alexametrics

Sebut Atlet Korea Selatan Sipit, Komentator Olimpiade 2020 di Yunani Ini Dipecat

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Sebut Atlet Korea Selatan Sipit, Komentator Olimpiade 2020 di Yunani Ini Dipecat
Logo Olimpiade 2020 Tokyo dipajang di luar Stasiun Tokyo, Jepang. [Charly TRIBALLEAU / AFP]

Ia dipecat beberapa jam setelah melontarkan komentar tersebut.

Suara.com - Lembaga penyiaran Yunani memecat seorang komentator setelah melontarkan komentar rasis kepada atlet tenis meja Korea Selatan yang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.

Menyadur The Independent Kamis (29/7/2021) Dimosthenis Karmiris melontarkan komentar setelah Jeoung Young Sik mengalahkan atlet tenis meja Yunani Panagiotis Gionis pada Selasa (27/7/2021).

Ketika atlet Yunani tersebut dikalahkan, Karmiris mengeluarkan komentar yang menyinggung keterampilan pemain tenis meja Korea Selatan itu.

Karmiris mengomentari mata atlet Korea Selatan itu dengan kemampuannya. "Saya tidak mengerti bagaimana mereka bisa melihat bola bergerak maju mundur." ujarnya.

Baca Juga: Marcus/Kevin Sanjaya Gagal ke Semifinal Olimpiade Tokyo 2020

Komentator Olimpiade 2020 di Yunani yang lontarkan komentar rasis ke atlet tenis meja Korea Selatan.[Twitter]
Komentator Olimpiade 2020 di Yunani yang lontarkan komentar rasis ke atlet tenis meja Korea Selatan.[Twitter]

Beberapa jam setelah pertandingan tersebut, ERT mengatakan bahwa mereka telah mengakhiri kerja samanya dengan Karmiris.

"Komentar rasis tidak memiliki tempat di televisi publik. Kolaborasi antara ERT dan Dimosthenis Karmiris dihentikan hari ini, segera setelah pertunjukan pagi." jelas ERT dalam pernyataannya.

Pemecatan Karmiris langsung menuai komentar dari warganet. Banyak yang mengatakan bahwa komentarnya sangat konyol.

"Ini tahun 2021 dan beginilah cara presenter di televisi Yunani berkomentar tentang pemain tenis meja Asia," tulis seorang warganet.

Jeoung Young Sik mengalahkan Gionis dengan skor 7-11, 11-7, 8-11, 10-12, 12-10, 11-6, 14-12 dan berhak melaju ke babak 16 besar.

Baca Juga: Kembali Melakukan Percobaan Bunuh Diri, Kwon Mina Ditemukan Terkapar di Rumahnya

Unggulan kesepuluh Korea Selatan itu menyelamatkan tujuh match point berturut-turut dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat.

Komentar