Dicap Teroris, Jubir TPNPB-OPM: Kenapa Tidak Melalui Dialog?

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 06 Mei 2021 | 14:24 WIB
Dicap Teroris, Jubir TPNPB-OPM: Kenapa Tidak Melalui Dialog?
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom. (Ist)

Suara.com - Juru bicara Tentara Pembebasan Negara Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menilai pemerintah Indonesia terlalu buru-buru dalam menetapkan label teroris. Padahal menurut Sebby, pihaknya selama ini selalu mengajak pemerintah untuk melakukan dialog.

"Kenapa tidak bisa menempuh jalur dialog atau perundingan? Kita kan mengajukan perundingan," kata Sebby dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (6/5/2021).

Melihat penetapan cap teroris yang terlalu terburu-buru, membuat Sebby berpikir pemerintah sudah tidak memiliki akal sehat lagi. Karena itu, pemerintah dianggapnya tengah berusaha mengubur perjuangan mereka merebut hak kemerdekaan.

"Itu mungkin mereka kepanikan atau tidak ada akal sehat lagi sehingga mereka dengan jalur itu untuk menghilangkan isu tuntutan orang Papua untuk hak politik kemerdekaan mereka," tuturnya.

Meski demikian, Sebby mengaku tidak pernah takut dengan label teroris yang disematkan oleh pemerintah. Malah ia menyebut kalau TNI/Polri lah yang menjadi teroris sesungguhnya di Bumi Cenderawasih.

"Sekarang kami sudah siapkan kami punya ahli hukum yang bisa bawa masalah kami, mengkaji kami punya masalah. Kami juga akan kaji Indonesia punya kejahatan, TNI/Polri kan lebih teroris di Papua," ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah resmi menganggap TPNPB sebagai teroris. Keputusan pemerintah tersebut sudah disesuaikan dengan undang-undang yang mengatur soal teroris.

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif di kategorikan sebagai teroris," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemenko Polhukam, Kamis (29/4/2021).

Keputusan tersebut diambil pemerintah karena banyak pihak yang mendukung untuk segera menindaklanjuti soal kekerasan yang terjadi di Papua baru-baru ini.

baca juga

Menurut Mahfud, beragam kalangan mulai dari MPR RI, TNI, Polri hingga tokoh-tokoh Papua yang menemuinya bersepakat kalau TPNPB telah melakukan pembunuhan dan kekerasan secara brutal. Itu disebutnya sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 di mana teroris dikatakan sebagai siapapun orang yang merencanakan menggerakan dan mengorganisasikan terorisme.

Sedangkan terorisme dijelaskan Mahfud yakni setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban secara massal atau menimbulkan kehancuran terhadap objek vital strategis terhadap lingkungan hidup fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik dan keamanan.

"Nah, berdasar definisi yang dicantumkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 maka apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafisiliasi dengannnya adalah tindakan teroris," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sore Ini, Panglima TNI dan Kapolri akan Berkunjung ke Papua

Sore Ini, Panglima TNI dan Kapolri akan Berkunjung ke Papua

News | Kamis, 06 Mei 2021 | 14:21 WIB

Tak Gentar Hadapi Densus, OPM: Kami yang Punya Alam di Sini Siap Lawan!

Tak Gentar Hadapi Densus, OPM: Kami yang Punya Alam di Sini Siap Lawan!

News | Kamis, 06 Mei 2021 | 13:48 WIB

Tuding Aparat Kerap Aniaya Orang Papua, Jubir OPM: Indonesia Negara Teroris

Tuding Aparat Kerap Aniaya Orang Papua, Jubir OPM: Indonesia Negara Teroris

News | Kamis, 06 Mei 2021 | 13:08 WIB

Busyet! Senpi Jenis Revolver Jadi Mahar Perkawinan di Papua

Busyet! Senpi Jenis Revolver Jadi Mahar Perkawinan di Papua

News | Kamis, 06 Mei 2021 | 12:40 WIB

Kembali ke NKRI, Anggota KKB Papua Malah Tertembak Senjatanya Sendiri!

Kembali ke NKRI, Anggota KKB Papua Malah Tertembak Senjatanya Sendiri!

Surakarta | Kamis, 06 Mei 2021 | 11:20 WIB

Veronica Koman: Jokowi Tegur Myanmar, Tapi Terus Langgar HAM di Papua

Veronica Koman: Jokowi Tegur Myanmar, Tapi Terus Langgar HAM di Papua

News | Kamis, 06 Mei 2021 | 05:41 WIB

Mimika Aman dari Gangguan KKB Papua, Kapolres: Tetap Jangan Lengah

Mimika Aman dari Gangguan KKB Papua, Kapolres: Tetap Jangan Lengah

News | Kamis, 06 Mei 2021 | 02:10 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×