Orang Kepercayaannya Tewas Setelah Disuntik Obat China, Kim Jong Un Ngamuk!

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Jum'at, 21 Mei 2021 | 15:11 WIB
Orang Kepercayaannya Tewas Setelah Disuntik Obat China, Kim Jong Un Ngamuk!
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membaca surat pribadi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: KCNA / via AFP)

Suara.com - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un kini melarang penggunaan obat-obatan China di negaranya setelah salah satu nyawa pejabatnya tak tertolong setelah mendapat suntikan obat dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Menyadur Daily NK Jumat (21/05), Kim Jong Un dilaporkan sangat marah setelah mengetahui kejadian tersebut dan telah 'membersihkan' obat-obatan China dari rumah sakit besar di Pyongyang.

Pejabat yang tewas tersebut merupakan kesayangan Kim Jong Un dan masuk dalam birokrasi ekonomi negara. Pejabat itu berusia 60-an dan merupakan birokrat terpercaya yang bekerja sejak era Kim Jong Il.

Pria itu menderita penyakit yang berhubungan dengan jantung dan tekanan darah tinggi. Ia dirawat di Rumah Sakit Universitas Medis Pyongyang dan sempat menerima suntikan cocarboxylase, namun nyawanya tak tertolong.

Cocarboxylase biasanya digunakan untuk membantu pasien pulih dari kelelahan. Namun di Korea Utara, obat tersebut digunakan mengobati semua penyakit, mulai paru-paru, tekanan darah tinggi, bahkan infeksi menular.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]

Awalnya, dokter berpendapat bahwa pria itu harus diberi obat yang dibuat di Pabrik Farmasi Ryongheung Korea Utara. Tapi staf lain mengatakan suntikan yang diproduksi dalam negeri tak boleh diberikan pada pejabat tinggi tersebut.

Ketika Kim Jong Un murka ketika mengetahui pejabat kesayangannya diberi suntikan China dan memerintahkan larangan total penggunaan obat-obatan China di rumah sakit besar di Pyongyang.

Dia juga memerintahkan agar semua sampel vaksin COVID-19 buatan China dihapus dari penelitian yang sedang berlangsung untuk produksi vaksin dalam negeri.

Selama penyelidikan, pihak berwenang juga menemukan rumah sakit besar Pyongyang tidak menyimpan obat dengan benar. Mereka menyimpan obat di lemari es atau freezer yang tidak disuplai listrik.

Korea Utara juga akan mengalami kesulitan dalam mengangkut dan menyimpan vaksin ketika menerimanya dari luar negeri.

“Tidak memiliki fasilitas penyimpanan di fasilitas medis akan menjadi masalah ketika negara tersebut menerima vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia [WHO],” kata sumber itu. “Saya sadar WHO juga tahu tentang masalah ini.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Depresi, Warga Ponorogo Akhiri Hidup dengan Minum Obat Hama

Diduga Depresi, Warga Ponorogo Akhiri Hidup dengan Minum Obat Hama

Jatim | Jum'at, 21 Mei 2021 | 12:03 WIB

Praktik Pengobatan Terbongkar, Dokter Sodik Beri Obat Hewan ke Pasien

Praktik Pengobatan Terbongkar, Dokter Sodik Beri Obat Hewan ke Pasien

Sulsel | Jum'at, 21 Mei 2021 | 07:00 WIB

Bikin Bete Seharian, Nih 4 Obat Alami agar Sariawan Bubar!

Bikin Bete Seharian, Nih 4 Obat Alami agar Sariawan Bubar!

Your Say | Kamis, 20 Mei 2021 | 20:40 WIB

Terkini

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

News | Senin, 13 April 2026 | 09:39 WIB

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

News | Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 08:51 WIB

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

News | Senin, 13 April 2026 | 08:48 WIB

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

News | Senin, 13 April 2026 | 08:23 WIB

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 07:44 WIB

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

News | Senin, 13 April 2026 | 07:32 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

News | Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil

News | Senin, 13 April 2026 | 06:52 WIB