Bagi-bagi Sembako Jokowi Picu Kerumunan, Politikus Demokrat Minta Luhut Menegur

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 20:00 WIB
Bagi-bagi Sembako Jokowi Picu Kerumunan, Politikus Demokrat Minta Luhut Menegur
Presiden Jokowi cuma melambaikan tangan dari dalam mobil saat membagikan sembako di Terminal Grogol, Jakbar. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Aksi bagi-bagi sembako Presiden Joko Widodo di terminal Grogol, Jakarta Barat yang memicu kerumunan terus menuai kritik sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution.

Syahrial mempertanyakan maksud Jokowi membagi-bagikan secara langsung bantuan sosial atau sembako kepada masyarakat di lapangan. Menurutnya, presiden tak perlu repot-repot turun lantaran sifatnya terlalu teknis.

"Apa motivasinya presiden bagi-bagi bansos hingga menciptakan kerumunan? Jika ingin membantu meringankan rakyat, artinya beliau tidak percaya dengan kinerja anak buahnya. Itukan sangat teknis, tidak harus dilakukan langsung oleh seorang presiden," kata Syahrial saat dihubungi, Jumat (13/8/2021).

Syahrial menilai ada diskriminasi hukum jika pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Jokowi tidak ditindak. Ia mengatakan, seharusnya Menko Marves RI sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar bisa menindak perangkat penyelenggara aksi tersebut.

"Ada diskriminasi terhadap penegakan pelanggaran aturan. Mestinya, Koordinasi PPKM Pak Luhut memperingatkan dan menindak pihak-pihak yang memfasilitasi acara presiden tersebut," ujarnya.

Bahkan, kata dia, Luhut perlu menegur Jokowi usai aksi bagi-bagi sembakonya tersebut justru menimbulkan kerumunan. Namun, ia tak yakin Luhut akan melakukan hal tersebut.

"Ya kalau mau menegakkan aturan tanpa diskriminatif (menegur Jokowi), terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran. Tapi, mana berani Pak Luhut," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bicara soal kewenangan sebenarnya Satpol PP bisa saja melakukan tindakan untuk membubarkan. Menurutnya, Jokowi bisa saja melakukan gaya blusukannya dengan mengatur waktu untuk menghindari kerumunan.

"Kalo presiden ingin sekali blusukan, kenapa tidak dilakukan tengah malam saja. Seperti yang sebelum-sebelumnya dilakukan, sambil bawa kamera dokumentasi dan disebarluaskan," ucapnya.

Picu Kerumunan

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyambangi Terminal Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (10/8). Kedatangan Jokowi, untuk membagikan sembako kepada warga. Namun karena tingginya antusias warga yang tidak sabaran mengantre hingga menyebabkan terjadinya kerumunan, bahkan terjadi dorong-dorongan.

Pantauan Suara.com di lokasi Jokowi tiba sekitar pukul 16.12 WIB. Namun saat tiba, Jokowi tidak turun dari mobil yang ditumpanginya. Masyarakat pun hanya bisa melihat dari jauh sambil meneriaki memanggil-manggil namanya.

Dari dalam mobil Jokowi melambaikan tangan kepada para warga yang berkumpul. Sekitar 5 menit kemudian Jokowi langsung meninggalkan lokasi.

Saat Jokowi tiba, pembagian sembako sebenarnya berjalan kondusif. Mereka mengantre dengan menjaga jarak. Namun setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu meninggalkan lokasi, situasi tidak kondusif.

Terlihat mereka terlibat saling dorong, sampai ada beberapa warga yang terlihat terjepit di antara kerumunan massa. Alhasil protokol kesehatan jaga jarak pun terabaikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Beri Bonus Atlet Olimpiade Tokyo 2020, Non-Medali Dapat Rp 100 Juta

Presiden Jokowi Beri Bonus Atlet Olimpiade Tokyo 2020, Non-Medali Dapat Rp 100 Juta

Your Say | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 18:56 WIB

Satgas Covid-19 Luncurkan Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat

Satgas Covid-19 Luncurkan Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat

Video | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 18:40 WIB

Apriyani Rahayu akan Tabung dan Investasikan Bonus Rp5,5 Miliar dari Pemerintah

Apriyani Rahayu akan Tabung dan Investasikan Bonus Rp5,5 Miliar dari Pemerintah

Sport | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 17:39 WIB

Terkini

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:27 WIB

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:17 WIB

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:16 WIB

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:56 WIB

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB