Merajut Kebhinnekaan untuk Ketahanan Bangsa

Iwan Supriyatna

Selasa, 01 Juni 2021 | 09:12 WIB
Merajut Kebhinnekaan untuk Ketahanan Bangsa
Webinar bertema “Merajut Kebhinnekaan Untuk Ketahanan Bangsa”.

Suara.com - Indonesia terkenal dengan kekayaan alam dan demografis yang melimpah, beraneka ragam suku, ras, agama yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Kebhinnekaan ini tentunya dapat menjadi kesempatan atau ancaman bagi bangsa dan negara. Tergantung bagaimana menyikapinya.

Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, haruslah selalu dijaga bersama dengan mengarusutamakan dan mengamalkan sila-sila Pancasila, terutama sila ketiga yang menegaskan perihal seluruh masyarakat Indonesia, untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan baik dalam aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, agama, keamanan, serta latar belakang primordial lainnya terutama suku dan bangsa.

Kita harus bersatu untuk kesatuan bangsa Indonesia yang merupakan negara yang memiliki banyak suku bangsa, ras, dan agama.

Salah satu upaya untuk mencari solusi yang menjadikan kebhinnekaan sebagai kesempatan dalam mewujudkan ketahanan bangsa adalah melalui webinar bertema “Merajut Kebhinnekaan Untuk Ketahanan Bangsa” yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Buddha (STIAB) SMARATUNGGA dalam rangka hari raya Waisak 2565.

Kedua tokoh dan sekaligus Dewan Pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) hadir sebagai narasumber yakni Prof Dr. H. Ahmad Syafii Maarif dan Dr. (H.C) Sudhamek AWS, S.E, S.H. didampingi oleh DR. Nyanasuryanadi Mahathera, Ketua Yayasan Buddhayana pada webinar yang diikuti oleh hampir 500 peserta dari kalangan luas / umum.

“Saya berharap agar webinar ini dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam menjaga toleransi, kerukunan dan persaudaraan yang dilandasi cinta kasih di Negara Republik Indonesia. Sehingga kita mampu untuk menahan diri dari pandangan maupun sikap-sikap yang mendiskreditkan perbedaan primordial apapun, utamanya karena suku, ras, budaya dan adat istiadat. Kita harus mulai merubah pola pikir untuk saling menerima dan menghormati segala perbedaan yang ada. Lebih dari itu kita harus bisa membangun kebiasaan baru yaitu melihat hidup ini dari persamaan bukan perbedaan. Ketika spirit toleransi & persaudaraan yang saling mengasihi ini telah tumbuh pada setiap orang sebagai warga negara Indonesia, niscaya "Bhinneka Tunggal Ika", walau berbeda tapi tetap bersatu maka kedaulatan dan ketahanan bangsa akan kokoh terbentuk,” kata Ketua Yayasan Buddhayana, DR. Nyanasuryanadi Mahathera ditulis Selasa (1/6/2021).

Dalam paparannya, Sudhamek juga mengemukakan bahwa salah satu solusi dari perspektif ekonomi dan bisnis dalam memaknai Bhinneka Tunggal Ika dapat melalui demokrasi ekonomi yang INKLUSIF demi mewujudkan kedaulatan, kesejahteraan & keadilan. Inilah esensi Ekonomi Pancasila .

Strategi operasional Ekonomi Pancasila secara Makro dikatakan inklusif karena dilakukan dengan strategi Pemberdayaan UMKM, Kemitraan & pendekatan Jaringan lintas Iman yg berbasis pada Research & Innovation.

Lebih dari itu, Solusi yang paling tepat pada tataran MIKRO (Bisnis), menurut pandangan saya, adalah dengan membangun bisnis yang berlandaskan ‘mindfulness’ (Mindfulness-Based Business atau MBB). Ada 3 esensi MBB yaitu:

baca juga
  1. Landasan paradigma: Interdependent Co-Arising (Interbeing, Saling menumbuh-kembangkan);
  2. Melakukan Empat inisiatif kunci; dan
  3. Metodenya : Latihan Hening (Mindfulness practices)", demikian ujar Sudhamek.

Bukan hal yang mudah dalam mengelola bangsa yang sedemikian binnekanya. Dibutuhkan pemahaman dan pandangan yang benar terhadap hakikat kebhinnekaan dalam suku, agama, ras, golongan dari masyarakat yang terdiri dari latar belakang ekonomi, sosial budaya yang berbeda.

Konflik Suku, Agama dan Ras (SARA) di Indonesia akan memecah belah dan merusak tatanan ketahanan Nasional. Jika ditelisik lebih dalam terdapat berbagai pencetus konflik SARA, di antaranya sentimen etnis, radikalisme, kesenjangan ekonomi, perbedaan sudut pandang sosial budaya masyarakat.

“Indonesia merupakan bangsa besar yang dianugerahi dengan beragam perbedaan seperti agama, suku, adat, bahkan bahasa oleh karena itu kita harus menanamkan sikap toleransi dalam diri dengan terus memelihara persatuan, persaudaraan dan kerukunan antar sesama karena Bhinneka Tunggal Ika merupakan nilai bangsa yang harus terus dijaga,” kata Syafii Maarif.

Suatu perbedaan itu dipahami dan dibiarkan dalam rangka mewujudkan persatuan kesatuan bangsa. Dengan kata lain keanekaragaman bangsa dihormati dalam wadah kesatuan bangsa Indonesia.

Hal ini juga selaras dengan semboyan yang menggambarkan secara jelas prinsip penghormatan keaneka ragaman dalam wadah persatuan, yakni "Bhinneka Tunggal Ika".

Oleh karena itu Kebhinekaan harus dipahami sebagai sebuah kekuatan pemersatu bangsa yang keberadaannya tidak bisa dipungkiri. Kebhinnekaan juga harus dimaknai sebagai sebuah keragaman yang mempersatukan, menerima perbedaan sebagai sebuah kekuatan, bukan sebagai ancaman ataupun gangguan.

Semua budaya, agama dan suku yang ada tetap pada bentuknya masing-masing, di mana yang mempersatukan semua itu adalah rasa nasionalisme dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Bhinneka Tunggal Ika tidak bisa dianggap hanya sekedar semboyan, melainkan harus dihayati, disimpan pada sanubari dan dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan negara. Pada prinsipnya, semboyan bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPIP Kaget Pancasila Tak Masuk Pelajaran Wajib

BPIP Kaget Pancasila Tak Masuk Pelajaran Wajib

Malang | Jum'at, 16 April 2021 | 10:12 WIB

Jokowi Disebut Akan Buat BRIN, Rocky Gerung: Saya Ingat Proyek Hitler

Jokowi Disebut Akan Buat BRIN, Rocky Gerung: Saya Ingat Proyek Hitler

Bogor | Senin, 12 April 2021 | 10:47 WIB

Perundungan Lintas Agama di Indonesia Disorot Media Internasional

Perundungan Lintas Agama di Indonesia Disorot Media Internasional

Batam | Jum'at, 19 Maret 2021 | 20:54 WIB

Terkini

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:03 WIB

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:01 WIB

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:00 WIB

Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku

Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:55 WIB

Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat

Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:52 WIB

Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:50 WIB

Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya

Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:39 WIB

IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara

IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:37 WIB

Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah

Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB

Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie

Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB

×