alexametrics

Bikin Rakyat Marah, Pemda bandel Tetap Buka Wisata Saat Mudik Lebaran

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah
Bikin Rakyat Marah, Pemda bandel Tetap Buka Wisata Saat Mudik Lebaran
Pantai Pengandaran, Jawa Barat tampak tumpah ruah oleh para wisatawan yang berekreasi pada libur lebaran ketiga, Sabtu (15/5/2021). [Bidik layar]

Menurut Rahmat, kebijakan pemerintah yang tetap membuka tempat wisata itu membuat masyarakat marah

Suara.com - Kerumunan di tempat wisata saat pelarangan mudik lebaran menuai sorotan dari publik, banyak yang kecewa dan marah atas kejadian tersebut. Hal itu pula yang diakui dan dirasakan anggota Komisi IX DPR Rahmat Handoyo.

Menurut Rahmat, kebijakan pemerintah yang tetap membuka tempat wisata itu membuat masyarakat marah. Pasalnya kawasan hiburan justru dipadati masyarakat, padahal di sisi lain pemerintah tengah mencegah penyebaran Covid-19 dengan melarang rakyatnya mudik.

Tidak pelak pembukaan tempat wisata dikritik. Sebelumnya, pemerintah daerah juga sudah diwanti-wanti agar menutup daerah wisata guna mengantisipasi lonjakan wisatawan yang datang.

"Rakyat marah loh ini. Masyarakat yang membaca, mendengar terhadap peristiwa yang kecorobohan dan kenekatan pemerintah daerah tetap membuka ini rakyat marah. Jujur ini banyak di media sosial yang masih mempertanyakan," kata Rahmat dihubungi, Minggu (16/5/2021).

Baca Juga: Belajar dari Kedung Ombo, Jasa Perahu Wisata Pantai Marina Semarang Disetop

Menurutnya, pemerintah seharusnya sejak awal tegas menutup tempat wisata. Jangan malah bertaruh untuk membuka tempat wisata dengan embel-embel penerapan protokol kesehatan dan pembatasan kuota, yang pada akhirnya tetap berbeda dalam praktik di lapangan.

"Ini sudah diingatkan berulang kali untuk ditutup tempat wisata tapi bandel gitu loh. Ini menjadi ya sekarang saya kembalikan lagi ke pemerintah DKI Jakarta dan tempat yang lain, apakah kita mau gambling terhadap pandemi ini mengendalikan ini dengan gambling, tidak boleh," kata Rahmat.

Pemda Ceroboh

Sebelumnya Rahmat menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta sejumlah pemerintah daerah yang masih membiarkan tempat wisata dibuka semasa libur lebaran telah ceroboh. Terbukti ada peningkatan kerumunan di tempat wisata, semisal pantai Ancol.

Kerumunan itu bukan tidak mungkin berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. Padahal, kata Rahmat pemda sudah diingatkan berulamg kali sejak awal untuk menutup tempat wisata saat libur lebaran seiring kebijakan pelarangan mudik oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Perjalanan Wisata ke Pulau Seribu Ditutup!

"Saya kira sakali lagi ini ceroboh, mestinya itu sudah banyak yang mewanti-wanti untuk ditutup tetapi ini kan dibuka lagi ternyata begitu dibuka gak terkendali kan," kata Rahmat dihubungi, Minggu (16/5/2021).

Rahmat mengatakan meski sebelumnya sudah ada kebijakan protokol kesehatan dengan pembatasan kuota wisatawan di tempat wisata, namun hal itu tidak bisa menjamin tidak terjadi kerumunan. Fakta di lapangan, justru menunjukkan hal sebaliknya di mana kawasan wisata dipenuhi masyarakat.

Menurutnya, libur lebaran memang menjadi momentum bagi masyarakat untuk mencari hiburan tidak terkecuali saat pandemi. Karena itu, seharusnya pemda dapat membaca situasi tersebut dengan melakukan antisipasi berupa penutupan tempat wisata.

"Tetapi entah kenapa pemerintah DKI tetap menjalankan membuka tempat wisata dengan memperkirakan 30 persen tempat kuota masyarakat batasan di sana. Memang siapa yang bisa menjamin, siapa yang bisa memastikan itu sebatas 30 persen?" kata Rahmat.

"Nah ini untuk kesekian kalinya saya kira pemerintah daerah DKI Jakarta dan seluruh jajarannya demikian halnya di daerah yang lain, saya kira ini menjadi pelajaran yang berulang kali saya kira ini cereboh," tandasnya.

Komentar