alexametrics

Geger Coretan 'Open BO' di Baliho Puan Maharani, PDIP Lapor Polisi

Reza Gunadha | Bagaskara Isdiansyah
Geger Coretan 'Open BO' di Baliho Puan Maharani, PDIP Lapor Polisi
Baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani di Kantor DPC PDIP Kabupaten Blitar, Jawa Timur menjadi korban aksi vandalisme, dengan tulisan 'Open BO' menggunakan cat semprot berwarna hitam. [Bagus Ary Wicaksono/kliktimes.com]

Tepat di bawah kalimat ucapan Puan Maharani tersebut, terlihat tulisan berwarna hitam dengan cat semprot memakai huruf kapital: Open BO.

Suara.com - Baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani di Kantor DPC PDIP Kabupaten Blitar, Jawa Timur menjadi korban aksi vandalisme, dengan tulisan 'Open BO' menggunakan cat semprot berwarna hitam.

Hal itu diketahui berdasarkan foto yang diterima awak media, terlihat Puan menyematkan ucapan 'Selamat melaksanakan Rapat Kerja Daerah PDIP Jawa Timur. Di Bumi Bung Karno 21 Juni 2021'. 

Tepat di bawah kalimat ucapan tersebut, terlihat tulisan berwarna hitam dengan cat semprot memakai huruf kapital: Open BO.

Di samping kalimat ucapan tersebut terpampang foto Puan berukuran besar dengan menggunakan pakaian adat. 

Baca Juga: Puan Maharani: Hati Saya Pilu Dengar Vino jadi Yatim Piatu

Untuk diketahui, open BO adalah istilah yang merujuk pada praktik prostitusi mencari pelanggan.

Belum diketahui aksi vandalisme tersebut dilakukan oleh siapa dan sejak kapan dilakukan.

Namun, berdasarkan keterangan Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, pihak perwakilan PDIP sudah ada yang melaporkan kejadian tersebut. 

Pihak yang melaporkan kasus tersebut ke polisi disebut relawan Anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang memang diketahui memiliki daerah pilih di Jawa Timur. 

"Orangnya Pak Arteria membuat pengaduan soal itu. Mungkin karena produk internal kan bisa dibuat laporan untuk tindak lanjutnya," ujar Leo kepada wartawan. 

Baca Juga: Puan Maharani Ultimatum Pemerintah: Jangan Buka Data Palsu Penanganan Covid-19 ke Publik!

Sementara itu, Suara.com mencoba mengonfirmasi soal adanya kasus aksi vandalisme tersebut ke sejumlah elite PDIP.