Sampah jadi Penyambung Hidup, Jeritan Pemulung Hancur-hancuran Digempur Covid-19

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 21 Juli 2021 | 14:04 WIB
Sampah jadi Penyambung Hidup, Jeritan Pemulung Hancur-hancuran Digempur Covid-19
TPST Bantar Gebang Bekasi. [Antara]

Suara.com - Pandemi Covid membuat sejumlah rakyat menjerit lantaran ekonominya ikut dilanda kesulitan. Hal itu pula termasuk yang dirasakan oleh pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. 

Suara.com coba mendengarkan keluh kesah para pemulung yang ekonominya ikut terdampak di tengah covid yang semakin mengganas. Salah satunya seperti Dede (29), dirinya masih terus mencari nafkah dari tumpukan sampah yang menggunung di Bantar Gebang. Selama pandemi dirinya tetap bekerja mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB. 

"Saya masih tetap kerja kayak sekarang meski kondisi lagi begini kan (pandemi)," kata Dede saat ditemui Suara.com, Rabu (21/7/2021). 

Ia menyampaikan, biasanya dalam sehari dirinya bisa membawa uang ke rumah minimal Rp50 ribu. Itu penghasilan sebelum corona menghampiri Indonesia. 

"Kalau penghasilan di sini kita nggak bedanya kerja bangunan. Kita kerja sistim borongan kan. Ibaratnya kalau kitanya rajin ya dapet aja sehari cuma Rp60-Rp70 ribu sih dapet. Ya bersih-bersihnya mah kami dapet sisa makan-ngerokok. Itu normalnya 50 ribu," ungkapnya.

Akan tetapi, semenjak corona merebak penghasilannya anjlok. Maklum saja, kata dia, harga jual sampah yang dipungut oleh para pemulung tersebut alami penurunan.

Mobil bak yang dipakai pemulung untuk mengangkut barang bekas atau plastik di PTST Bantar Gebang. (Suara.com/Bagaskara)
Mobil bak yang dipakai pemulung untuk mengangkut barang bekas atau plastik di PTST Bantar Gebang. (Suara.com/Bagaskara)

"Ya untuk nyari atau dapat uang Rp50 ribu dibawa pulang itu sulit dalam satu hari ini. Paling cuma Rp30 ribu," tuturnya. 

"Kendalanya kan satu dari harga penjualan kita menurun. Kedua dari keuangan juga banyak tersendat. Kalau dulu kan enggak jadi harga penjualan stabil keuangan lancar-lancar aja," sambungnya. 

Menurutnya, harga jual sampah seperti plastik perkilo biasanya dihargai Rp600 perak. Namun semenjak pandemi harga jual menurun bahkan sampai setengahnya. 

baca juga

"Apalagi pas pertama-pertama muncul corona kan kurang lebih tahun 2019 itu untuk menjualnya aja susah. Sampai ada yang nawar 200 perak satu kilonya," kata dia. 

Ia pun mengaku selama menggeluti pekerjaannya sebagai pemulung ini ujian yang paling sulit dihadapi. Belum lagi, kata dia, harus mencukupi kehidupan keluarganya di rumah.

Mobil bak yang dipakai pemulung untuk mengangkut barang bekas atau plastik di PTST Bantar Gebang. (Suara.com/Bagaskara)
Mobil bak yang dipakai pemulung untuk mengangkut barang bekas atau plastik di PTST Bantar Gebang. (Suara.com/Bagaskara)

Yang Penting Bisa Makan 

"Yang penting sih bagi kami orang-orang pemulung ini kan yang penting kami ketemu makan berapa pun dijual. Akhirnya mau enggak mau dari pada kami enggak makan. Terus ibaratnya enggak ada kerjaan juga kan," tuturnya. 

Lebih lanjut, ia mengaku kondisi sulit ini sempat dikeluhkan oleh keluarganya. Namun, Dede beserta para pemulung yang lain hanya bisa memberikan pemahaman. 

"Ya kalau keluarga mengeluh sih tapi namanya manusia sifatnya orang pasti ngeluh. Cuman kita mengimbanginya gini yang penting kita ketemu makan kita sehat," kata dia. 

Serupa dengan Dede, pemulung lainnya bernama Khaerul (40) mengeluhkan hal yang serupa. Selama pandemi ia menyebut ekonominya berantakan. 

"Parah pak, penghasilan kami hancur-hancuran selama ada corona ini," katanya. 

Keduanya pun berharap pandemi segera berakhir. Sehingga penghasilannya bisa kembali normal meskipun tak seberapa. 

"Namanya rejeki kita enggak tahu. Yang penting berusaha. Kita kan orang bawah yang penting satu kita berjuang, berjuang untuk keluarga, berjuang untuk pribadi terlebih untuk orang banyak keluarga gitu," kata dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditinggal karena Ortu Dirawat, Kondisi Terkini 3 Anak Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah

Ditinggal karena Ortu Dirawat, Kondisi Terkini 3 Anak Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 13:57 WIB

Cerita Pemulung Bantar Gebang: Waswas Sama Covid Meski Hidungnya Kebal Sampah

Cerita Pemulung Bantar Gebang: Waswas Sama Covid Meski Hidungnya Kebal Sampah

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 12:42 WIB

Menyentuh, Inisiatif Anak Ini untuk Berbagi Teh Kemasan pada Pemulung Sukses Bikin Salut

Menyentuh, Inisiatif Anak Ini untuk Berbagi Teh Kemasan pada Pemulung Sukses Bikin Salut

Lifestyle | Selasa, 20 Juli 2021 | 08:54 WIB

Bikin Terharu, Seorang Pemulung Beli Hewan Kurban Pakai Uang Rp 2 Ribuan

Bikin Terharu, Seorang Pemulung Beli Hewan Kurban Pakai Uang Rp 2 Ribuan

Jabar | Sabtu, 17 Juli 2021 | 11:07 WIB

Terkini

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes

Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:06 WIB

Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029

Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:03 WIB

Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu

Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:01 WIB

×