KTT ASEAN Buat Konsensus terkait Myanmar, Australia Siap Beri Dukungan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 27 April 2021 | 10:53 WIB
KTT ASEAN Buat Konsensus terkait Myanmar, Australia Siap Beri Dukungan
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. (AFP)

Suara.com - Australia menyambut baik diselenggarakannya Pertemuan Pemimpin ASEAN di Jakarta pada Sabtu (24/4) dan diskusi tentang krisis di Myanmar serta berjanji akan memberikan bantuan dana.

"Menyusul Pertemuan Pemimpin ASEAN, kami memuji kepemimpinan ASEAN dan kepemimpinan Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN, dalam keadaan sulit, mempertemukan pihak-pihak regional untuk bersama-sama membahas krisis di Myanmar," jelas Marise Payne dalam sebuah pernyataan yang diterima Suara.com, Senin (26/4/2021).

Marise Payne Menjelaskan bahwa pihaknya menyambut baik lima poin konsensus tentang situasi di Myanmar yang dibicarakan saat KTT ASEAN tersebut.

Adapun lima konsensus tersebut adalah "segera menghentikan kekerasan, dimulainya dialog membangun di antara semua pihak terkait, utusan khusus Ketua ASEAN yang akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN, Pemberian bantuan kemanusiaan ASEAN melalui Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan terhadap Pengendalian Bencana, kunjungan ke Myanmar oleh Utusan Khusus dan delegasi untuk bertemu dengan seluruh pihak terkait".

Menlu perempuan Australia tersebut juga menyatakan jika "berkomitmen kuat untuk mendukung upaya ASEAN secara konstruktif, dan kami mendesak penerapan lima poin konsensus segera mungkin."

Australia memandang ASEAN sebagai inti dari Indo-Pasifik yang terbuka, stabil, dan tangguh. Ini memiliki peran penting untuk dilakukan dalam memetakan jalan keluar dari krisis saat ini.

Marise Payne juga menyatakan jika Australia akan memberikan bantuan dana kepada ASEAN untuk mewujudkan lima konsesus tersebut.

"Untuk mendukung upaya ini dan lima poin konsensus yang disepakati pada Pertemuan Pemimpin ASEAN, Australia akan memberikan 5 juta dollar Australia (Rp 56,5 miliar) kepada Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN untuk Pengendalian Bencana guna menyediakan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar," jelasnya.

"Australia akan terus bekerja sama dengan mitra regional kami, khususnya ASEAN, untuk meredakan situasi di Myanmar dan mendukung upaya regional menuju penyelesaian masalah. Pengaturan kebijakan Australia tentang Myanmar, termasuk opsi sanksi, akan terus ditinjau untuk mendukung rakyat Myanmar." pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, junta militer Myanmar juga ikut menyambut baik seruan para pemimpin negara di Asia Tenggara untuk diakhirinya kekerasan militer.

Jenderal Min Aung Hlaing juga menghadiri pertemuan tingkat tinggi pada Sabtu (25/4) bersama para pemimpin dari 10 negara anggota ASEAN untuk membahas krisis yang memuncak di Myanmar.

Seorang juru bicara dari pemerintahan bayangan anggota parlemen yang digulingkan - banyak di antaranya berasal dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi Suu Kyi - pada hari Sabtu menyambut baik seruan untuk diakhirinya kekerasan di Myanmar.

"Inilah yang diminta oleh Pemerintah Persatuan Nasional," kata menteri kerjasama internasional NUG yang dikenal sebagai Dr Sasa, dikutip dari Channel News Asia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muslim Myanmar Jalani Bulan Ramadhan dalam Bayang-bayang Ketakutan

Muslim Myanmar Jalani Bulan Ramadhan dalam Bayang-bayang Ketakutan

News | Senin, 26 April 2021 | 13:40 WIB

Harga Hunian di Australia Diprediksi Naik 17 Persen Tahun Ini

Harga Hunian di Australia Diprediksi Naik 17 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 26 April 2021 | 11:19 WIB

Viral! Massa 'Gowes for Democracy' Tuntut Junta Myanmar Diadang Polisi

Viral! Massa 'Gowes for Democracy' Tuntut Junta Myanmar Diadang Polisi

News | Senin, 26 April 2021 | 09:32 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB