Pemda dan Pusat Diminta Tak Saling Lempar Soal Potensi Gelombang Dua Corona

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 19 Mei 2021 | 11:40 WIB
Pemda dan Pusat Diminta Tak Saling Lempar Soal Potensi Gelombang Dua Corona
Ilustrasi penanganan pasien virus corona. (Foto: Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan jajaran kepala daerah terkait potensi gelombang kedua Covid-19. Wanti-wanti tersebut disampaikan Jokowi merujuk dari kenaikkan angka positif Covid-19 di sejumlah negara tetangga.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR Rahmat Handoyo mengatakan, arahan Jokowi kepada kepala daerah sudah tepat. Menurutnya potensi kenaikkan angka Covid-19 memang perlu diwaspadai terlebih usai lebaran.

"Saya kira sudah tepat presiden memberikan warning kepada para kepala daerah untuk berhati-hati terhadap potensi pandemi gelombang kedua," kata Handoyo kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Menurut Handoyo, dari evaluasi larangan mudik lebaran, sudah seharusnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling bersinergi. Ia berujar saat ini momen yang tepat untuk konsolidasi secara nasional.

"Tidak perlu saling lempar tangung jawab dan saling menyalahkan. Saatnya menyikapi evaluasi Lebaran harus jadi konsolidasi bagaimana melakukan pengendalian pandemi baik sikap para kepala daerah untuk terus membumikan prokes, memperkuat dan memperbanyak tracing dan testing dan tegas terhadap pelanggaran prokes kepada siapapun," kata Handoyo.

Handoyo sekaligus meminta kepala daerah belajar dari tsunami Covid-19 yang kini melanda India. Menurutnya mitigasi harus dilakukan di daerah-daerah agar potensi gelombang kedua tidak terjadi di Indonesia.

"Bagaimana antisipasi jangan sampai terjadi seperti India. Untuk seluruh kepala daerah dan seluruh jajaranya sampai desa RT/RW, kampung untuk bersama-sama punya tanggung jawab bersama untuk pengendalian Covid-19," katanya menambahkan.

Jokowi Minta Kepala Daerah Waspada

Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah agar waspada dengan adanya kenaikan keterisian hotel selama libur lebaran. Setidaknya ada empat provinsi yang mengalami peningkatan keterisian kamar hotel cukup tajam selama lebaran.

baca juga

"Hati-hati juga masalah keterisian hotel, keterpakaian hotel. Ini kita sekali lagi menginjak gas dan remnya harus pas," kata Jokowi dalam pengarahan kepada Kepala Daerah se-Indonesia tahun 2021 yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Empat provinsi yang mengalami peningkatan keterisian kamar hotel, yakni Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten dan Lampung. Sehingga ia meminta kepala daerah untuk waspada potensi peningkatan kasus Covid-19 mengingat naiknya jumlah tamu-tamu hotel.

"Kepri ada kenaikan keterisian hotel, keterpakaian hotel dari 10 lompat jadi 80. Itu baik untuk ekonomi, tapi hati-hati untuk Covidnya, hati-hati. DKI Jakarta juga naik dari 36 melompat ke 53 juga hati-hati. Banten dari 26 ke 43 hati-hati. Lampung dari 30 ke 45 hati-hati," ujar dia.

Karena itu, Jokowi meminta sisi kesehatan dan sisi ekonomi harus dikendalikan. Sehingga tidak terjadi ledakan kasus positif dikarenakan banyak mobilitas masyarakat yang menginap hotel-hotel tersebut.

"Sisi ekonominya baik, sisi Covidnya harus dikendalikan betul, hati-hati protokol kesehatan. Kalau dua-duanya bisa dikelola dengan baik dan dikendalikan dengan manajemen yang ketat, yakni akan baik-baik saja mengenai keterisian kamar-kamar hotel. Tapi kalau tidak bisa mengendalikan, hati-hati," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut pentingnya indikator pengendalian pandemi covid yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia, yakni WHO. Jokowi pun menyoroti testing dan tracing yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah.

"Urusan yang berkaitan dengan testing, semakin banyak semakin baik. Berkaitan dengan tracing ini hati-hati. Jadi kalau ada 1 orang yang positif dan itu harus dilacak betul dia kontak dengan orang lain lebih dari 15 menit dan jarak minimalnya kurang lebih 1 meter, berapa orang itu yang harus segera dicek betul, disolasi, dikarantina," katanya.

"Ini kelemahan kita ada di sini di nomor 2, di tracing. Baru ke perawatan, ditreatment. Saya kira saudara-saudara tahu mengenai ini," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

41 PNS Kota Pontianak Positif COVID-19 Isolasi Mandiri

41 PNS Kota Pontianak Positif COVID-19 Isolasi Mandiri

Kalbar | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:11 WIB

Ini Dua Jenis Vaksin yang Diklaim Efektif Cegah Mutasi Virus Corona India

Ini Dua Jenis Vaksin yang Diklaim Efektif Cegah Mutasi Virus Corona India

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:30 WIB

Zona Merah COVID-19, Waspada Pemudik dari Sumatera ke Jakarta

Zona Merah COVID-19, Waspada Pemudik dari Sumatera ke Jakarta

Jakarta | Rabu, 19 Mei 2021 | 10:50 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Benarkah Dana Klaim Pengobatan Habis?

Kasus Covid-19 Melonjak, Benarkah Dana Klaim Pengobatan Habis?

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:10 WIB

LIVE: Waspada Covid-19, Bercermin dari India, Rusia dan Singapura

LIVE: Waspada Covid-19, Bercermin dari India, Rusia dan Singapura

Video | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:18 WIB

Alat Rapid Antigen Disebar untuk Antisipasi Covid-19 Pasca Libur Lebaran

Alat Rapid Antigen Disebar untuk Antisipasi Covid-19 Pasca Libur Lebaran

Kaltim | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:05 WIB

Setelah Divaksin Covid-19, Kapan Bisa Bebas Lepas Masker?

Setelah Divaksin Covid-19, Kapan Bisa Bebas Lepas Masker?

Video | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:05 WIB

Terkini

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Jogja | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12 WIB

GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT

GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:10 WIB

Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal

Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:09 WIB

Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:03 WIB

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:00 WIB

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

×