Ngeri! Detik-detik Perempuan Guru SMP Diterkam Buaya Saat Ambil Wudhu

Bangun Santoso

Selasa, 08 Juni 2021 | 07:22 WIB
Ngeri! Detik-detik Perempuan Guru SMP Diterkam Buaya Saat Ambil Wudhu
Ilustrasi buaya. [Covesia]

Suara.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah tengah memburu seekor buaya yang baru saja menerkam seorang perempuan di daerah itu. Wanita malang yang seorang guru SMP itu diterkam buaya saat hendak mengambil air wudhu di sungai.

BKSDA Kalteng menyiapkan peralatan jerat untuk menangkap buaya yang dilaporkan telah menerkam seorang guru di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Korban menderita sejumlah luka. Kami juga melihat ke lokasi kejadian. Tadi kami mau memasang alat jerat, tapi sungai sedang surut. Nanti akan kami pasang saat sungai dalam," kata Komandan Jaga BKSDA Pos Sampit Muriansyah, di Sampit, Selasa (8/6/2021).

Serangan buaya terjadi di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga pada Senin (7/6/2021) sekitar pukul 04.00 WIB. Korbannya adalah Yelni (33) yang berprofesi sebagai guru sekolah menengah pertama.

Saat itu korban bermaksud mengambil air wudu di Sungai Cempaga untuk melaksanakan Shalat Subuh. Tanpa diduga seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkam kaki kirinya.

Korban berusaha melepaskan diri dari terkaman satwa ganas tersebut. Upayanya berhasil, dan dia langsung bergegas naik dari pinggir sungai.

Akibat kejadian itu, korban menderita luka di kaki kiri bekas gigitan buaya setelah dua kali menerkam. Korban menyebut buaya dengan panjang sekitar dua meter itu diduga jenis senyulong atau buaya capit/sepit.

Muriansyah menilai, kejadian ini menjadi perhatian serius karena biasanya buaya senyulong atau buaya capit yang memiliki nama latin Tomistoma schlegelii itu jarang menyerang manusia.

Berdasarkan keterangan warga setempat, sebelumnya memang ada warga yang melihat kemunculan buaya. Namun yang dilihat warga adalah jenis buaya muara yang memang sering menyerang manusia, namun korban melihat buaya yang menerkam kakinya adalah jenis buaya capit.

baca juga

Saat melakukan observasi di lokasi kejadian, Muriansyah melihat ada empat kandang ayam milik warga di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan pengalaman selama ini, buaya menyasar perairan sekitar permukiman untuk mencari makan, karena ada ternak warga di pinggir sungai maupun sampah makanan yang sering dibuang ke sungai.

Karena itu, untuk menghindari kembali terjadinya serangan buaya, BKSDA mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Warga diminta tidak beraktivitas di sungai saat hari gelap, karena rawan terjadi serangan buaya.

"Tadi memasang spanduk imbauan sekaligus memberi informasi kepada warga terkait hal-hal yang bisa memicu buaya datang ke perairan sekitar permukiman. Kami berharap masyarakat selalu waspada," kata Muriansyah.

Serangan buaya terhadap Yelni merupakan serangan kedua dalam sepekan terakhir.

Pada Senin (31/5) malam lalu, seorang kakek bernama Isal (70) di Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan diserang buaya saat berwudu untuk melaksanakan Shalat Isya. Korban berhasil selamat, namun harus mendapat sejumlah jahitan pada paha kiri akibat bekas terkaman buaya muara. (Sumber: Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sukabumi Gempa Hingga Benda Tergantung Goyang, Terasa di 8 Daerah Ini

Sukabumi Gempa Hingga Benda Tergantung Goyang, Terasa di 8 Daerah Ini

Bogor | Minggu, 06 Juni 2021 | 08:08 WIB

Sukabumi Gempa 4,8 SR, Terasa Sampai Pangalengan dan Karangayar

Sukabumi Gempa 4,8 SR, Terasa Sampai Pangalengan dan Karangayar

Bogor | Minggu, 06 Juni 2021 | 07:58 WIB

Usai Judi Sabung Ayam Digerebek Polisi, Jasad Pria Ditemukan Dimakan Buaya

Usai Judi Sabung Ayam Digerebek Polisi, Jasad Pria Ditemukan Dimakan Buaya

Sumsel | Sabtu, 05 Juni 2021 | 21:04 WIB

Nelayan Labuhanbatu Utara Diduga Tewas Diterkam Buaya, Bagian Tubuhnya Terpotong

Nelayan Labuhanbatu Utara Diduga Tewas Diterkam Buaya, Bagian Tubuhnya Terpotong

Sumut | Sabtu, 05 Juni 2021 | 15:04 WIB

Heboh Penampakan Buaya Mangsa Kambing di Indragiri Hilir

Heboh Penampakan Buaya Mangsa Kambing di Indragiri Hilir

Riau | Jum'at, 04 Juni 2021 | 15:26 WIB

Empat Hari Pencarian, Ibu Diterkam Buaya di Banyuasin Belum Ditemukan

Empat Hari Pencarian, Ibu Diterkam Buaya di Banyuasin Belum Ditemukan

Sumsel | Kamis, 03 Juni 2021 | 15:05 WIB

Dua Hari Pencarian, Ibu di Banyuasin Diterkam Buaya Belum Ditemukan

Dua Hari Pencarian, Ibu di Banyuasin Diterkam Buaya Belum Ditemukan

Sumsel | Rabu, 02 Juni 2021 | 09:37 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×