alexametrics

Viral Seruan Stop Berita Covid-19 Tempel Logo Pemda, Publik Curiga By Design

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Viral Seruan Stop Berita Covid-19 Tempel Logo Pemda, Publik Curiga By Design
Hebon Seruan Stop Berita Covid di media sosial Twitter. (Tangkapan layar/Twitter)

Namun adanya selebaran ajakan ini memantik sejumlah respons. Pertama respons disampaikan dengan menyinggung soal herd stupidity dan herd imunity yang bisa secara disengaja.

Suara.com - Di tengah penyebaran Covid-19 yang makin mengganas, muncul seruan untuk menyetop pemberitaan tentang Covid-19 dan viral di media sosial. Mirisnya, ajakan untuk tidak menyebar informasi tentang kasus Covid-19 bagi masyarakat itu menempelkan logo pemerintah daerah. 

Seruan untuk menyetop berita Covid itu menyeruak di Twitter. Seperti unggahan dari akun @kopiganja yang dilihat Suara.com, Kamis (15/7/2021) hari ini. Dalam unggahan akun itu, ada empat buah pamflet digital yang isinya sama-sama meminta warga untuk tidak menyebarkan berita Covid dengan dalih agar situasi bisa terkendali.  

"Warga Kab. Lamongan Kompak Untuk Tidak Upload Berita Tentang Covid. Biar Masyarakat Tentram Tenang," demikian isi pesan dari seruan tersebut. 

Selebaran stop info Covid-19. (Foto: bidik layar Twitter)
Selebaran stop info Covid-19. (Foto: bidik layar Twitter)

Dalam seruan itu juga terdapat logo-logo pemerintahan daerah serta ikon-ikon daerah tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan belum diketahui, apakah selebaran ajakan ini merupakan resmi dari Pemda atau bukan.

Baca Juga: 5 Cara Cerdas Agar Tidak Gampang Iri

Namun adanya selebaran ajakan ini memantik sejumlah respons. Pertama respons disampaikan dengan menyinggung soal herd stupidity dan herd imunity yang bisa secara disengaja. 

"Herd stupidity itu, sebagaimana herd immunity, sama-sama bisa terbentuk secara tidak sengaja (alami), tapi bisa juga terbentuk secara sengaja (by design)," cuit akun @ze***.

Selebaran stop info Covid-19. (Foto: bidik layar Twitter)
Selebaran stop info Covid-19. (Foto: bidik layar Twitter)

Kemudian ada juga yang menyampaikan kalau selebaran tersebut sempat diunggah ulang oleh salah satu kepala daerah. Padahal, kata dia, di daerah tersebut protokol kesehatan belum berjalan maksimal. 

"Lamongan bahkan direpost di story bupatinya. Padahal Lamongan los dol. Banyak orang gak make masker, cakupan vaksin masih rendah, penjual makanan banyak gk make masker. 1 lagi, yang bikin gambar Lamongan itu juga plagiat dari Jombang," tulis akun @ton*******.

Baca Juga: Heboh Ojol Ngaku Pendapatan Naik Jadi Rp 5 Juta Saat Pandemi, Alasannya Bikin Heran

Komentar