PM Israel Marah Besar Perkara Es Krim, Unilever Ikut Kena Getahnya

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:39 WIB
PM Israel Marah Besar Perkara Es Krim, Unilever Ikut Kena Getahnya
Ilustrasi es krim Ben & Jerry’s.[dok.Ben & Jerry’s]

Suara.com - Perusahaan es krim Ben & Jerry's yang sudah bergabung dengan Unilever memutuskan untuk menghentikan penjualan peroduknya di Tepi Barat, Israel dan Yerusalam Timur.

Menyadur The Guardian Rabu (21/07), PM Israel Naftali Bennett marah besar atas keputusan ini. Ia menyebut akan ada konsekuensi besar bagi Ben & Jerry's dan perusahaan induknya, Unilever.

Kantor Bennett mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa mengatakan perdana menteri telah berbicara dengan kepala eksekutif Unilever, Alan Jope, "langkah yang jelas anti-Israel".

Kementerian luar negeri Israel mengutuk keputusan itu sebagai "tekanan agresif dan berkelanjutan dari kelompok-kelompok anti-Israel yang ekstrem" dan mengatakan perusahaan itu bekerja sama dengan terorisme ekonomi.

Dalam pernyataan di situs webnya, Ben & Jerry's mengatakan penjualan di wilayah Palestina yang diduduki tidak sesuai dengan nilai-nilai perusahaan mereka.

Es krim Ben & Jerry's hentikan penjualan di Israel. (benjerry)
Es krim Ben & Jerry's hentikan penjualan di Israel. (benjerry)

Mereka memberi tahu pemegang lisensi lama bahwa perjanjian tidak diperpanjangpada akhir tahun depan. Perusahaan berencana untuk tetap menjual produknya di Israel, tetapi melalui pengaturan yang berbeda.

Unilever mengakuisisi Ben & Jerry's tahun 2000 dengan syarat memberi pembuat es krim yang berbasis di Vermont lebih banyak otonomi daripada anak perusahaan lainnya untuk melestarikan misi budaya dan sosial perusahaan.

Sumber politik mengatakan ada kekhawatiran perusahaan internasional lainnya akan mengikuti jejak Ben & Jerry's di bawah tekanan dari gerakan BDS.

BDS adalah sebuah inisiatif yang dipimpin Palestina yang menganjurkan boikot, divestasi dan sanksi terhadap institusi dan bisnis Israel, yang dikecam banyak orang Israel sebagai antisemit.

baca juga

BDS memuji keputusan Ben & Jerry's sebagai langka untuk mengakhiri keterlibatan perusahaan dalam pendudukan Israel dan pelanggaran hak-hak Palestina.

"Kami berharap Ben & Jerry's memahami bahwa, selaras dengan komitmen keadilan sosialnya, tidak akan ada bisnis seperti biasa dengan apartheid Israel."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Es Krim AS Ini Hentikan Penjualan di Wilayah Pendudukan Israel

Perusahaan Es Krim AS Ini Hentikan Penjualan di Wilayah Pendudukan Israel

News | Selasa, 20 Juli 2021 | 15:44 WIB

Nikita Mirzani Dijahili Tukang Es Krim Turki, Bikin Gemas Warganet

Nikita Mirzani Dijahili Tukang Es Krim Turki, Bikin Gemas Warganet

Entertainment | Senin, 19 Juli 2021 | 17:00 WIB

Makin Ngadi-Ngadi, Sisca Kohl Bikin Es Krim Ketoprak

Makin Ngadi-Ngadi, Sisca Kohl Bikin Es Krim Ketoprak

Lifestyle | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:34 WIB

Terkini

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:36 WIB

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:26 WIB

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:21 WIB

OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD

OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:59 WIB

Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari

Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:58 WIB

Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan

Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:51 WIB

Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan

Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:51 WIB

Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU

Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:48 WIB

Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!

Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:48 WIB