alexametrics

Covid-19 Menggila, Dokter Indonesia yang Gugur Sudah Capai 598 Orang

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Covid-19 Menggila, Dokter Indonesia yang Gugur Sudah Capai 598 Orang
Covid-19 Menggila, Dokter Indonesia yang Gugur Sudah Capai 598 Orang. Ilustrsasi prosesi pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (19/7/2021). (Suara.com/Yaumal Asri)

Ini merupakan angka kematian dokter tertinggi dalam satu bulan selama pandemi.

Suara.com - Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat sudah ada 598 dokter yang gugur akibat pandemi Covid-19 di tanah air. Tim Mitigasi PB IDI mencatat per Rabu (28/7/2021) jumlah kematian dokter pada bulan Juli ini sudah mencapai 167 dokter gugur karena ledakan Covid-19.

Ini merupakan angka kematian dokter tertinggi dalam satu bulan selama pandemi.

"Ini kami khawatirkan di bulan ini jadi 600 dokter yang gugur akibat pandemi, banyak guru, adik, saudara kami yang harus gugur melawan pandemi ini," kata Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI, Mahesa Paranadipa, Rabu (28/7/2021).

Rinciannya, ada 319 dokter umum yang gugur, 5 di antaranya guru besar.

Baca Juga: 545 Dokter Meninggal akibat Covid-19, Tim Mitigasi PB IDI: Beban Kerja Terlalu Berat

Lalu dokter spesialis sebanyak 270 dokter, 29 di antaranya guru besar, dan 9 dokter residen.

Sementara, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) juga mencatat sudah ada 503 perawat yang gugur akibat terinfeksi Covid-19.

Mereka terdiri dari 9 perawat SPK, 288 perawat diploma, 153 perawat profesi ners, 30 perawat sarjana, 20 perawat magister, dan 4 perawat spesialis.

Komentar