Ngeri! Penculikan Anak Jadi Taktik Perang Negara di Afrika Ini

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 09 Juni 2021 | 11:38 WIB
Ngeri! Penculikan Anak Jadi Taktik Perang Negara di Afrika Ini
Seorang siswa korban penculikan di Nigeria menangis saat bertemu keluarga. (Foto: AMINU ABUBAKAR/AFP)

Suara.com - Kelompok-kelompok bersenjata di Mozambik semakin banyak menculik anak-anak sebagai taktik perang, mengakibatkan korban berisiko mengalami kekerasan seksual, pernikahan dini, dan digunakan sebagai pejuang dalam konflik yang memburuk di negara itu, kata kelompok-kelompok bantuan pada Rabu.

Sedikitnya sudah 51 anak diculik selama setahun terakhir dalam kekerasan yang telah menewaskan ribuan orang dan membuat lebih banyak lagi mengungsi di wilayah utara yang dikoyak oleh pemberontakan kubu Islamis. Para pekerja bantuan mengatakan jumlah sebenarnya dari penculikan bisa jauh lebih tinggi.

"Menculik seorang anak merupakan salah satu dari enam pelanggaran berat terhadap anak-anak di masa konflik, seperti yang didefinisikan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa," kata Chance Briggs, direktur badan amal Save the Children untuk wilayah Mozambik.

"Pengalaman deculik dapat memiliki dampak dan konsekuensi langsung dan tak berkesudahan bagi anak laki-laki dan perempuan (termasuk) kematian, kekerasan seksual, eksploitasi, dan perlakuan buruk," kata Briggs kepada Thomson Reuters Foundation melalui surat elektronik.

Di lebih dari 20 negara yang dilanda konflik di seluruh dunia, puluhan ribu anak dipaksa menjadi tentara anak oleh angkatan bersenjata, membuat mereka menghadapi tingkat kekerasan yang ekstrem, menurut PBB.

Ketidakamanan terkait dengan pemberontakan yang berkobar di negara Afrika selatan pada 2017 telah mencerabut lebih dari 700.000 orang dari rumah mereka, dengan setidaknya setengah dari mereka yang mengungsi diperkirakan anak di bawah umur, kata Save the Children.

Dengan menganalisis data dari organisasi pemetaan krisis Proyek Data Lokasi & Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED), badan amal tersebut mengidentifikasi setidaknya 51 kasus penculikan anak yang dikonfirmasi selama setahun terakhir.

Namun, badan amal itu memperingatkan bahwa mungkin sebenarnya ada lebih banyak lagi penculikan karena kasus-kasus sering tidak dilaporkan.

Korban penculikan sering mengalami trauma lebih lanjut seperti menyaksikan pemenggalan kepala atau melihat rumah mereka dibakar, tambah badan amal itu.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan telah mendaftar lebih dari 2.600 permohonan di Mozambik antara September 2020 dan April 2021 dari orang-orang yang kehilangan jejak anggota keluarga, yang sebagian besar adalah orang dewasa muda dan anak-anak.

"Ada jumlah yang sangat tinggi dari anak-anak tanpa pendamping (yang) sangat rentan terhadap semua jenis perlakuan buruk dan eksploitasi," kata James Matthews, wakil kepala misi ICRC di Maputo.

Anak-anak tidak hanya direkrut oleh angkatan bersenjata dan kelompok sebagai pejuang. Mereka juga digunakan sebagai informan, penjarah, utusan, mata-mata, dan sebagai budak domestik atau seksual.

"Situasi untuk anak-anak di (provinsi paling utara) Cabo Delgado sangat genting," kata Mohamed Malick Fall, direktur regional Afrika timur dan selatan untuk badan anak-anak PBB UNICEF.

Dia mengatakan organisasi itu mencari akses yang lebih baik ke daerah itu untuk mengonfirmasi laporan pemerkosaan, pembunuhan, dan pencederaan.

Risiko jangka panjang bagi tentara anak termasuk perubahan kepribadian yang bertahan lama, kesulitan membentuk hubungan yang langgeng, kilas balik terkait trauma dan kemungkinan penolakan oleh anggota keluarga, kata Briggs.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhir 2021, WHO Harap Afrika Mulai Produksi Vaksin COVID-19 Sendiri

Akhir 2021, WHO Harap Afrika Mulai Produksi Vaksin COVID-19 Sendiri

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 03:05 WIB

Makin Parah, 132 Orang Tewas Akibat Serangan Milisi di Burkino Faso

Makin Parah, 132 Orang Tewas Akibat Serangan Milisi di Burkino Faso

News | Minggu, 06 Juni 2021 | 09:16 WIB

Produk UMKM Jawa Barat Sapa Konsumen Namibia Afrika

Produk UMKM Jawa Barat Sapa Konsumen Namibia Afrika

Jabar | Rabu, 02 Juni 2021 | 13:35 WIB

Gagal Angkat Trofi Liga Champions, Guardiola Kena Kutuk Dukun Afrika

Gagal Angkat Trofi Liga Champions, Guardiola Kena Kutuk Dukun Afrika

Bola | Selasa, 01 Juni 2021 | 11:00 WIB

Guardiola Gagal Menangi Liga Champions karena Dikerjai Dukun Afrika, Benarkah?

Guardiola Gagal Menangi Liga Champions karena Dikerjai Dukun Afrika, Benarkah?

Bola | Senin, 31 Mei 2021 | 16:21 WIB

Kemenkes: Covid-19 Varian Wuhan Mulai Turun Tapi Kasus Mutasinya Naik

Kemenkes: Covid-19 Varian Wuhan Mulai Turun Tapi Kasus Mutasinya Naik

News | Senin, 31 Mei 2021 | 15:01 WIB

Miris! Dilanda Konflik dan Kemiskinan, Warga Sudan Selatan Bertahan Hidup Makan Dedaunan

Miris! Dilanda Konflik dan Kemiskinan, Warga Sudan Selatan Bertahan Hidup Makan Dedaunan

News | Senin, 31 Mei 2021 | 07:43 WIB

Terkini

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB

Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final

Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:50 WIB

Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC

Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:30 WIB

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:27 WIB

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:05 WIB