Suara.com - Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengakui bahwa memang sudah ada pembicaraan mengenai vaksin Covid-19 dosis ketiga. Pembicaraan itu dilakukan Bio Farma dengan pemerintah dan Badan POM.
Namun pemberian dosis ketiga vaksin itu masih sebatas pembicaraan awal. Mengingat berdasarkan fakta di lapangan, vaksinasi tahap pertama dan kedua yang masih jauh dari target. Sehingga masih terlampau jauh jika sudah membicarakan vaksinasi dosis ketiga.
Hal itu dikatakan Honesti menjawab pertanyaan Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade saat rapat dengar pendapat. Andre bertanya apakah Indonesia akan mengikuti negara-negara lain semisal Turki yang sudah melakukan vaksinasi ketiga.
"Kita mencoba mempercepat vaksinasi kesatu-kedua. Ya boro-boro kita ngomong vaksin ketiga, (tahap) satu-duanya juga masih belum," kata Honesti secara daring, Rabu (7/7/2021).
Kendati masih jauh dan fokus kepada vaksinasi tahap pertama dan kedua, Honesti mengatakan vaksinasi dosis ketiga memang sudah mulai didiskusikan.
Kemungkinan jikapun ada vaksinasi dosis ketiga maka peruntukannya untuk tenaga medis terlebih dahulu.
![Tim medis TNI Angkatan Laut menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di atas kapal nelayan di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (29/6/2021). [ANTARA FOTO/Abriawan Abhe]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/06/29/42991-vaksinasi-untuk-warga-pesisir-dan-kepulauan.jpg)
"Paralel kita sudah mulai diskusikan Pak Andre minimal nanti untuk proteksi terhadap nakes dulu lah. Tapi tentu hasilnya nanti akan terkait nanti juga akan bisa disampaikan oleh otoritas yang bersangkutan pada saatnya itu sudah diputuskan," kata Honesti.
Vaksin Dosis Ketiga
Sebelumnya Andre menanyakan terkait vaksin dosis ketiga jepada Bio Farma. Ia turut menyinggung adanya sejumlah pihak yang telah melakukan vaksin dosis ketiga secara diam-diam.
"Nah kira-kira bagaimana Indonesia direncanakan mau jalankan hal itu atau tidak, kita pengen tahu pak. Karena kita juga tahu sudah banyak juga orang suntik yang ketiga gitu loh. Nah itu akan menjadi kebijakan negara ini hasil penelitian bapak nanti diusulkan ke Kemenkes atau tidak kita pengen tahu pak," tanya Andre.