilanjutkan dengan evaluasi total seluruh dokumen sejarah yang telah diterbitkan negara dan meluruskannya dengan menggandeng pihak yang berkompeten termasuk PBNU, maka bagi saya kehadiran Nadiem Makarim ke PBNU hanyalah sekedar upaya mencari suaka politik agar tidak dicopot oleh Presiden Jokowi," kata Luqman.

Janji Revisi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berjanji merevisi Kamus Sejarah Indonesia, pasca polemik hilangnya nama pendiri NU (Nahdlatul Ulama) KH Hasyim Asyari.

Hal itu diungkap Menteri Nadiem usai melakukan pertemuan di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2021).

Nadiem menjelaskan, kamus Sejarah Indonesia Jilid I disusun saat dirinya belum menjabat menteri, persisnya pada 2017 lalu. Meski demikian, Ia berjanji akan segera membentuk tim khusus untuk merevisi kamus tersebut. Tim itu juga bakal melibatkan banyak pihak, termasuk dari NU.

"Ada berbagai macam isu, bukan hanya dari pihak NU, tapi kita sudah menemukan banyak ketidaklengkapan yang akan kita segerakan untuk merevisi kamus sejarah ini," kata Nadiem yang juga disaksikan Putri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid.

Seperti diberitakan, NU memprotes Kemendikbud lantaran nama KH Hasyim Asy'ari hilang dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I Nation Formation (1900-1950) yang ada di website rumahbelajar.id.

Sementara, Sekjen PBNU KH Ahmad Helmy Faishal Zaini mengatakan, PBNU telah menyampaikan kritik, saran dan masukan yang luas kepada Menteri Nadiem terkait sejarah Indonesia.

"Bahwa sejarah berdirinya Indonesia itu tidak lepas dari peran besar kiai NU dalam konteks merintis bangsa," katanya usai pertemuan.

Ia melanjutkan, PBNU juga menyerahkan dokumen resmi milik NU.

"Intinya adalah Menteri akan menyusun tim untuk merevisi total , dan PBNU telah mengutus perwakilan yang akan ikut memberikan masukan-masukan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cetak SDM Unggul, Kemendikbud dan LPDP Perluas Sasaran Program Beasiswa

Cetak SDM Unggul, Kemendikbud dan LPDP Perluas Sasaran Program Beasiswa

News | Jum'at, 23 April 2021 | 07:15 WIB

Setelah Bertemu Megawati, Nadiem ke PBNU Luruskan Polemik Kamus Sejarah

Setelah Bertemu Megawati, Nadiem ke PBNU Luruskan Polemik Kamus Sejarah

Jatim | Jum'at, 23 April 2021 | 04:10 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim Janji Merevisi Kamus Sejarah Melibatkan NU

Mendikbud Nadiem Makarim Janji Merevisi Kamus Sejarah Melibatkan NU

Malang | Kamis, 22 April 2021 | 18:49 WIB

Minta Maaf soal Polemik Kamus Sejarah RI, Menteri Nadiem Sowan ke PBNU

Minta Maaf soal Polemik Kamus Sejarah RI, Menteri Nadiem Sowan ke PBNU

Video | Kamis, 22 April 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:20 WIB

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:07 WIB

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB