alexametrics

Puasa Sunnah Lengkap: Jenis dan Keutamaan Masing-masing

Dany Garjito
Puasa Sunnah Lengkap: Jenis dan Keutamaan Masing-masing
Jenis puasa sunnah. (Shutterstock)

Berikut macam-macam puasa sunnah lengkap dengan keutamaannya.

Suara.com - Islam mengenal puasa wajib tiap bulan Ramadan. Selain itu, Islam juga mengenal berbagai puasa sunnah. Puasa sunnah dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah Swt. Puasa sunnah juga menjadi amalan menyempurna puasa wajib. Berikut macam-macam puasa sunnah dan keutamaannya dalam Islam.

1. Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa yang dikerjakan pada hari kesembilan bulan Dzulhijah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji. Puasa ini bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah bersabda, “Tiada amal yang soleh yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih disukai daripada hari-hari  di sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijah.” 

Puasa Arafah memiliki keutamaan dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelah hari berpuasa. Puasa Arafah bisa membebaskan dari siksa api neraka sebab Allah Swt. memberikan kebebasan dari siksa api neraka bagi seluruh kaum muslim di hari arafah.

Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis, Lengkan dengan Doa Berbuka Puasa

2. Puasa di Sembilan Hari Pertama Bulan Dzulhijah

Bukan cuma di hari kesembilan, Islam mensunahkan puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijah. Keutamaan puasa di bulan Dzulhijah ini sama seperti kita berpuasa setahun penuh. Rasulullah Saw. bersabda, “Tiada sebarang hari pun yang lebih disukai Allah dimana seorang hamba beribadat di dalam hari-hari itu daripada ibadah yang dilakukannya di dalam 10 hari Dzulhijah. Puasa sehari di dalam hari itu menyamai puasa setahun dan qiyamulail (menghidupkan malam) di dalam hari itu seumpama qiamulail setahun.”

Hadis lain juga menyebutkan, “Sesungguhnya Rasulullah Saw. melakukan puasa sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah, di Hari Asyura dan tiga hari di setiap bulan iaitu hari Isnin yang pertama dan dua hari Khamis yang berikutnya” (HR Imam Ahmad dan an-Nasa’i).

3. Puasa Tasua

Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)
Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)

Puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharam. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada keesokan harinya yaitu di tanggal 10 Muharam karena di hari yang sama yaitu tanggal 10 Muharam orang-orang Yahudi juga melakukan puasa. Puasa di tanggal 9 Muharam dapat membedakan dengan puasa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Baca Juga: Puasa Senin Kamis: Tata Cara dan Keutamaan

4. Puasa Asyura

Komentar