Soroti Bisnis Narkoba di Lapas, Pengamat: Pembenahan Rutan Kurang Efektif

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 12 Agustus 2021 | 07:59 WIB
Soroti Bisnis Narkoba di Lapas, Pengamat: Pembenahan Rutan Kurang Efektif
(Shutterstock)

Suara.com - Pengamat Kebijakan Lembaga Universitas Indonesia (UI), Arthur Josias Simon Runturambi menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), yang menurutnya tidak kunjung menunujukkan perbaikan selama satu tahun terakhir dan kurang efektif.

Menurutnya, rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang masih jadi tempat paling aman berbisnis narkoba bagi para bandar yang berstatus napi.

"Hingga kini program yang digagas Ditjen PAS dalam membenahi rutan dan lapas kurang efektif," ujar Arthur, Rabu (11/8/2021).

Ia menyebut, harapan Menkumham Yasonna Laoly dalam memberantas peredaran narkoba di rutan dan lapas nyatanya hingga saat ini tidak terealisasi. Rentetan hasil ungkap kasus Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Mabes Polri hingga kini mendapati bahwa peredaran narkoba kelas kakap justru dikontrol para napi dari berbagai rutan dan lapas.

Dia mencontohkan program pemindahan napi bandar narkoba ke Lapas Nusakambangan, karena membuang anggaran dan tak didahului pembenahan sumber daya manusia (SDM) petugas.

"Bandarnya tidak bisa dihalangi. Mau pindah kemana, bandar tetap saja bandar. Di lapas tidak ada cara untuk menghambatnya, semua masuk apas sama," tambahnya.

Ia mengakui, Lapas Nusakambangan yang berklasifikasi Lapas Super Maximum Security memang memiliki keamanan ketat dan dilengkapi sejumlah peralatan pengawasan mutakhir.

Namun semua peralatan keamanan tersebut tidak berarti, bila keberadaan oknum petugas yang membantu napi menyelundupkan handphone untuk berbisnis narkoba masih ada.

Dibanding memindahkan para napi gembong narkoba ke Lapas Nusakambangan, Ditjen PAS dituntut lebih mawas diri membenahi para petugasnya, agar tidak bisa disuap gembong narkoba.

"Beredarnya barang-barang yang dilarang di dalam lapas seperti telepon genggam, kaitannya dengan aktor dan konteksnya, dan ini yang harus menjadi perhatian khusus. Kebanyakan pemindahan narapidana kasus narkoba ini hanya sebatas SOP (standar operasional prosedur) saja," ungkap Arthur.

Ia menuturkan, pembenahan SDM di tubuh Ditjen PAS jadi hal mendesak yang harus dilakukan karena jadi kunci pemberantasan narkoba di rutan dan lapas.

Menurut Arthur, carut-marutnya kinerja petugas Ditjen PAS di rutan dan lapas adalah hal wajar, bila BNN mengeluhkan upaya pemberantasan narkoba mereka menjadi sia-sia.

"Sehingga BNN panas. Di dalam lapas sendiri, tidak ada kepastian. Mana cara membedakan antara bandar dan penyalahguna. Ketika masuk ke lapas itu begitu saja. Kita masuk ke Lapas tidak tahu mana bandar mana penyalahguna," tuturnya.

Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari mengatakan, pembenahan SDM perlu dilakukan, bila Ditjen PAS serius membersihkan rutan dan lapas dari bisnis narkoba dijalankan napi.

Dia mencontohkan kasus kaburnya gembong narkoba Cai Changpan pada 2020,  yang kabur dari Lapas Klas I Tangerang karena dibantu oknum petugas dengan cara menggali lubang dari sel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Haru! Warga Binaan Rutan Banjarnegara Sungkeman melalui Video Call

Bikin Haru! Warga Binaan Rutan Banjarnegara Sungkeman melalui Video Call

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Mei 2021 | 11:46 WIB

Bangunan Rutan Medaeng Diusulkan Diperluas Hingga 2,2 Hektare

Bangunan Rutan Medaeng Diusulkan Diperluas Hingga 2,2 Hektare

Jatim | Kamis, 15 April 2021 | 21:19 WIB

Ada Kangkung Isi Sabu, Begini Cara Bandar Edarkan Narkoba ke Penjara

Ada Kangkung Isi Sabu, Begini Cara Bandar Edarkan Narkoba ke Penjara

Jabar | Kamis, 25 Maret 2021 | 18:39 WIB

Pengedar Narkoba di Cianjur Dikendalikan Dari Lapas Gunung Sindur Bogor

Pengedar Narkoba di Cianjur Dikendalikan Dari Lapas Gunung Sindur Bogor

Bogor | Senin, 22 Februari 2021 | 19:27 WIB

Bebas Penjara, Lucinta Luna Jalani Program Asimilasi di Rumah

Bebas Penjara, Lucinta Luna Jalani Program Asimilasi di Rumah

News | Senin, 15 Februari 2021 | 15:39 WIB

Napi Kasus Narkoba Terciduk Asik Nyabu Pakai Bong di Sel Tahanan

Napi Kasus Narkoba Terciduk Asik Nyabu Pakai Bong di Sel Tahanan

Bekaci | Minggu, 31 Januari 2021 | 08:45 WIB

Terkini

Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal

Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:05 WIB

Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi

Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:53 WIB

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:48 WIB

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:39 WIB

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:34 WIB

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:29 WIB

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:25 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB