Banyak Warga Cari Alternatif, Dokter India: Kotoran Sapi Bukan Obat Covid!

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 11 Mei 2021 | 16:12 WIB
Banyak Warga Cari Alternatif, Dokter India: Kotoran Sapi Bukan Obat Covid!
Warga India menggelar ritual terakhir sebelum mengkremasi familinya yang wafat akibat Covid-19 di tepi Sungai Gangga, India pada 5 Mei 2021. [AFP/Prakash Singh]

Suara.com - Dokter di India kewalahan menghadapi warganya yang menggunakan kotoran sapi sebagai alternatif mengobati Covid-19. Menyadur Asia One Selasa (11/05), warga India menyakini kotoran sapi bisa menangkal Covid-19 dan mereka membaluri tubuh dengan kotoran itu secara rutin.

Para dokter mengatakan tidak ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan keefektifan itu. Sementara itu, kotoran sapi juga berisiko menyebarkan penyakit lain yang melemahkan pasien.

Di Gujarat, India barat, beberapa orang pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk menutupi tubuh mereka dengan kotoran sapi dan air kencing dengan harapan bisa menangkal virus corona.

Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci tentang kehidupan dan bumi. Selama berabad-abad, umat Hindu menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan untuk ritual karena dipercaya memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik.

"Kami melihat, bahkan dokter datang ke sini. Mereka yakin bahwa terapi ini meningkatkan kekebalan dan dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut," kata Gautam Manilal Borisa, manajer asosiasi perusahaan farmasi.

Sapi di tengah jalanan. Pemandangan seperti ini biasa di India. [BCCL/ REPRESENTATIVE IMAGE]
(Ilustrasi) Sapi di tengah jalanan. Pemandangan seperti ini biasa di India. [BCCL/ REPRESENTATIVE IMAGE]

Biasanya, peserta menunggu kotoran dan campuran urin di tubuh mereka mengering, lalu memeluk atau menghormati sapi di tempat penampungan dan berlatih yoga untuk meningkatkan tingkat energi. Terapi ditutup dengan mandi susu atau buttermilk.

Dokter dan ilmuwan di India dan di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan agar tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk Covid-19 dan mengatakan hal ini dapat menyebabkan rasa aman yang salah dan memperumit masalah kesehatan.

"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin berfungsi untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19. Ini sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," kata Dr JA Jayalal, presiden nasional di Indian Medical Association.

Pandemi virus corona telah menyebabkan kehancuran di India, dengan 22,66 juta kasus dan 246.116 kematian yang dilaporkan sejauh ini.

baca juga

Para ahli mengatakan jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi dengan warga berjuang mendapatkan tempat tidur di rumah sakit, oksigen dan obat-obatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulang dari Malaysia, Dua Pekerja Migran Asal Banyuwangi Positif Covid-19

Pulang dari Malaysia, Dua Pekerja Migran Asal Banyuwangi Positif Covid-19

Malang | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:51 WIB

Lockdown di Wirobrajan Belum Maksimal, Kurangnya Penjaga Jadi Kendala

Lockdown di Wirobrajan Belum Maksimal, Kurangnya Penjaga Jadi Kendala

Jogja | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:51 WIB

Alasan Petugas Medis RS UMMI Tak Lapor Hasil Swab Rizieq ke Dinkes Bogor

Alasan Petugas Medis RS UMMI Tak Lapor Hasil Swab Rizieq ke Dinkes Bogor

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:45 WIB

Terkini

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

×