Kasus Covid-19 Meroket, Pemerintah RI Harus Tutup Pintu Masuk dari India

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Jum'at, 23 April 2021 | 11:00 WIB
Kasus Covid-19 Meroket, Pemerintah RI Harus Tutup Pintu Masuk dari India
Ilustrasi penyebaran virus corona B117 (Kolase foto/ANTARA/Shutterstock)

Suara.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyarankan pemerintah Indonesia untuk segera menutup pintu masuk bagi seluruh orang dari India dan memperketat aturan perjalanan internasional.

Dicky mengatakan lonjakan kasus pandemi Covid-19 di India dalam satu bulan terakhir terjadi akibat mutasi virus B.1.617 yang dinilai lebih cepat menular dan berbahaya, sehingga terjadi tsunami Covid-19 yang drastis di sana.

"Sangat penting ketika kita tahu kondisi seperti ini ya ditutup dulu pintu masuk dari India, ini demi keamanan di dalam negeri, apalagi di sana ada strain baru yang kita belum tentu sanggup menghadapi strain India ini," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Jumat (23/4/2021).

Selain itu, pemerintah juga harus memperpanjang masa karantina pelaku perjalanan dari luar negeri, dari yang sebelumnya hanya 5 hari menjadi 10 sampai 14 hari.

"Dia tidak boleh kemana-mana harus dikarantina, harus minimal 10 hari karantina, tapi kalau bisa 14 hari, atas tanggungan yang datang, jangan pemerintahnya, habis uang pemerintahnya nanti," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, 135 Warga Negara India dilaporkan masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Banten pada Rabu (21/4/2021).

Mereka tidak bisa ditolak masuk ke Indonesia, sebab semuanya memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS), dan aturan pemerintah hanya mewajibkan mereka untuk dikarantina.

Sementara, dalam satu bulan terakhir India selalu berada di posisi terbanyak penambahan kasus Covid-19 harian, bahkan negara itu pecah rekor lagi untuk kesekian kalinya, dengan laporan infeksi harian mencapai 315.802 kasus pada Kamis (22/4/2021).

Perdana Menteri India Narendra Modi, menggambarkan situasi lonjakan kasus Covid-19 di negaranya sebagai 'tsunami'.

baca juga

Beberapa ahli menyebut tsunami Covid-19 itu disebabkan varian virus corona baru yang dikenal sebagai B.1.617 yang terdeteksi di India.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian tersebut muncul pada akhir 2020. Para pejabat WHO menyebut varian itu sebagai "mutan ganda".

Pertama kali dilaporkan ke publik pada 24 Maret 2020, ketika telah ditemukan lebih dari 200 sampel di negara bagian Maharashtra, India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atta Halilintar Positif Virus Corona Covid-19 Kedua Kalinya, Kok Bisa?

Atta Halilintar Positif Virus Corona Covid-19 Kedua Kalinya, Kok Bisa?

Health | Jum'at, 23 April 2021 | 07:18 WIB

Update 22 April: Warga Indonesia Positif Covid Kini Capai 1.626.812 Orang

Update 22 April: Warga Indonesia Positif Covid Kini Capai 1.626.812 Orang

News | Kamis, 22 April 2021 | 16:43 WIB

Sejak Awal Pandemi: 60 PNS DKI Jakarta Meninggal karena Covid-19

Sejak Awal Pandemi: 60 PNS DKI Jakarta Meninggal karena Covid-19

News | Kamis, 22 April 2021 | 16:39 WIB

Sekarang Anak Lebih Berisiko Terkena Virus Corona, Waspadai 2 Kondisi Ini

Sekarang Anak Lebih Berisiko Terkena Virus Corona, Waspadai 2 Kondisi Ini

Health | Kamis, 22 April 2021 | 12:08 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×