Momen Mudik Bisa Perburuk Level Kasus Covid-19 di Indonesia

Iwan Supriyatna | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 15 Mei 2021 | 05:28 WIB
Momen Mudik Bisa Perburuk Level Kasus Covid-19 di Indonesia
Calon penumpang antre untuk memasuki Stasiun Pasar Senen di Jakarta, Minggu (2/5/2021). Antara/Dhemas Reviyanto/foc

Suara.com - Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menilai, momen mudik hari Lebaran 2021 akan memperburuk penyebaran kasus Covid-19.

Sebab, pergerakan orang di hari raya Idulfitri itu menyumbang akumulasi klaster-klaster Covid-19 sebelumnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat ada 1,5 juta orang ke luar Jabodetabek pada momen lebaran tahun ini.

Meski sudah dilarang, namun banyak masyarakat yang tetap nekat mudik tanpa menghiraukan protokol kesehatan.

Dicky mengatakan momen mudik lebaran tahun ini memperpanjang buruknya level penularan Covid-19 di Indonesia.

"Artinya dengan pergerakan yang ditambah dengan mudik ini dia akan membantu potensi perburukan," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, ditulis Sabtu (15/5/2021).

Sejak April 2020, Indonesia sudah berada di level community transsmision atau kondisi di mana penyakit bisa menyebar hingga mengaburkan sumber penularannya. Level itu merupakan yang terburuk terjadi di Indonesia hingga saat ini.

Ia lantas membandingkan dengan Australia yang bisa mencapai nol kasus. Sementara Indonesia malah gagal mendeteksi sumber-sumber atau klaster penularan virus.

Karena itu, Dicky tidak mau menganggap kalau momen mudik menjadi pelaku naiknya kasus Covid-19, tetapi lebih kepada perpanjangan level penularan virus yang belum juga membaik.

"Jadi kalau bicara Indonesia ya tidak boleh hanya terfokus atau merasa bahwa ini gara-gara mudik, sebenarnya ini panjang, ini akumulatif," tuturnya.

"Ini untuk kita menyadarkan kita, apa yang kita kerjakan ini buah dari banyak dan perjalanan panjang," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Bekasi Wajibkan Warga yang Pulang Mudik untuk Tes Kesehatan

Pemkot Bekasi Wajibkan Warga yang Pulang Mudik untuk Tes Kesehatan

Bekaci | Jum'at, 14 Mei 2021 | 21:24 WIB

Rekomendasi Film saat Libur Lebaran, Film Warkop Wajib Masuk Daftar Tonton

Rekomendasi Film saat Libur Lebaran, Film Warkop Wajib Masuk Daftar Tonton

Entertainment | Jum'at, 14 Mei 2021 | 21:16 WIB

Masuk Jogja, Wisatawan Pantai Parangtritis Mengaku Lolos dari Pemeriksaan

Masuk Jogja, Wisatawan Pantai Parangtritis Mengaku Lolos dari Pemeriksaan

Jogja | Jum'at, 14 Mei 2021 | 21:00 WIB

Terkini

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:58 WIB

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:41 WIB

Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi

Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:27 WIB

KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji

KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:02 WIB

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:57 WIB

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:52 WIB

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:51 WIB

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:48 WIB

Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih

Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:43 WIB

Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah

Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:39 WIB