Suara.com - Berbagai cara dilakukan Dubai untuk menjaga kerukunan umat beragama, salah satunya dengan menamai masjidnya sebagai 'Mariam, Umm Eisa' yang artinya 'Maria Ibunda Yesus'.
Menyadur Arab News, Rabu (5/5/2021), rumah ibadah itu sebelumnya bernama Masjid Sheikh Mohammad bin Zayed.
Belakangan, masjidnya berganti nama untuk menyesuaikan misi mereka dalam "mengkonsolidasi ikatan kemanusiaan antara pengikut berbagai agama."
Masjid Sheikh Mohammad bin Zayed diganti namanya atas perintah Sheikh Mohammad bin Zayed Al-Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi dan wakil komandan tertinggi Angkatan Bersenjata UEA pada tahun 2017.
Ia sebelumnya kerap berkomentar tentang konsolidasi ikatan antara pengikut keyakinan yang berbeda.

Menteri Negara untuk Toleransi Sheikha Lubna Al-Qasimi berterima kasih kepada putra mahkota atas arahannya dalam melaksanakan inisiatif ini.
"(Yang) menjadi teladan cemerlang dan citra yang indah tentang toleransi dan hidup berdampingan yang dinikmati oleh UEA," tulis pernyataan yang disiarkan oleh WAM.
Pendeta Canon Andrew Thompson dari Gereja St Andrew mengatakan dia senang dengan berita tersebut. "Kami senang merayakan sesuatu dimiliki bersama antara kedua agama," katanya.
“Maria, sebagai ibu Yesus, tentu saja adalah sosok suci dan istimewa di komunitas kita. Dia adalah wanita yang melambangkan ketaatan kepada Tuhan. Kami berharap ini tumbuh dengan pemahaman yang lebih dalam."
Toleransi antar umat juga pernah ditunjukkan sebuah gereja di kawasan Al Ain yang membuka pintunya bagi umat Islam untuk sholat Maghrib.