Mengenal Piramida Penduduk: Cara Penyusunan, Fungsi dan Jenisnya

Rifan Aditya

Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:53 WIB
Mengenal Piramida Penduduk: Cara Penyusunan, Fungsi dan Jenisnya
Ilustrasi piramida penduduk - piramida penduduk Kabupaten Bangka Barat 2021 (bps.go.id)

Suara.com - Memiliki data kependudukan yang riil dan aktual menjadi dasar untuk banyak keputusan yang dibuat secara nasional. Data kependudukan ini bisa tersaji dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah piramida penduduk.

Kalian tahu apa itu piramida penduduk? Piramida penduduk \adalah sebuah sajian data yang berisi mengenai susunan penduduk yang dilihat dari usia di suatu masa tertentu.

Nah, pada artikel singkat kali ini, Anda bisa melihat mulai dari cara penyusunannya, fungsi secara umum, serta bentuk atau jenis piramida penduduk yang ternyata tak selamanya berbentuk piramida.

Cara Penyusunan Piramida Penduduk

Secara umum, langkah awal yang digunakan untuk menyusun piramida penduduk adalah dengan sensus penduduk selama beberapa waktu sekali. Di Indonesia sendiri, sensus diadakan setiap 5 tahun sekali untuk mendapatkan data riil penduduk di seluruh Indonesia.

Data yang didapatkan biasanya terbagi atas jenis kelamin, usia penduduk, dan berbagai data lain yang dibutuhkan. Nantinya dari data-data ini, bisa disusun satu grafik umum yang menggambarkan satu informasi tertentu dalam bentuk piramida atau sejenisnya.

Apa Fungsi Piramida Penduduk?

Fungsi piramida penduduk sendiri adalah menginformasikan komposisi penduduk di Indonesia berdasarkan satu kriteria tertentu. Bisa berdasarkan usia, jenis kelamin, rasio jenis kelamin, rasio ketergantungan, struktur penduduk, dan lain sebagainya.

Selain itu grafik ini juga dapat memberikan gambaran mengenai jumlah penduduk di masa yang akan datang dan menjadi dasar analisa program Keluarga Berencana. Pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, juga berfungsi untuk memetakan kebutuhan vaksin, bantuan sosial, dan lain sebagainya.

baca juga

Jenis Piramida Penduduk

Meski disebut piramida penduduk, namun tak selamanya grafik ini akan berbentu piramida dengan tampilan mengerucut. Ada beberapa jenis piramida penduduk sebagai berikut.

  • Piramida Kerucut : merupakan piramida yang muncul pada negara berkembang. Memiliki kecenderungan angka kelahidan lebih tinggi dari kematian, dan memerlukan lapangan kerja yang besar.
  • Piramida Nisan : biasa ditemukan di negara tua seperti Amerika Serikat dan Jepang. Penduduk mengalami penurunan jumlah, dan pertumbuhannya lambat. Angka kelahiran lebih rendah daripada angka kematian, sehingga memerlukan asupan tenaga kerja besar.
  • Piramida Tetap : piramida tetap biasanya ditemukan di negara maju seperti Jerman dan Perancis. Kondisi penduduknya secara jumlah dan rasio seimbang, dan pertumbuhannya stabil. Rasio ketergantungan secara umum adalah nol.

Itu tadi sedikit informasi terkait piramida penduduk, semoga bisa berguna untuk Anda!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertempuran Besar Surabaya Tanggal 10 November 1945 yang Kemudian Ditetapkan Sebagai Hari Pahlawan Nasional

Pertempuran Besar Surabaya Tanggal 10 November 1945 yang Kemudian Ditetapkan Sebagai Hari Pahlawan Nasional

Depok | Kamis, 10 November 2022 | 09:45 WIB

Takut Disensus, Petani di Tabanan Nekat Gantung Diri

Takut Disensus, Petani di Tabanan Nekat Gantung Diri

Bali | Rabu, 28 April 2021 | 10:28 WIB

Halo Warga Solo, Mbak Selvi Minta Ini Saat Sensus Penduduk

Halo Warga Solo, Mbak Selvi Minta Ini Saat Sensus Penduduk

Surakarta | Jum'at, 02 April 2021 | 11:28 WIB

Terkini

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

×