alexametrics

Penjelasan Kapolres dan Wabub Ngawi Soal Isu Keranda Terbang dan Teror Ketuk Pintu

Siswanto
Penjelasan Kapolres dan Wabub Ngawi Soal Isu Keranda Terbang dan Teror Ketuk Pintu
Ilustrasi hantu (Unsplash/Stefano Pollio)

Isu tersebut awalnya dihembuskan warga berinisial Syd, kemudian oleh paranormal berinisial Is dikaitkan-kaitkan dengan cerita keranda terbang.

Suara.com - Kapolres Ngawi Ajun Komisaris Besar Polisi I Wayan Winaya memastikan informasi yang beredar dengan menyebutkan adanya keranda terbang dan teror terhadap warga dengan cara mengetuk pintu rumah adalah hoaks. Isu ini sebelumnya membikin sebagian warga Desa Klitik, Kecamatan Geneng, dan Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, resah selama berhari-hari.

Isu tersebut awalnya dihembuskan warga berinisial Syd, kemudian oleh paranormal berinisial Is dikaitkan-kaitkan dengan cerita keranda terbang. 

Untuk menghentikan isu, siang tadi, dilakukan pertemuan untuk klarifikasi yang dihadiri Rianto, Wayan, dan sejumlah perangkat pemerintah.

“Sebelumnya tadi kami sudah cek kedua TKP tersebut. Kita mendapatkan informasi tentang adanya berita dari Id dan Syd. Di TKP kami memperoleh informasi bahwa tidak adanya saksi lain yang menyaksikan kejadian tersebut sehingga kami menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap tenang seperti saat ini dan tidak membesar-besarkan berita tersebut,” kata Wayan dalam laporan Beritajatim.

Baca Juga: Lantaran Stres Menganggur Karena Sepi Job, Dalang Asal Ngawi Ini Lampiaskan dengan Nyabu

Aparat sudah meminta meminta keterangan Is.

Atas dasar itu semua, Wayan meminta masyarakat meningkatkan kembali siskamling.

Rianto menambahkan masyarakat jangan gampang menelan mentah-mentah informasi yang beredar. Dia meminta warganya selektif.

Dia mengatakan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat serta masyarakat  saat ini sedang bahu membahu menangani dampak Covid-19.

“Langkah-langkah yang dilakukan ini akan berhasil ketika partisipasi masyarakat muncul, bagaimana masyarakat tetap menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif di tengah-tengah masyarakat,” kata Rianto.

Baca Juga: Ya Ampun! Korban Keracunan Hajatan Bayi di Ngawi Bertambah, Jadi 65 Orang

Komentar