Program Vaksin Lancar, Turki Sebut Negaranya akan Segera Tinggalkan Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 22 Juni 2021 | 10:09 WIB
Program Vaksin Lancar, Turki Sebut Negaranya akan Segera Tinggalkan Covid-19
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu Agency/Turkish Presidency)

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan jika negaranya akan segera mengatasi pandemi Covid-19 seiring dengan berjalannya program vaksinasi.

Menyadur Anadolu Agency Selasa (22/6/2021) Recep Tayyip Erdogan menyampaikan hal tersebut pada peringatan Hari Ayah yang digelar secara online.

Menanggapi pertanyaan tentang pandemi dan kapan akan berakhir, Erdogan mengatakan Turki berada di depan negara lain dalam segala hal mulai dari layanan kesehatan hingga keselamatan publik sejak awal wabah Covid-19.

"Pada saat memasok vaksin sangat sulit, kami menjalankan jadwal vaksinasi yang cepat berkat koneksi yang kami buat secara tepat waktu. Kami memiliki beberapa kemunduran, tetapi kami juga mengatasi penundaan ini. Kami dalam kondisi yang baik sekarang. Mudah-mudahan musibah ini bisa segera kita atasi," harapnya.

Erdogan mengatakan studi vaksinasi domestik terus berlanjut dan ditargetkan akan mulai produksi pada September-Oktober.

"Saat ini, tingkat infeksi telah turun secara serius. Tapi kita perlu menurunkan tingkat ini lebih lanjut. Jumlah kasus sekitar 5.000 per hari. Kami pikir ini terlalu banyak. Jumlah kematian setiap hari sekitar 50. Kami juga tidak menginginkan ini," kata Erdogan.

"Harapan kami, kami berdua akan menurunkan jumlah kasus menjadi dua digit dan menurunkan jumlah kematian menjadi satu digit," sambungnya.

Erdogan juga menegaskan jika vaksinasi adalah alat terbaik untuk mencapai penurunan jumlah kasus Covid-19 di negaranya.

"Kami juga mengimpor vaksin dan kami akan terus melakukannya, dengan cepat," tambahnya.

baca juga

Menanggapi pertanyaan tentang anti-vaxxers, Erdogan menyerukan untuk menghormati sains, dengan menekankan: "Tidak mungkin untuk menyangkal sains."

"Setiap individu bangsa kita harus tahu bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengakses vaksin yang belum dapat dijangkau oleh miliaran orang di dunia," katanya.

Turki pada hari Sabtu telah menurunkan usia yang dapat menerima vaksin Covid-19 menjadi minimal berusia 30 tahun.

Lebih dari 41,34 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan sejak Turki meluncurkan program vaksin massal pada pertengahan Januari.

Lebih dari 26,96 juta orang telah menerima dosis pertama, sementara lebih dari 14,38 juta telah menerima dua dosis pada hari Minggu, menurut data Kementerian Kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Bali Ditabrak Truk Lagi Jaga Pembawa Vaksin COVID-19, Alami Pendarahan Otak

Polisi Bali Ditabrak Truk Lagi Jaga Pembawa Vaksin COVID-19, Alami Pendarahan Otak

Bali | Selasa, 22 Juni 2021 | 08:59 WIB

Percepat Pemulihan Ekonomi, SehatQ Dukung Program Vaksinasi bagi UMKM dan Pelaku Usaha

Percepat Pemulihan Ekonomi, SehatQ Dukung Program Vaksinasi bagi UMKM dan Pelaku Usaha

Bisnis | Selasa, 22 Juni 2021 | 07:48 WIB

Hits: Konsumsi Pahitan untuk Diabetes, Mengenal Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinopharm

Hits: Konsumsi Pahitan untuk Diabetes, Mengenal Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinopharm

Health | Selasa, 22 Juni 2021 | 07:27 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×