Tinggalkan Kokpit Saat Kereta Melaju Kencang, Masinis Shinkansen Diadili

Jum'at, 21 Mei 2021 | 14:36 WIB
Tinggalkan Kokpit Saat Kereta Melaju Kencang, Masinis Shinkansen Diadili
Ilustrasi Shinkansen. (onewayjapan)

Suara.com - Seorang masinis Shinkansen minta maaf setelah meninggalkan kokpit saat kereta melesat dengan kecepatan 150 kilometer per jam dengan sekitar 160 penumpang di dalamnya.

Menyadur Kyodo News Jumat (21/05) pengemudi berusia 36 tahun itu keluar dari kokpit kereta Hikari No. 633 selama sekitar tiga menit untuk ke kamar mandi dan meminta seorang kondektur menggantikan posisinya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 8:15 pagi di hari Minggu, dengan kereta yang melaju antara stasiun Atami dan Mishima stasiun di Prefektur Shizuoka, kata operator.

Kondektur yang juga berumur 36 tahun dilaporkan tidak memiliki izin untuk mengemudikan kereta cepat tersebut.

Menurut perusahaan, itu adalah kasus pertama namun kasus serupa pernah terjadi tahun 2001 ketika seorang pengemudi memindahkan kereta yang tidak berfungsi.

Shinkansen, kereta cepat di Jepang. (Pixabay/AndyLeungHK)
Shinkansen, kereta cepat di Jepang. (Pixabay/AndyLeungHK)

JR Central melaporkan insiden itu ke Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata dan mengatakan itu sebagai pelanggaran peraturan kementerian.

Menyusul laporan tersebut, Masahiro Hayatsu, pejabat senior JR Central, menyampaikan permohonan maaf. "Itu adalah tindakan yang sangat tidak pantas. Kami minta maaf."

Perusahaan kini dilaporkan sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap pengemudi dan kondektur tersebut.

Pejabat kementerian transportasi sangat menyesalkan kejadian tersebut karena tidak mematuhi peraturan pemerintah tidak sepenuhnya dipatuhi dan abai dengan keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Pasca Gempa Jepang, Kereta Shinkansen Tertunda dan Warga Alami Krisis Air

Ilustrasi stasiun seram (Pixabay/MichaelGaida)
Ilustrasi stasiun (Pixabay/MichaelGaida)

Dalam persidangan, masinis menyebut tidak ingat apa yang terjadi karena sedang sakit perut. Namun, gambar kokpit mengonfirmasi tentang ketidakhadirannya.

"Saya ingin menghindari penundaan kereta dengan menghentikannya (di stasiun terdekat)," katanya seperti dikutip oleh perusahaan.

Sementara itu, kereta peluru (bullet) Jepang dapat berjalan sambil melambat secara bertahap jika tidak ada pengemudi dan bisa berhenti otomatis dalam keadaan darurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI