Seluruh Daerah Dinilai Layak Anak, Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Pelopor

Fabiola Febrinastri

Kamis, 29 Juli 2021 | 17:45 WIB
Seluruh Daerah Dinilai Layak Anak, Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Pelopor
Pemprov Jateng menerima penghargaan sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak. (Dok: Pemprov Jateng)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dinobatkan sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak. Penghargaan diterima Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2AKB) Jateng, Retno Sudewi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara daring, Jateng, Kamis (29/7/2021).

Retno Sudewi menyebutkan, penghargaan itu diperoleh karena seluruh daerah di Jateng sudah dinyatakan layak anak.

“Alhamdulillah, 100 persen kabupaten/kota di Jateng sudah dinyatakan layak anak, sehingga hari ini Jateng jadi pelopor provinsi layak anak di Indonesia," ungkapnya.

Ia mengatakan, sebelumnya ada tiga kabupaten/kota di Jateng yang belum layak anak, antara lain Purbalingga, Wonogiri dan Banjarnegara.

"Tahun ini, ketiganya sudah masuk sebagai kabupaten/kota layak anak. Jadi sudah lengkap," jelas wanita yang akrab disapa Dewi ini.

Ia menjelaskan, dari 35 kabupaten/kota di Jateng yang mendapatkan penghargaan, 14 kabupaten/kota berpredikat madya, 13 mendapat predikat pratama dan 7 kabupaten/kota mendapat predikat nindya.

"Satu-satunya daerah di Jateng yang mendapat predikat utama adalah Kota Surakarta," ucapnya.

Setelah menerima penghargaan, Retno menghadap Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk menyampaikan kabar gembira itu. Ganjar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, karena sudah berusaha keras menjadikan seluruh daerah di Jateng layak anak.

"Maka sekarang Jateng dinobatkan jadi pelopor. Tapi tidak cukup hanya statement layak anak, mudah-mudahan secara operasional betul-betul kelayakannya teruji. Anak-anak bisa nyaman di manapun, termasuk saat sekolah, saat bermain dan sebagainya. Anak benar-benar tidak ada yang terancam saat beraktivitas," kata Ganjar.

baca juga

Ganjar selalu berpesan kepada masyarakat Jateng, jika melihat anak kecil di manapun, maka perlakukanlah mereka seperti anak sendiri, sehingga mereka nyaman, tidak ada yang memusuhi bahkan menyakiti.

"Mudah-mudahan dengan 100 persen daerah di Jateng layak anak dan Provinsi Jateng jadi pelopor layak anak, maka betul-betul ada improvement dan perbaikan yang diberikan, agar pelaksanaannya di lapangan sesuai yang diharapkan," tegasnya.

Apalagi saat pandemi seperti sekarang, Ganjar mengatakan bahwa anak-anak kita harus mendapat perhatian. Kegiatan mereka yang banyak di rumah dan tidak terpantau. Banyak anak yang keasyikan bermain game dan banyak yang stress karena tugas sekolah.

"Saya minta coba perhatikan mereka ini, sekarang kondisinya seperti apa. Ada riset kecil untuk bisa tahu kondisinya. Apakah jenuh, stres, apakah ada kekerasan atau tidak saat proses belajar mengajar dan lainnya. Kan banyak sekarang, karena daring dan orang tua tidak bisa mendampingi, justru orang tuanya marah-marah dan anak jadi stres. Ini harus dicek," tegasnya.

Termasuk kejadian-kejadian luar biasa yang menimpa anak-anak kita. Misalnya, ada anak bernama Vino di Kutai Barat Kalimantan Timur yang viral, karena ditinggal meninggal kedua orang tuanya. Anak itu harus ada yang mengurusi agar tidak terlantar.

"Ternyata tadi dilaporkan sudah diurus. Karena kakek neneknya ada di Sragen, jadi mau dibawa ke sini. Ini contoh kita mesti aware, karena itu warga Jateng meskipun ada di sana. Kita kerja sama dengan mereka dan pak gubernur di sana bagus. Beliau siap mengadopsi jika tidak ada yang mengurus. Alhamdulillah kakek neneknya sayang, sehingga kita bisa membantu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepatan Vaksinasi di Jateng, Ganjar Minta 2,4 Juta Dosis Per Minggu

Percepatan Vaksinasi di Jateng, Ganjar Minta 2,4 Juta Dosis Per Minggu

Jawa Tengah | Selasa, 27 Juli 2021 | 19:05 WIB

Pandemi Belum Berakhir, Ganjar Minta Kades Kontrol Ibu Hamil dan Stunting

Pandemi Belum Berakhir, Ganjar Minta Kades Kontrol Ibu Hamil dan Stunting

Jawa Tengah | Selasa, 27 Juli 2021 | 17:17 WIB

Dilonggarkan, Polisi Buka Sejumlah Titik Penyekatan di Kabupaten Kudus

Dilonggarkan, Polisi Buka Sejumlah Titik Penyekatan di Kabupaten Kudus

Jawa Tengah | Senin, 26 Juli 2021 | 22:48 WIB

Lengkap! Deretan Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Jateng yang Dimutasi

Lengkap! Deretan Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Jateng yang Dimutasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Juli 2021 | 21:40 WIB

Tol Jawa Tengah Sudah Dibuka, Penyekatan Tetap Diberlakukan

Tol Jawa Tengah Sudah Dibuka, Penyekatan Tetap Diberlakukan

Otomotif | Senin, 26 Juli 2021 | 11:29 WIB

Anak-anak di Jateng Mulai Divaksin, Ganjar: Bisa Cepet Kembali Belajar

Anak-anak di Jateng Mulai Divaksin, Ganjar: Bisa Cepet Kembali Belajar

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Juli 2021 | 13:37 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×