alexametrics

Audiensi Virtual Dengan IDI, Luhut Minta Masukan Untuk Kebijakan PPKM

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari
Audiensi Virtual Dengan IDI, Luhut Minta Masukan Untuk Kebijakan PPKM
Menko Marves sekaligus Koordinator PPKM Darurat Provinsi Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan. (Tangkapan layar/Youtube Sekretariat Presiden)

Luhut meminta masukan dari segi ilmu kedokteran untuk strategi yang akan diambil pemerintah ke depannya.

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melakukan audiensi secara virtual dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Senin (2/8/2021). Adapun audiensi itu dilakukan Luhut guna menampung masukan untuk pelaksanaan lanjutan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

PPKM Level 4 baik di Jawa-Bali ataupun di luar Jawa-Bali berakhir pada Senin, 2 Agustus. Luhut pun meminta masukan dari segi ilmu kedokteran untuk strategi yang akan diambil pemerintah ke depannya.

"Kami mengundang PB IDI hari ini untuk memaparkan terkait langkah dan strategi kami ke depan terkait PPKM. Kami butuh masukan serta tanggapan dari Bapak, Ibu sekalian agar langkah kami dapat sesuai dengan ilmu kedokteran dan situasi kita ke depan," kata Luhut saat membuka audiensi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PB IDI Daeng Mohammad Faqih menyampaikan apresiasinya usai mendengar pemaparan dari Luhut beserta tim terkait strategi PPKM. Ia memberikan apresiasi karena pemerintah sudah melakukan penanganan Covid-19 seperti yang diharapkan sebelumnya.

Baca Juga: Luhut Klaim Pengendalian Covid-19 Telah Dilakukan Secara Terpadu

"Seperti peningkatan 3T, percepatan vaksinasi, dan juga pelibatan seluruh organisasi dan lembaga untuk segera mengendalikan pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Kemudian, Daeng juga menyampaikan beberapa masukan seperti peningkatan penggunaan teknologi untuk membantu proses testing dan tracing yang tengah dikerahkan saat ini. Menjawab hal tersebut, Luhut mengungkapkan kalau pemerintah sudah memiliki aplikasi Silacak yang penggunaanya sedang dimaksimalkan.

Melalui aplikasi tersebut juga bisa menyesuaikan data yang dilaporkan dari daerah dengan yang terjadi di lapangan, sehingga memperkecil adanya data yang tidak sesuai.

Selain itu, Daeng juga menyampaikan kalau langkah yang dilakukan pemerintah dengan melibatkan TNI, Polri, dan seluruh lembaga atau organisasi lainnya sudah tepat. Kendati demikian, Daeng memberikan masukan kepada Luhut agar jejaring layanan kesehatan baik dari jejaring pemerintah, BUMN, dan swasta dapat dilibatkan lebih lanjut agar mempercepat proses pengendalian pandemi.

Saran Daeng tersebut diterima dengan baik oleh Luhut. Ia lantas mengajak PB IDI untuk bekerja sama untuk penanganan pandemi Covid-19 yang lebih baik lagi ke depannya.

Baca Juga: Duh! Dampak PPKM, 70 Ribu Buruh di Jateng Di-PHK Tanpa Pesangon

“Saya sangat senang dan berterimakasih atas saran dan masukan yang diberikan oleh IDI. Mari kita bekerja bersama-sama, saling bersinergi, dan bertukar informasi, sehingga apa yang kita kerjakan saat ini tidak hanya berdampak sekarang, tetapi juga untuk kedepannya,” tutur Luhut. 

Komentar