TPNPB-OPM: Kami Bersedia Diplomasi Jika Dimediasi oleh PBB

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Kamis, 03 Juni 2021 | 14:27 WIB
TPNPB-OPM: Kami Bersedia Diplomasi Jika Dimediasi oleh PBB
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]

Suara.com - Juru bicara Organisasi Papua Merdeka Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengatakan tidak mengejar diplomasi dengan pemerintah Indonesia kecuali dimediasi oleh PBB.

“Kami TPNPB di bawah pimpinan Jenderal Goliath Tabuni menolak dialog [bipartit] dengan Jakarta,” kata Sambom, Menyadur Asia Pacific Report Kamis (03/06).

Ia mendesak pemerintah Indonesia untuk mengadakan negosiasi tripartit dengan pimpinan TPNPB-OPM Tabuni dan seluruh komponen gerakan pembebasan Papua yang selama ini menentang kekuasaan Jakarta.

“Kami tidak memiliki agenda untuk berdialog, tetapi agenda kami adalah negosiasi tripartit, yaitu negosiasi yang dimediasi oleh badan organisasi PBB,” katanya.

“Jadi dialog Jakarta-Papua tidak akan terwujud jika tidak ada aktor utama yang terlibat,” jelasnya.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom. (Ist)
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom. (Ist)

Sebelumnya, TPNPB-OPM menetapkan Puncak Ilaga, Papua, sebagai medan pertempuran melawan pasukan gabungan TNI dan Polri. Wilayah ini dipilih karena jauh dari pemukiman warga sipil Papua.

Di sisi lain, TNI tidak mempermasalahkan penunjukan Puncak Ilaga sebagai medan pertempuran melawan OPM.

Namun, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Papua, Filep Wamafma, meminta pemerintah Indonesia untuk membuka komunikasi diplomatik dengan TPNPB-OPM untuk perang terbuka di Ilaga.

“Saya berharap ada diplomasi politik antara TNI, Polri dan OPM untuk mencapai solusi terbaik, untuk melindungi warga sipil,” kata Wamafma pada CNN Indonesia.

CNN telah berusaha menghubungi juru bicara Gabungan Komando Daerah III Kolonel Czi IGN Suriastawa dan Menkopolhukam Mahfud MD melalui pesan singkat dan telepon tentang tawaran mediasi dengan keterlibatan PBB.

Baik Suriastawa maupun Mahfud tidak memberikan tanggapan saat artikel ini diterbitkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Diminta Lakukan Diplomasi Vaksin demi Jemaah Haji Indonesia

Pemerintah Diminta Lakukan Diplomasi Vaksin demi Jemaah Haji Indonesia

News | Kamis, 20 Mei 2021 | 18:40 WIB

Konsisten Bela Palestina, PKS Minta Pemerintah Diplomasi ke Kemanan PBB

Konsisten Bela Palestina, PKS Minta Pemerintah Diplomasi ke Kemanan PBB

News | Minggu, 16 Mei 2021 | 17:34 WIB

Diplomasi Durian Stafsus Presiden dengan Dubes India

Diplomasi Durian Stafsus Presiden dengan Dubes India

News | Selasa, 13 April 2021 | 17:08 WIB

Terkini

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:17 WIB

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:09 WIB

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:06 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB