alexametrics

Sulit Terapkan Prokes untuk ODGJ di Panti Sosial, Ada yang Pakai Sikat Gigi Gantian

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Sulit Terapkan Prokes untuk ODGJ di Panti Sosial, Ada yang Pakai Sikat Gigi Gantian
Para orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berlatih membuat keset kain perca di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa, Cipayung, Jakarta, Rabu (12/5/2021). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Mereka tak diwajibkan memakai masker selama di dalam panti.

Suara.com - Pemerintah telah mewajibkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19 ini. Namun hal ini sulit diterapkan bagi para Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Misalnya, seperti yang terjadi di Panti Sosial Bina Laras Harapan (PSBLH) Sentosa 2 Cipayung, Jakarta Timur.

Kepala Panti, Tuti Sulistyaningsih, mengakui sulit meminta para warga binaan sosial (WBS) untuk memakai masker.

"Mereka kan enggak bisa tertib pakai masker, ntar lupa taruh di mana, ketemu punya siapa saja langsung dipakai. Makainya juga enggak bener, pokoknya enggak efektif kita evaluasi," ujar Tuti saat dihubungi Suara.com, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Pernah Jadi Klaster, ODGJ di Panti Sosial Cipayung Bersih dari Covid-19

Karena itu, mereka tak diwajibkan memakai masker selama di dalam panti. Namun untuk pelindung wajah atau face shield, para ODGJ itu disebutnya masih bisa mengerti kegunaannya.

"Kalau masker susah deh, nanti mereka enggak tahu masker yang sudah dikasih yang mana. Pas disuruh pakai punya orang lain," katanya.

Tak hanya itu, penggunaan sikat gigi juga menjadi perhatiannya. Ribuan ODGJ di lokasi tak bisa mengingat mana sikat gigi pribadinya masing-masing.

Solusinya, setelah berkonsultasi dengan dokter, akhirnya tiap sikat gigi direndam dengan larutan klorin atau air garam agar menghilangkan virus atau bakteri yang menempel.

"Kita bikin rendaman. Misalnya setengah tutup botol kita rendam sebentar saja 5 menit itu sudah seperti baru. Kalau ketukar-tukar, ada yang sudah terindikasi," tuturnya.

Baca Juga: Patuhi Protokol Kesehatan, Jauhkan Covid-19 disekitar Kita

Karena sulit menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker, maka orang dari luar yang dikurangi interaksinya dengan para WBS. Para petugas misalnya, diwajibkan mengenakan masker double dan tak melakukan kontak langsung.

"Petugas kan yang biasanya membawa virus, tahun ini WBS kita enggak ada yang terpapar, malah petugasnya yang kena sudah ada sembilan orang," ucapnya.

Karena itu, ia menyebut di PSBLH Sentosa 2 Cipayung tidak ada kasus Covid-19 kepada para ODGJ meski memiliki WBS dengan jumlah ribuan orang. Begitu ada indikasi seperti demam dan kontak dengan petugas positif, langsung diisolasi.

"Kalau WBS-nya tidak ada, ada di Budi Murni 1 orang suhunya tinggi langsung diisolasi," pungkasnya.

Komentar