Banyak yang Cari Tikus untuk Dimakan, Peternak Thailand Ini Langsung jadi Jutawan

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 04 Juni 2021 | 16:37 WIB
Banyak yang Cari Tikus untuk Dimakan, Peternak Thailand Ini Langsung jadi Jutawan
Ilustrasi tikus. (unsplash)

Suara.com - Seorang peternak di Thailand melihat peluang yang menguntungkan akan tikus konsumsi di negaranya dan memutuskan membuat peternakan khusus untuk hewan pengerat itu.

Menyadur World of Buzz Jumat (04/06) pria bernama Chalermphon Saothong mendirikan operasi pembiakan tikus di provinsi Surin, Isaan d Thailand.

Satu kilogram tikus segar dari peternakan Saothong dihargai RM19 atau sekitar Rp 66 ribu, sementara satu kilogram tikus yang mati berharga RM32 atau setara Rp 111 ribu.

Percaya atau tidak, peternakan tikus menerima setidaknya 300 kg pesanan setiap bulan yang membawa keuntungan hampir RM10,000 atau nyaris Rp 35 juta!

Selain membiakkan tikusnya sendiri, Saothong dan timnya juga membeli tikus dari penduduk setempat seharga RM6,58 atau Rp 24 ribu per ekor.

Ilustrasi tikus bambu China. (Photo by Brett Jordan on Unsplash)
Ilustrasi tikus. (Brett Jordan/Unsplash)

Sawanapa Puemmee adalah pelanggan setia dari peternakan dan memuji Saothong karena tikusnya yang terjangkau dan berkualitas tinggi. Dia juga sering menikmati daging tikus bersama keluarganya.

Tikus bukan satu-satunya yang dijual dengan harga selangit. Sebelumnya netizen Thailand juga pernah mengiklankan cicak dan tokek di Facebook dan bersedia membayar membayar tinggi untuk hewan melata itu.

Lentivanon, salah satu pengusaha cicak berhasil menjadi jutawan berkat jualan hewan merayap ini. Tumpukan cicak kering dijual ke bos lokal yang berasal dari China dan kemudian diekspor untuk dijadikan obat.

Ilustrasi tikus (Shutterstock).
Ilustrasi tikus (Shutterstock).

Usahanya berkembang dengan pesat dan Lentivanon mulai membuat halaman di Facebook untuk memperluas bisnisnya. Dari seorang pria yang hanya memiliki 1 sepeda motor, ia kini berubah menjadi jutawan.

baca juga

Cicak-cicak itu banyak dicari dan memiliki harga yang cukup fantastis, mulai 300 baht (Rp 138.000) per kg, atau 300.000 baht (Rp 138,5 juta) per ton.

Berkat promosi gencarnya, kini banyak warga Thailand yang berburu cicak dan menjadikannya sebagai ladang usaha baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbang Lawan Thailand Jadi Modal Bagus Timnas Indonesia Lawan Vietnam & UEA

Imbang Lawan Thailand Jadi Modal Bagus Timnas Indonesia Lawan Vietnam & UEA

Bola | Jum'at, 04 Juni 2021 | 15:40 WIB

Kondisi Egy dan Witan Setelah Ditarik Keluar Karena Kesakitan Saat Lawan Thailand

Kondisi Egy dan Witan Setelah Ditarik Keluar Karena Kesakitan Saat Lawan Thailand

Bola | Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:27 WIB

Man of The Match Laga Indonesia vs Thailand, Evan Dimas Tetap Merendah

Man of The Match Laga Indonesia vs Thailand, Evan Dimas Tetap Merendah

Bola | Jum'at, 04 Juni 2021 | 09:34 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×