alexametrics

Pria Ini Dipaksa Pindahkan Patung Ayah dari Kuburan, Alasannya: Mirip Hitler

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Pria Ini Dipaksa Pindahkan Patung Ayah dari Kuburan, Alasannya: Mirip Hitler
Mein Kampf buku otobiografi Adolf Hitler yang diterbitkan 18 Juli 1925. (Shuttlestock)

Patung kayu itu dibuat untuk mengenang sang ayah, tap malah disebut mirip Hitler.

Suara.com - Seorang pria Jerman terpaksa memindahkan patung yang ia pajang karena dianggap mirip Hitler.  Menyadur New York Post Rabu (28/07) patung kayu yang dipajang di kuburan itu dikritik sebagai peringatan kematian Adolf Hitler.

Peristiwa ini terjadi di Weil im Schönbuch di Baden-Württemberg setelah seorang pria bernama Oliver memajang patung di makam ayahnya, Edwald E., tukang kayu yang meninggal tahun 2013.

Patung kayu itu kontroversial karena memiliki kumis yang identik dengan sosok Hiter dan kaus sepak bola yang diukir dengan nomor 88, kode untuk "Heil Hitler" dalam gerakan neo-Nazi.

Angka 8 dianggap keramat karena "H" adalah huruf kedelapan dari alfabet.

Baca Juga: BBC Selidiki Jurnalisnya yang Nge-tweet: Hitler Was Right

Warga melaporkan hal ini pada wali kota, yang segera memindahkan patung itu di kuburan tapi Oliver masih diizinkan untuk menyimpannya di halaman rumah sendiri.

Adolf Hitler, sang diktator Nazi Jerman. (Shutterstock)
Adolf Hitler, sang diktator Nazi Jerman. (Shutterstock)

Pengacara Oliver bersikeras kliennya bukan seorang Nazi. Dia menjelaskan seragam jersey adalah bentuk penghormatan pada ayahnya karena bekerja sebagai kasir klub sepak bola selama 30 tahun.

Sedangkan angka "88" yang keramat adalah nomor rumah tempat ayah tinggal.

Pemerintah meluncurkan penyelidikan apakah patung itu melanggar KUHP Jerman tentang larangan penggunaan simbol organisasi inkonstitusional, kecuali untuk tujuan artistik atau pendidikan.

Undang-undang tersebut melarang lambang swastika dan lencana serta slogan Nazi lainnya, tapi tidak menyebutkan simbol spesifik.

Baca Juga: Dianggap Mirip Hitler, Amazon Ubah Logo Kumis Sikat Gigi Pada Aplikasi

Komentar