Partai Islam dan Ultra Kanan Yahudi Bersatu Lengserkan Benjamin Netanyahu

Reza Gunadha, Deutsche Welle

Selasa, 01 Juni 2021 | 14:30 WIB
Partai Islam dan Ultra Kanan Yahudi Bersatu Lengserkan Benjamin Netanyahu
Sebuah koalisi politik menjelma di Israel untuk menggeser Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Di dalamnya partai ultra kanan Yahudi bersanding tangan dengan Partai Islam, Ra'am. [DW Indonesia]

Suara.com - Partai ultra kanan Yahudi dan partai berbasis Islam, Ra'am, membentuk koalisi politik untuk menggulingkan Perdana Menteri benjamin Netanyahu.

Kedua partai oposan tersebut berkoalisi agar bisa membangun pemerintahan sesuai mandat yang diberikan Presiden Reuven Rivlin pada 5 Mei 2021.

Yair Lapid, tokoh oposan, harus mengumumkan koalisi mayoritas selambat-lambatnya Rabu (2/6) besok, agar Benjamin Netanyahu tergeser.

Kalau tidak, maka Benjamin akan kembali berpeluang membentuk pemerintahan sesuai tradisi politik di Knesset.

Harapan bagi Netanyahu menyusut sejak bekas sekutu politiknya, Naftali Bennett, menyatakan dukungan terhadap koalisi Yair Lapid, Minggu (30/5). Bennett adalah bekas komandan pasukan khusus, Sayeret Matkal, yang dituduh bertanggungjawab atas pembantaian warga sipil Qana dalam perang di Lebanon.

Seusai lama mengabdi di pemerintahan Netanyahu, Bennett akhirnya membelot dan membentuk Partai Yamina.

Dalam pemilu Maret silam, Yamina mendapat 6,2 persen suara. Adapun Partai Likud mendapat 24,19 persen.

Sementara Yesh Atid pimpinan Yair Lapid mendapat 14 persen suara. Posisi itu menempatkan Bennett sebagai juru penentu dalam proses pembentukan koalisi.

Menurut laporan media-media lokal, Bennett dan Lapid sepakat menggilir jabatan perdana menteri dalam "Kabinet Perubahan" selama masing-masing dua tahun.

baca juga

Bennett akan didahulukan, sementara Lapid menyusul memerintah Israel pada tahun ketiga. Koalisi anti-Netanyahu yang sedang digodok di Yerusalem dikhawatirkan rapuh, karena menggabungkan hampir semua spektrum politik, yakni partai kiri, tengah dan kanan jauh.

Sudah begitu, koalisi Lapid juga dibangun di atas dukungan partai Arab, Ra'am, yang menolak program politik pro-pemukim Yahudi milik Bennett.

Koalisi lintas ideologi melawan Netanyahu

Menurut laporan Times of Israel, Partai Ra'am akan mendukung pemerintahan Bennett dan Lapid secara aktif di parlemen, dan tidak menjadi bagian dari kabinet pemerintah.

Sebagai gantinya, kedua pemimpin setuju menghormati tuntutan Ra'am terkait nasib warga Arab. Tuntutan itu antara lain jaminan anggaran dana untuk memerangi tingkat kriminalitas yang tinggi di komunitas Arab, dan mengakui hak Suku Arab Badui yang selama ini dianggap ilegal.

Ketua Umum Ra'am, MK Mansour Abbas, juga menuntut pemerintahan baru agar memperhatikan kepentingan minoritas Arab. Abbas dan Bennett bertemu akhir April silam.

Bennett dikabarkan sepakat untuk tidak menganeksasi wilayah atau mengizinkan pembangunan pemukiman Yahudi baru di Tepi Barat, selama dia berkuasa.

Dia juga ingin menghentikan konstruksi pemukiman yang masih berlangsung, menurut laporan Channel 12.

Netanyahu juga sempat berusaha mendekati Partai Ra'am saat diberi kesempatan membentuk pemerintahan usai pemilu lalu.

Namun rekan koalisinya dari partai agamis menolak bekerja sama. Meski tidak punya mandat, Netanyahu akhir pekan lalu berusaha menarik Bennett dan musuh bebuyutannya, Gideon Saar, untuk berkoalisi.

Keduanya ditawari kursi perdana menteri yang diputar bergilir di antara ketiga politisi. Di dalam sebuah video di Twitter, Netanyahu mendesak Bennett dan Saar untuk "mencegah terbentuknya pemerintahan kiri yang berbahaya," di Israel.

Dia menyebutnya sebagai "momentum yang krusial bagi keamanan, identitas dan masa depan negara." Saar yang seharusnya mendapat giliran pertama mengisi jabatan perdana menteri, menolak tawaran tersebut.

Seusai tenggat pengumuman koalisi mayoritas hasil pemilu pada 3 Juni, oposisi Israel diberi waktu selama 21 hari untuk meyusun kabinet dan menominasikan perdana menteri.

Jika gagal, pemilihan umum legislatif kelima akan digelar, kemungkinan di musim gugur, antara Oktober-November.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Oposisi Israel Desak Pemberhentian PM Benjamin Netanyahu

Oposisi Israel Desak Pemberhentian PM Benjamin Netanyahu

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 13:04 WIB

Agresi Militer Israel ke Palestina, PM Israel Kambing Hitamkan Hamas

Agresi Militer Israel ke Palestina, PM Israel Kambing Hitamkan Hamas

Banten | Minggu, 23 Mei 2021 | 13:15 WIB

Konflik Israel-Palestina, Gus Sahal: Mendongkrak Pamor Netanyahu dan Hamas

Konflik Israel-Palestina, Gus Sahal: Mendongkrak Pamor Netanyahu dan Hamas

Hits | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:46 WIB

Pemerintah India Dukung Palestina, Warganet Malah #WeStandWithIsrael

Pemerintah India Dukung Palestina, Warganet Malah #WeStandWithIsrael

News | Kamis, 20 Mei 2021 | 14:51 WIB

Profil Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel yg Menjabat 14 Tahun

Profil Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel yg Menjabat 14 Tahun

News | Selasa, 18 Mei 2021 | 07:58 WIB

CEK FAKTA: Video 'Netanyahu Akan Membunuh Muslim dengan Vaksin', Benarkah?

CEK FAKTA: Video 'Netanyahu Akan Membunuh Muslim dengan Vaksin', Benarkah?

Hits | Jum'at, 14 Mei 2021 | 18:34 WIB

Jubir Netanyahu Bagikan Video Lama Gaza, Cuitannya Ditandai Twitter

Jubir Netanyahu Bagikan Video Lama Gaza, Cuitannya Ditandai Twitter

News | Jum'at, 14 Mei 2021 | 16:01 WIB

Di Tengah Konflik, Joe Biden Klaim Israel Berhak Membela Diri

Di Tengah Konflik, Joe Biden Klaim Israel Berhak Membela Diri

Kalbar | Kamis, 13 Mei 2021 | 17:10 WIB

Biden Perkirakan Rentetan Kekerasan Israel dan Palestina Segera Berakhir

Biden Perkirakan Rentetan Kekerasan Israel dan Palestina Segera Berakhir

News | Kamis, 13 Mei 2021 | 16:47 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×