Negara-negara Tetangga India Waspadai Sebaran Varian Covid Mutan Ganda

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 03 Mei 2021 | 12:40 WIB
Negara-negara Tetangga India Waspadai Sebaran Varian Covid Mutan Ganda
DW

Suara.com - Beberapa perbatasan memang telah ditutup, namun masih banyak warga menyeberang lewat 'jalur tikus'. Jumlah kasus COVID-19 saat ini telah meningkat di Nepal dan Bangladesh.

Saat India tengah diterjang tsunami COVID-19, tetangga seperti Nepal, Bangladesh, dan Pakistan juga melaporkan peningkatan kasus baru baru-baru ini.

Peristiwa ini mendorong pihak berwenang di negara-negara tersebut untuk menutup perbatasan dan membatasi perjalanan.

Namun, tetap ada juga 'jalur tikus' di mana banyak orang dapat menyeberang lintas perbatasan, bolak-balik setiap hari.

Para ilmuwan sedang memeriksa apakah varian virus corona mutan ganda baru adalah penyebab tsunami COVID-19 di India saat ini.

Varian tersebut, yang disebut B.1.617 dan digambarkan sebagai "mutasi super", awalnya terdeteksi di India dan sekarang telah ditemukan di setidaknya 17 negara, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO mengatakan bahwa pemodelan awal berdasarkan sekuensing genetik menunjukkan bahwa varian B.1.617 bisa lebih menular.

"Virus ini tidak menghormati batas negara dan tidak memerlukan paspor. Mutan ganda menunjukkan bahwa ia lebih menular daripada varian lain yang beredar di India, menunjukkan potensi peningkatan penularan," ujar T Jacob John, virolog dari India, kepada DW.

Kasus COVID-19 di Nepal meningkat Nepal, negara dengan populasi lebih dari 24 juta orang, berbatasan dengan lima negara bagian di India utara yakni: Uttarakhand, Uttar Pradesh, Bihar, Benggala Barat, dan Sikkim.

baca juga

Pada bulan Februari, tingkat infeksi COVID-19 Nepal berkisar antara 150 hingga 200 kasus baru setiap hari. Namun selama dua minggu terakhir, Nepal telah melaporkan ribuan kasus baru setiap hari, yang bertepatan dengan lonjakan infeksi di India saat ini.

"Ini benar-benar mengerikan, dan kami adalah negara kecil. Saat ini, kami melihat hampir 4.000 hingga 5.000 kasus di seluruh negeri, dan banyak kasus berada di provinsi Lumbini (yang berbatasan dengan India)," Ranjeet Baral, dokter di Kathmandu, Nepal, mengatakan kepada DW.

Diperkirakan sekitar 6 juta orang Nepal tinggal dan bekerja di India, dan, mengingat sifat perbatasan kedua negara yang memiliki banyak celah, orang sering kali bebas menyeberang.

Perbatasan sempat ditutup selama beberapa waktu selama masa lockdown di India tahun lalu, tetapi sejak itu telah dibuka kembali.

Seorang dokter di Nepal mengatakan bahwa meski sejauh ini tingkat kematian relatif rendah, tingkat infeksi COVID-19 tinggi terjadi di kalangan remaja yang berpeluang lebih tinggi menyebarkan virus.

"Infrastruktur kesehatan kami telah kewalahan, dan kami kehabisan tempat tidur. Ahli epidemiologi telah mendeteksi varian India dan kami mungkin menghadapi potensi krisis," kata Baral.

Bangladesh tutup perbatasan, Pakistan waspada Wabah corona di India tampaknya juga telah sampai di Bangladesh timur.

Pihak berwenang di sana telah membatasi pergerakan orang dengan menutup perbatasan selama dua minggu.

Komite Penasihat Teknis Nasional Bangladesh untuk COVID-19 juga merekomendasikan agar perbatasan tidak dibuka kembali sampai situasi di India membaik.

Komite tersebut menekankan bahwa pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk menjaga sebaran "varian India".

"Pihak otoritas yang lebih tinggi telah memutuskan untuk menutup perbatasan selama dua minggu. Rute darat dengan India akan ditutup mulai 26 April," ujar Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzamman Khan Kamal, baru-baru ini kepada wartawan di Dhaka.

Sejak 15 Maret yakni saat infeksi COVID-19 di Bangladesh mulai meningkat, hingga 28 April, infeksi baru di negara itu melonjak menjadi lebih dari 190 ribu kasus.

Saat ini, total kasus di Bangladesh mencapai lebih dari 757.000. Di perbatasan bagian barat India, kasus COVID-19 juga telah meningkat di Pakistan sejak awal Maret, bertepatan dengan wabah gelombang kedua di India.

Masih belum diketahui apakah varian India telah dilaporkan dalam infeksi baru ini, namun perjalanan dari India ke Pakistan telah dilarang sejak 19 April.

"Virus akan melintasi perbatasan ketika orang melintasi perbatasan. Saya tidak terkejut bahwa kita melihat adanya lonjakan (infeksi) di sekitar kita," kata virolog Shahid Jameel kepada DW. (ae/yp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

×