Disebut Buzzer Pendukung Jokowi, Ade Armando: Saya Nggak Masalah

Bimo Aria Fundrika | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 29 Juni 2021 | 06:34 WIB
Disebut Buzzer Pendukung Jokowi, Ade Armando: Saya Nggak Masalah
Ade Armando memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait meme Anies mirip Joker, Rabu (20/11/2019). (Suara.com/Arga)

Suara.com - Dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando memenuhi tantangan debat yang diajukan Delpedro Marhaen dari Blok Politik Pelajar (BPP) menyoal kritik BEM UI yang menyebut Jokowi King Of Lip Service. Debat berlangsung pada Senin (28/6/2021) malam kemarin. 

Saat itu Delpedro mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Ade Armando, diantaranya meminta pengajar UI itu  memilih  menjadi buzzer pendukung Jokowi atau seorang akademisi. 

“Anda lebih memilih mana gelar akademisi atau sebagai pendukung Jokowi, dalam kurung buzzer?,” tanya Delpedro. 

Mendapat pertanyaan itu, Ade Armando mengaku bingung. 

“Buzzer atau akademisi? Ya akademisi,  buzzer atau pengusaha, nggak tahu kenapa harus milih,” ujarnya 

Ade Armando pun bertanya balik kepada Delpedro, memilih sebagai aktivis atau mahasiswa. 

Ade Armando [YouTube Cokro TV]
Ade Armando [YouTube Cokro TV]

“Itu pertanyaan pada Anda Ped, mau jadi mahasiswa atau menjadi aktivis. Kan bisa bilang saya mau jadi aktivis sekalian mahasiswa, mahasiswa atau aktivis atau penjual obat boleh tiga-tiganya,” ujar Ade Armando. 

Kemudian Ade Armando pun mengaku tidak masalah disebut buzzer.  Hal itu ketika moderator debat menyimpulkan jawaban darinya. 

“Nggak ada masalah (disebut buzzer), itu kan hanya kata-kata,” ujar Ade Armando. 

Untuk diketahui, Ade Armando menjadi salah satu pihak yang tidak setuju dengan kritikan yang dilontarkan BEM UI terhadap presiden Jokowi. 

Lewat akun Twitter miliknya, dia memberikan sindiran. 

“Ini karya BEM UI. Saya sih menghargai kebebasan berekspresi. Tapi kalau jadi lembaga yang mewakili mahasiswa UI, ya jangan kelihatan terlalu pandirlah. Dulu masuk UI, nyogok ya?” tulisnya dengan menyertakan potongan gambar kritikan BEM UI terhadap Jokowi. 

Dipanggil Rektorat Usai Kritik Jokowi

Sebelumnya, BEM UI memberikan kritikan tajam kepada Presiden Joko Widodo. Dalam kritikan terbuka ini, BEM UI menyebut Presiden Jokowi sebagai "King of Lip Service". Kritikan ini dibagikan di akun media sosial BEM UI, baik di Twitter maupun Instagram. BEM UI menyoroti berbagai janji Jokowi yang tidak ditepati, dan menyebut sang presiden kerap mengobral janji.

"JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE. Halo, UI dan Indonesia! Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu," tulis BEM UI di Instagram seperti dikutip oleh Suara.com, Minggu (27/6/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut BEM UI Ngaco saat Kritik Jokowi, BPP Balas Ade Armando: Pintar Itu Manut Rezim?

Sebut BEM UI Ngaco saat Kritik Jokowi, BPP Balas Ade Armando: Pintar Itu Manut Rezim?

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 06:30 WIB

Alasan Ini, Jokowi Bisa Saja Tak Lagi Pakai Jubir usai Fadjroel jadi Calon Dubes

Alasan Ini, Jokowi Bisa Saja Tak Lagi Pakai Jubir usai Fadjroel jadi Calon Dubes

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 06:15 WIB

Usai Pengadilan Korting Hukuman Pinangki jadi 4 Tahun, Jaksa Agung Dilaporkan ke Jokowi

Usai Pengadilan Korting Hukuman Pinangki jadi 4 Tahun, Jaksa Agung Dilaporkan ke Jokowi

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 06:00 WIB

Terkini

Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan

Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:16 WIB

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:03 WIB

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:54 WIB

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:48 WIB

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit

Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:22 WIB

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:14 WIB

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:12 WIB