Bukan Settingan, Sindiran Puan Dinilai Serang Jantung Ganjar

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Senin, 24 Mei 2021 | 19:09 WIB
Bukan Settingan, Sindiran Puan Dinilai Serang Jantung Ganjar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo. (Youtube Ganjar Pranowo)

Suara.com - Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai sikap PDI Perjuangan terhadap Ganjar Pranowo bukan settingan. Menurutnya, sikap partai banteng moncong putih yang diwakili Ketua DPP Puan Maharani dan Ketua DPD Jawa Tengah Bambang Wuryanto sengaja menyerang individe Ganjar.

Pasalnya Ganjar dinilai terlalu berambisi untuk maju mencalonkan diri sebagai Pilpres 2024. Lagipula, kata Adi terlalu berisiko apabila PDIP sengaja melalukan settingan dalam menyikapi persoalan Ganjar.

"Menurut saya terlampau berisiko kalau dimaknai sebagai sebuah settingan. Kenapa berisiko, karena ini nyerang jantungnya Ganjar langsung," kata Adi, Senin (24/5/2021).

Adi mengatakan serangan langsung terhadap Ganjar itu, pertama bisa dilihat dari pernyataan Puan yang terkesan menyindir. Dalam pernyataannya Puan menyindir sikap pemimpin yang terlalu asyik dalam bermain media sosial.

"Pertama dia disebut sebagai pemimpin yang asyik bermain di media. Jadi sindiran Puan kan jelas media, karena memang Ganjar asik main di media," ujar Adi.

Serangan kedua, ialah penilaian PDIP lewat Bambang Wuryanto perihal langkah Ganjar yang dianggap terlampau berambisi untuk nyapres. Istilah ambisius yang digunakan, kata Adi bermakna tidak bagus di dalam dunia politik.

"Itu dua serangan yang langsung menusuk ke jantungnya Ganjar," tuturnya.

Selain dua serangan itu, masih ada serangan ketiga yang menjadi tanda bahwa PDIP memang benar-benar mengeluarkan unek-uneknya terhadap Ganjar. Mengingat dua pernyataan menunjuk kepada Ganjar itu diwakili atau diucapkan oleh para elite di tubuh partai berlambang banteng bermoncong putih.

"Serangannya itu adalah ini yang ngomong orang penting di PDIP. Melihat Puan itu melihat wajah PDIP, melihat wajahnya Megawati bukan orang lain," kata Adi.

baca juga

Puan Sindir Ganjar

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyindir pedas pemimpin yang selalu sering tampil di media sosial tanpa terjun ke lapangan. Puan menilai, seorang pemimpin harus sering turun ke lapangan, jangan hanya berkoar-koar di media sosial saja.

"Pemimpin itu ke depan adalah pemimpin yang ada di lapangan, bukan di sosmed," kata Puan Maharani, dilansir dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Minggu (23/5).

"Pemimpin yang memang dilihat teman-temannya, orang-orang yang mendukungnya. Ada di lapangan, bukan hanya di media," sambungnya.

Selain itu, Puan Maharani memberi pengarahan kepada seluruh kader PDIP Jawa Tengah untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024, namun tanpa mengundang Ganjar Pranowo.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto mengatakan bahwa Ganjar sudah kelewatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Ganjar Pranowo 'Dicueki' PDIP Jateng, Ini Respon Gibran

Soal Ganjar Pranowo 'Dicueki' PDIP Jateng, Ini Respon Gibran

Surakarta | Senin, 24 Mei 2021 | 18:48 WIB

Kebijakan Negara harus Tepat dan Bermanfaat untuk Rakyat

Kebijakan Negara harus Tepat dan Bermanfaat untuk Rakyat

DPR | Senin, 24 Mei 2021 | 17:42 WIB

Jika Ganjar Nekat Lompat Pagar Buat Capres 2024, Pengamat: Terlalu Berisiko

Jika Ganjar Nekat Lompat Pagar Buat Capres 2024, Pengamat: Terlalu Berisiko

Surakarta | Senin, 24 Mei 2021 | 17:01 WIB

Terkini

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×