Daftar Negara yang Mengakui Palestina, Ada Lebih dari 100 Negara

Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 21 Mei 2021 | 16:51 WIB
Daftar Negara yang Mengakui Palestina, Ada Lebih dari 100 Negara
Negara yang mengakui Palestina - Bendera Palestina. [Shutterstock]

Suara.com - Status politik Palestina saat ini masih terus menjadi perdebatan. Secara resmi, Palestina diakui sebagai negara berdaulat secara hukum (de jure) di kawasan Timur Tengah. Lalu siapa saja negara yang mengakui Palestina?

Berikut daftar negara yang mengakui Palestina, termasuk juga Indonesia yang juga mengakuinya sejak tahun pertama:

  1. Aljazair (15 November 1988)
  2. Bahrain (15 November 1988)
  3. Irak (15 November 1988)
  4. Kuwait (15 November 1988)
  5. Libya (15 November 1988)
  6. Malaysia (15 November 1988)
  7. Mauritania (15 November 1988)
  8. Maroko (15 November 1988)
  9. Somalia (15 November 1988)
  10. Tunisia (15 November 1988)
  11. Turki (15 November 1988)
  12.  Yaman (15 November 1988)
  13. Afghanistan (16 November 1988)
  14. Bangladesh (16 November 1988)
  15. Kuba (16 November 1988)
  16. Indonesia (16 November 1988)
  17. Yordania (16 November 1988)
  18. Madagascar (16 November 1988)
  19. Malta (16 November 1988)
  20. Nikaragua (16 November 1988)
  21. Pakistan (16 November 1988)
  22. Qatar (16 November 1988)
  23. Arab Saudi (16 November 1988)
  24. Uni Emirat Arab (16 November 1988)
  25. Serbia (16 November 1988)
  26. Zambia (16 November 1988)
  27. Albania (17 November 1988)
  28. Brunei Darussalam (17 November 1988)
  29. Djibouti (17 November 1988)
  30. Sudan (17 November 1988)
  31. Republik Ceko (18 November 1988)
  32. Slovakia (18 November 1988)
  33. Mesir (18 November 1988)
  34. Gambia (18 November 1988)
  35. India (18 November 1988)
  36. Nigeria (18 November 1988)
  37. Seychelles (18 November 1988)
  38. Sri Lanka (18 November 1988)
  39. Siprus (18 November 1988)
  40. Belarusia (19 November 1988)
  41. Guinea (19 November 1988)
  42. Namibia (19 November 1988)
  43. Rusia (19 November 1988)
  44. Ukraina (19 November 1988)
  45. Vietnam (19 November 1988)
  46. Tiongkok (20 November 1988)
  47. Burkina Faso (21 November 1988)
  48. Komoro (21 November 1988)
  49. Guinea-Bissau (21 November 1988)
  50. Mali (21 November 1988)
  51. Kamboja (21 November 1988)
  52. Mongolia (22 November 1988)
  53. Senegal (22 November 1988)
  54. Hongaria (23 November 1988)
  55. Cape Verde (24 November 1988)
  56. Korea Utara (24 November 1988)
  57. Nigeria (24 November 1988)
  58. Rumania (24 November 1988)
  59. Tanzania (24 November 1988)
  60. Bulgaria (25 November 1988)
  61. Maladewa (28 November 1988)
  62. Ghana (29 November 1988)
  63. Ghana (29 November 1988)
  64. Zimbabwe (29 November 1988)
  65. Chad (1 Desember 1988)
  66. Laos (2 Desember 1988)
  67. Sierra Leone (3 Desember 1988)
  68. Uganda (3 Desember 1988)
  69. Republik Kongo (5 Desember 1988)
  70. Angola (6 Desember 1988)
  71. Mozambik (8 Desember 1988)
  72. São Tomé and Principe (10 Desember 1988)
  73. Republik Demokratik Kongo (10 Desember 1988)
  74. Gabon (12 Desember 1988)
  75. Oman (13 Desember 1988)
  76. Polandia (14 Desember 1988)
  77. Botswana (19 Desember 1988)
  78. Nepal (19 Desember 1988)
  79. Burundi (22 Desember 1988)
  80. Republik Afrika Tengah (23 Desember 1988)
  81. Bhutan (25 Desember 1988)
  82. Rwanda (2 Januari 1989)
  83. Ethiopia (4 Februari 1989)
  84. Iran (4 Februari 1989)
  85. Benin (Mei atau sebelumnya)
  86. Guinea Ekuatorial (Mei atau sebelumnya)
  87. Kenya (Mei atau sebelumnya)
  88. Vanuatu (21 Agustus 1989)
  89. Filipina (September 1989)
  90. Swaziland (1991)
  91. Kazakhstan (6 April 1992)
  92. Azerbaijan (15 April 1992)
  93. Turkmenistan (17 April 1992)
  94. Georgia (25 April 1992)
  95. Bosnia dan Herzegovina (27 Mei 1992)
  96. Tajikistan (6 September 1992)
  97. Uzbekistan (25 September 1994)
  98. Papua Nugini (4 Oktober 1994)
  99. Kyrgyzstan (12 September 1995)
  100. Malawi (23 Oktober 1998)
  101. Timor Leste (1 Maret 2004)
  102. Paraguay (25 Maret 2005)
  103. Montenegro (24 Juli 2006)
  104. Kosta Rika (5 Februari 2008)
  105. Lebanon (30 November2008)
  106. Côte d'Ivoire (1 Desember 2008)
  107. Venezuela (27 April 2009)
  108. Republik Dominika (14 Juli 2009)
  109. Brasil (1 Desember 2010)
  110. Argentina (6 Desember 2010)
  111. Bolivia (17 Desember 2010)
  112. Ekuador (24 Desember 2010)
  113. Chile (7 Januari 2011)
  114. Guyana (13 Januari 2011)
  115. Peru (24 Januari 2011)
  116. Suriname (1 Februari 2011)
  117. Uruguay (15 Maret 2011)
  118. Lesotho (6 Juni 2011)
  119. Sudan Selatan (9 Juli 2011)
  120. Suriah (18 Juli 2011)
  121. Liberia (19 Juli 2011)
  122. El Salvador (25 Agustus 2011)
  123. Honduras (26 Agustus 2011)
  124. Saint Vincent dan Grenadines (29 Agustus 2011)
  125. Belize (9 September 2011)
  126. Dominika (19 September 2011)
  127. Antigua dan Barbuda (22 September 2011)
  128. Grenada (25 September 2011)
  129. Islandia (15 Desember 2011)
  130. Thailand (18 Januari 2012)
  131. Guatemala (9 April 2013)
  132. Haiti (27 September 2013)
  133. Swedia (30 Oktober 2014)
  134. Saint Lucia (14 September 2015)
  135. Kolombia (3 Agustus 2018)
  136. Saint Kitts dan Nevis (30 Juli 2019)

Konflik Palestina dan Israel berimbas pada perebutan wilayah. Penyebab semua ini bermula saat Inggris mengambil kendali Palestina pada tahun 1918 lantaran menjadi pemenang Perang Dunia I. Inggris memberikan wilayah kepada bangsa Yahudi melalui Deklarasi Balfour (1917).

Lalu bangsa Yahudi menganggap bahwa kawasan Palestina merupakan tanah air mereka. Sementara itu di lain pihak, masyarakat Islam Palestina memiliki pendirian tersendiri terkait permasalahan klaim wilayah.

Berdasarkan buku "Timur Tengah dalam Pergolakan" karya Kirdi Dipoyudo, masyarakat Islam Palestina menganggap bahwa Inggris memaksakan pendirian negara Yahudi di kawasan Palestina. Hal itu bertentangan dengan keinginan mayoritas masyarakat Palestina. Selain itu, masyarakat Palestina juga menganggap bahwa negara-negara Barat berusaha untuk menyelesaikan masalah pengungsi Yahudi di Eropa dengan cara merebut wilayah di negeri Arab.

Permasalahan klaim wilayah ini berlangsung terus hingga memicu konflik dan membuat Inggris menyerah tak dapat memberikan penyelesaian. Inggris kemudian melimpahkan masalah ini ke PBB.

Beberapa puluh tahun kemudian tepatnya 1947, PBB mengusulkan untuk membagi wilayah Palestina menjadi negara Yahudi dan negara Arab. Meski pada akhirnya, rencana ini ditentang banyak pihak. Pada tahun 1948, Israel telah menjadi negara sementara Inggris menarik diri dari Palestina. Dari sinilah akhirnya perang Arab-Israel mulai pecah antara Israel dan Yordania, Suriah, Mesir, Irak dan Lebanon.

Lalu tahun 1988 Palestina mendeklarasikan kemerdekaannya. Per 31 Juli 2019 tercatat sebanyak 138 (71,5%) dari 193 negara anggota PBB yang mengakui kemerdekaan Palestina. Seperti itulah daftar negara yang mengakui Palestina.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penghina Palestina Direnggut Masa Depannya, Apa Beda Sekolah dengan Zionis?

Penghina Palestina Direnggut Masa Depannya, Apa Beda Sekolah dengan Zionis?

Hits | Jum'at, 21 Mei 2021 | 16:43 WIB

Sosok Berjasa di Balik Gencatan Senjata Israel-Palestina

Sosok Berjasa di Balik Gencatan Senjata Israel-Palestina

Riau | Jum'at, 21 Mei 2021 | 15:46 WIB

Daftar Puluhan Negara yang Tidak Mengakui Israel

Daftar Puluhan Negara yang Tidak Mengakui Israel

Sumbar | Kamis, 20 Mei 2021 | 09:15 WIB

Siapa Saja Negara yang Tidak Mengakui Israel? Indonesia Termasuk

Siapa Saja Negara yang Tidak Mengakui Israel? Indonesia Termasuk

News | Rabu, 19 Mei 2021 | 20:12 WIB

Terkini

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB