Dikira Tewas dalam Kecelakaan Pesawat India Airlines 1976, Pria Ini Akhirnya Pulang

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 09 Agustus 2021 | 13:25 WIB
Dikira Tewas dalam Kecelakaan Pesawat India Airlines 1976, Pria Ini Akhirnya Pulang
Sajjad Thungal (kiri), pulang setelah dikira tewas dalam tragedi Indian Airlines tahun 1976.[Twitter/@MoisesLopez]

Suara.com - Seorang pria yang diduga menjadi korban tewas jatuhnya pesawat India Airlines di Mumbai pada tahun 1976, pulang ke rumah setelah 45 .

Menyadur Hindustan Times Senin (9/8/2021), Sajjad Thangal pulang ke rumahnya yang terletak di distrik Kollam pada Sabtu (31/7/2021).

Pria yang saat ini berusia 70 tahun itu pulang setelah 45 tahun menghilang dan keluarga sudah menganggapnya tewas.

Kepulangan Thangal disambut gembira oleh ibunya yang berusia 91 tahun. Ia bahkan sudah membuat manisan khusus untuk menyambutnya.

Thangal dan ibunya langsung berpelukan saat bertemu. Warga desanya juga ikut menyambut dengan menghias jalanan menuju rumahnya.

Kehidupan Thangal berubah drastis pada tahun 1976 setelah jatuhnya pesawat India Airlines di Mumbai, yang merenggut 95 nyawa.

Pada saat itu, Thangal aktif di bidang seni dan budaya dan sering diundang ke negara lain. Pada 1976, ia diundang ke salah satu program di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

"Dia berencana terbang ke Abu Dhabi pada 12 Oktober 1976. Tetapi karena beberapa halangan di menit-menit terakhir dengan panitia penyelenggara, dia membatalkan rencananya dan selamat dari kecelakaan itu," kata Pastor KM Philip, pendiri Social and Evangelical Association for Love, sebuah LSM di Navi Mumbai.

Philip mengatakan setelah tragedi itu Thangal mengalami trauma karena kehilangan beberapa teman dan rekan bisnisnya.

baca juga

"Saat itu asuransi tidak populer, dan saya kehilangan banyak uang. Saya juga takut polisi akan memburu saya," ungkap Thangal.

"Hampir semua orang mengira saya tewas dalam kecelakaan itu. Saya mulai tinggal di Mumbai dan bekerja sambilan," sambungnya.

Thangal kemudian bertemu pastor Philip saat ia tinggal di Mumbai. Ia kemudian diizinkan tinggal di rumah penampungan dan menjalani perawatan.

Philip menggambarkan Thangal sebagai orang yang sangat tertutup. Ia baru menceritakan kisahnya setelah tinggal cukup lama.

"Saya tidak menghubungi keluarga karena saya merasa gagal. Saya berpikir akan membuat sesuatu dari diri saya sendiri di Mumbai dan kemudian saya akan menghubungi semua orang," ujarnya.

Setelah mendengar semua kisah Thangal, LSM tersebut mulai melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa ibunya masih hidup dan diketahui bernama Fathima Beevi.

Pada Sabtu (31/7/2021), Thangal diantar pulang ke rumah ibunya yang terletak di desa Sathamkotta, distrik Kollam di negara bagian Kerala.

Kerabat Thangal mengatakan setelah kecelakaan pesawat mereka memeriksa daftar penumpang berulang kali dan tidak menemukan namanya.

Karena tidak ada informasi lain setelah kecelakaan pesawat tersebut, mereka menduga bahwa Thangal sudah tewas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pamannya Tertembak saat Perayaan, Pengantin Wanita Ini Batalkan Pernikahan

Pamannya Tertembak saat Perayaan, Pengantin Wanita Ini Batalkan Pernikahan

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 07:51 WIB

Perjuangan Antar Vaksin ke Pedalaman India: Lintasi Hutan dan Seberangi Sungai

Perjuangan Antar Vaksin ke Pedalaman India: Lintasi Hutan dan Seberangi Sungai

Video | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 12:05 WIB

Korban Jiwa akibat Kebakaran Hutan di Turki Bertambah Menjadi 8 Orang

Korban Jiwa akibat Kebakaran Hutan di Turki Bertambah Menjadi 8 Orang

News | Senin, 02 Agustus 2021 | 12:27 WIB

Terkini

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini dan Arus Dana Asing

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini dan Arus Dana Asing

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:55 WIB

80 Saham Dikuasai Banyak Pihak, Ini Daftar Lengkapnya

80 Saham Dikuasai Banyak Pihak, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:28 WIB

×