Terpapar Covid-19 Terlalu Lama, Penulis Dawson's Creek Putuskan Bunuh Diri

Rabu, 23 Juni 2021 | 18:35 WIB
Terpapar Covid-19 Terlalu Lama, Penulis Dawson's Creek Putuskan Bunuh Diri
Penulis Dawson's Creek, Heidi Ferrer bunuh diri setelah 13 bulan kena Covid-19. (Instagram/recovher)

Suara.com - Penulis Dawson's Creek Heidi Ferrer bunuh diri karena putus asa setelah berjuang melawan Covid-19 yang terlalu lama. The Star Rabu (23/06) melaporkan, Ferrer terpapar virus corona lebih dari setahun.

Menurut catatan emosional yang diposting suami Ferrer di blognya GirltoMom, penulis berusia 50 tahun, yang juga mengerjakan serial Wasteland itu meninggal pada 26 Mei atau 13 bulan setelah dia tertular.

"Rasa sakit fisik yang menyiksa dan ketidakmampuan untuk tidur membuat Heidi mengambil keputusan meninggalkan dunia ini dengan caranya sendiri sebelum kondisinya semakin memburuk," tulis suaminya.

Nick Guthe, penulis skenario dan sutradara mengonfirmasi Variety tentang keaslian postingan tersebut. IMDB melaporkan Ferrer mengerjakan dua episode Dawson's Creek pada tahun 1999.

Itu mendahului peluncuran blognya, yang mencatat perjuangan putranya Bexon yang sekarang berusia 13 tahun dengan skoliosis infantil progresif.

Penulis Dawson's Creek, Heidi Ferrer bunuh diri setelah 13 bulan kena Covid-19. (Instagram/recovher)
Penulis Dawson's Creek, Heidi Ferrer bunuh diri setelah 13 bulan kena Covid-19. (Instagram/recovher)

Guther belum membagikan detail kematian istrinya sampai sekarang karena khawatir membebani psikologis anak-anak, termasuk teman-teman Bexon.

“Lebih dari 13 bulan ia mengambil setiap bagian dari hidupnya: mobilitasnya, kenikmatan makanannya karena ia harus makan makanan yang sangat ketat dan, pada akhirnya, kemampuannya untuk tidur dan bahkan membaca buku dan menikmatinya,” tulis Guthe.

Penulis Dawson's Creek, Heidi Ferrer bunuh diri setelah 13 bulan kena Covid-19. (Instagram/recovher)
Penulis Dawson's Creek, Heidi Ferrer bunuh diri setelah 13 bulan kena Covid-19. (Instagram/recovher)

Dia menyebut efek jangka panjang dari Covid sebagai 'krisis kesehatan masyarakat yang harus ditangani dengan cepat.'

Dia akan membuat blog GirltoMom tetap hidup sebagai dokumen hidup, meskipun tidak punya waktu untuk memeriksanya secara teratur karena menjadi ayah tunggal sekarang.

Baca Juga: Pemprov Kepri Miliki 300 Ribu Vaksin Covid-19, Tapi Baru 40 Persen Warga Divaksin

Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat berat dan penuh tekanan, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI