Andi Arief: Saya, Presiden Memohon Maaf atas Penanganan Covid-19

Rendy Adrikni Sadikin | Aulia Hafisa | Suara.com

Kamis, 08 Juli 2021 | 09:43 WIB
Andi Arief: Saya, Presiden Memohon Maaf atas Penanganan Covid-19
Politikus Partai Demokrat Andi Arief.[Twitter/@Andiarief__]

Suara.com - Politisi Partai Demokrat, Andi Arief, menuliskan contoh permintaan maaf presiden melalui akun Twitter pribadinya @Andiarief.

Dalam cuitannya itu, ia menuliskan permintaan maaf dengan kata ganti orang pertama 'Saya, Presiden Indonesia'.

"Saya, Presiden Indonesia. Memohon maaf atas ucapan, tindakan dalam menangani covid," cuitnya seperti dikutip oleh Suara.com, Kamis (8/7/2021).

Di samping itu ia juga menambahkan bahwa permohonan maaf itu mencakup para menteri yang menganggap enteng Covid-19.

"Maafkan juga para menteri yg jadikan covid sebagai gurau canda dan enteng2an," tambahnya.

Selanjutnya, ia juga menuliskan bahwa ambisi Indonesia menuju negara maju gagal.

"Kini ambisi ekonomi 7 %gagal, dan Indonesia menuju negara gagal. Selanjutnya Mari bersatu," pungkasnya.

Cuitan Andi Arief (Twitter/Andiarief_)
Cuitan Andi Arief (Twitter/Andiarief_)

Sebelumnya, Andi Arief tegas mengkritik pemerintah, terutama Presiden Joko Widodo. Kritikan tersebut ia ungkapkan melalui cuitan-cuitan di akun Twitternya.

Pada Selasa (6/7/21), Andi Arief sebut Presiden bebek lemah dalam penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali. 

Andi Arief sebut Jokowi seperti bebek lemah yang hanya menerima laporan dari Luhut Binsar Panjaitan perihal pelaksanaan PPKM.

"Presiden saat ini alami 'fase bebek lemah," cuit cuitnya seperti dikutip pada Selasa, 6 Juli 2021.

Andi Arief juga sebut Presiden Jokowi seperti raja terkungkung dalam Istana.

"Bagai raja terkungkung di Istana menerima laporan saja," ungkapnya.

Sedangkan, menurut Andi Arief, Luhut dibiarkan marah-marah dan bekerja sendiri. Sedangkan Menteri Kesehatan, katanya, lemah dalam urusan birokrasi.

Dikritik Fadli Zon

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Girikulon Magelang Dirikan Dapur Umum Bantu Warga Isolasi Mandiri Covid-19

Warga Girikulon Magelang Dirikan Dapur Umum Bantu Warga Isolasi Mandiri Covid-19

Jawa Tengah | Kamis, 08 Juli 2021 | 09:22 WIB

Update 8 Juli 2021: RSD Wisma Atlet Rawat 5.899 Pasien Positif Covid-19

Update 8 Juli 2021: RSD Wisma Atlet Rawat 5.899 Pasien Positif Covid-19

News | Kamis, 08 Juli 2021 | 09:15 WIB

Ramai Isu Ma'ruf Amin Mundur dari Wapres RI, Sosok Ini Jadi Kandidat Kuat Pengganti

Ramai Isu Ma'ruf Amin Mundur dari Wapres RI, Sosok Ini Jadi Kandidat Kuat Pengganti

News | Kamis, 08 Juli 2021 | 09:00 WIB

Terkini

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:56 WIB

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:53 WIB

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:33 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:29 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07 WIB