Tolak Proyek Ketahanan Pangan Era Jokowi, Walhi: Sejak Soeharto sampai SBY Sudah Gagal!

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 28 Juni 2021 | 15:47 WIB
Tolak Proyek Ketahanan Pangan Era Jokowi, Walhi: Sejak Soeharto sampai SBY Sudah Gagal!
Presiden Jokowi saat meninjau food estate di Kabupaten Sumba Tengah, NTT. (Tangkap Layar/Youtube)

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menolak segala bentuk model proyek ketahanan pangan yang dilangsungkan pemerintahan Presiden Joko Widodo di berbagai wilayah Indonesia. Sebab, selama ini model proyek tersebut hanya merugikan lingkungan, masyarakat adat ataupun lokal yang sudah menjaga wilayahnya sendiri. 

"Dalam kesempatan ini kami ingin menegaskan kembali bahwa Walhi menolak dengan tegas segala model proyek yang dipaksakan ke berbagai wilayah di Indonesia yang sifatnya itu berskala besar," kata Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati dalam sebuah diskusi virtual yang disiarkan langsung melalui YouTube WALHI Nasional, Senin (28/6/2021). 

Proyek ketahanan pangan berskala besar yang dijalankan pemerintah itu mengandalkan keterlibatan korporasi-korporasi sebagai pemilik terbesar dalam segi penguasaan. Menurut pengamatan Walhi selama ini, sesungguhnya tidak ada perubahan yang nampak dari proyek-proyek berskala besar tersebut sejak masa Orde Baru hingga Jokowi.

"Proyek-proyek diberikan kepada korporasi masih dengan logika ataupun kepercayaan model ekonomi trickle down yaitu di mana kepercayaan ini diberikan fasilitas dan kesempatan kepada aktor-aktor skala besar padat modal," tuturnya. 

Kalau misalkan melihat tujuan pemerintah, maksud dari model ekonomi trickle down itu di mana program ketahanan pangan yang bakal dikuasai oleh korporasi dan masyarakat akan mendapat rembesannya. Namun, pada kenyataannya model itu sudah gagal dari rezim ke rezim. 

"Mulai sejak Soeharto, sejak SBY hingga saat ini semua proyek tersebut gagal dengan nama yang berbeda-beda," ucapnya. 

Semisal pada pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto ada yang namanya proyek lahan gambut satu juta hektar (Mega Rice Project). Proyek tersebut hendaknya mengubah lahan gambut menjadi area pertanian dengan harapan dapat menghasilkan sumber daya pangan yang dibutuhkan masyarakat. 

Namun realitasnya, pemerintah hanya bisa melakukan satu kali panen padi. Sementara sisanya, 1,4 juta hektar hutan gambut itu hancur, kayu-kayu habis tidak tersisa dan akibatnya saat ini wilayahnya malah menjadi sumber kebakaran hutan yang tentu mengganggu kelangsungan hidup masyarakat di sekitarnya. 

Kemudian ada juga Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) atau proyek ketahanan pangan yang dilakukan di Merauke. Bukan dapat untung, suku adat Malind justru kehilangan hak-hak hidup mereka di sana akibat adanya proyek MIFEE. 

baca juga

"Semua aktor-aktor korporasi yang selama ini memang memiliki kaitan-kaitan yang erat dengan kepentingan-kepentingan politik," tuturnya. 

"Ini yang saya pikir perlu menjadi perhatian seluruh warga masyarakat di Indonesia bahwa tidak ada ketahanan pangan, kedaulatan pangan yang akan terjadi dengan proyek-proyek skala besar ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Food Estate jadi Ancaman Baru Warga Papua, WALHI: Ulangi Program Masa Lalu Kapitalis!

Food Estate jadi Ancaman Baru Warga Papua, WALHI: Ulangi Program Masa Lalu Kapitalis!

News | Senin, 28 Juni 2021 | 13:26 WIB

BEM UI Kritik Jokowi, Ade Armando: Saya Menghargai Kebebasan Berekspresi

BEM UI Kritik Jokowi, Ade Armando: Saya Menghargai Kebebasan Berekspresi

Bogor | Senin, 28 Juni 2021 | 08:51 WIB

Kebut Vaksinasi, Presiden Jokowi Minta Pada Agustus 2021 Dua Juta Dosis Vaksin Per Hari

Kebut Vaksinasi, Presiden Jokowi Minta Pada Agustus 2021 Dua Juta Dosis Vaksin Per Hari

Lampung | Sabtu, 26 Juni 2021 | 13:32 WIB

Malari Sebut Habib Rizieq Lebih Dipercaya Dibanding Presiden Jokowi

Malari Sebut Habib Rizieq Lebih Dipercaya Dibanding Presiden Jokowi

Bogor | Jum'at, 25 Juni 2021 | 18:14 WIB

Terkini

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

×