Array

Ini Sekolah Pertama di Dunia yang Dicetak dengan Printer 3 Dimensi

Minggu, 18 Juli 2021 | 20:35 WIB
Ini Sekolah Pertama di Dunia yang Dicetak dengan Printer 3 Dimensi
Sekolah pertama di dunia yang dicetak dengan printer 3 dimensi. (Twitter/@CDCgroup/Ben Kanyizira/Homeline Media)

Suara.com - Sebuah sekolah di desa Mcheza, Malawi tengah dibangun dengan teknologi printer 3D pertama di dunia. Warga setempat dibuat takjub dengan 'keajaiban' ini.

"Malam sebelumnya, para pria sedang bekerja di situs menyiapkan peralatan dan di pagi hari, gedung sekolah berdiri di tanah yang disediakan," kata Kepala Senior Kalonga kepada Zenger News.

Menyadur News Week Minggu (18/07), perusahaan Prancis 14Trees adalah pihak yang membangun gedung sekolah dalam waktu kurang dari 15 jam atau secara harfiah dalam semalam.

Desa Mcheza, di tepi danau Salima menyuguhkan pemandangan khas desa khas Malawi dengan fasilitas umum yang masih langka, termasuk sekolah yang memaksa anak-anak berjalan jauh setiap hari.

Putri Marita Feliat yang berusia delapan tahun, Triza, salah satu siswa pertama yang mendaftar di sekolah ini gembira karena ia memiliki sekolah yang jaraknya lebih dekat.

Sekolah pertama di dunia yang dicetak dengan printer 3 dimensi. (Twitter/@CDCgroup)
Sekolah pertama di dunia yang dicetak dengan printer 3 dimensi. (Twitter/@CDCgroup/Ben Kanyizira/Homeline Media)

Triza, siswa kelas dua, lahir dengan keluhan di kaki kiri dan membuatnya tak bisa berjalan jauh. "Sekolah sebelumnya berjarak lebih dari 5 kilometer, jadi kami senang ada sekolah di desa. Putri saya bisa masuk kelas setiap hari."

Menurut Badan Kelas Amal Britania Raya untuk Malawi, negara ini kekurangan sekitar 40 ribu ruang kelas. "Akan memakan waktu sekitar 70 tahun untuk memenuhi itu," kata direktur pelaksana 14Trees François Perrot.

"Kita perlu secara menerapkan pendekatan mutakhir yang cepat, efisien dalam skala besar. Inilah yang dicapai teknologi printer 3 dimensi."

Metode ini mengurangi jumlah bahan yang dibutuhkan dan mengurangi jejak karbon bangunan hingga 70 persen dibandingkan dengan metode konvensional.

Baca Juga: Sudah Tak Layak Pakai, Pria Ini Jual Sepatu Converse Pertama di Dunia Seharga Rp140 Juta

"Mempertimbangkan volume unit yang diperlukan untuk mencetak, kami percaya bahwa bangunan cetak 3D dapat 10 hingga 20 persen lebih hemat biaya daripada metode konvensional segera," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI