Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

Bella

Selasa, 14 April 2026 | 17:17 WIB
Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Andi Widjajanto menyatakan bahwa weaponization of supply chain menjadi fenomena perang hibrida modern yang sangat kompleks dan berdampak luas.
  • Iran menggunakan strategi asimetris di Selat Hormuz pada 2026 untuk mengganggu jalur logistik energi meskipun ada kekuatan militer Amerika.
  • Gangguan pada jalur strategis global tersebut menimbulkan dampak ekonomi signifikan bagi berbagai negara yang jauh dari pusat konflik.

Suara.com - Konsep weaponization of supply chain atau pemanfaatan rantai pasok sebagai senjata kini menjadi fenomena baru dalam lanskap perang modern. Penasihat Senior LAB 45, Andi Widjajanto, menilai perubahan karakter perang saat ini tidak lagi sekadar konvensional, tetapi semakin kompleks dan berdampak luas, termasuk bagi negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Rhenald Kasali, Andi menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan turunan dari perang hibrida yang berkembang menjadi hybrid economic warfare. Ia mencontohkan ketegangan di Selat Hormuz sebagai bukti nyata bagaimana jalur logistik global bisa dijadikan alat tekanan geopolitik.

“Ini memang satu konsep yang muncul, terutama di kalangan kami yang mempelajari pertahanan, mempelajari perang, untuk menurunkan lebih operasional konsep yang disebut sebagai perang hibrida. Terus diturunkan lagi menjadi hybrid economic warfare. Lalu Hormuz 2026 ini ya menunjukkan terjadinya weaponization of supply chain itu,” ujarnya, dikutip Selasa (14/4/2026).

Menurut Andi, dampak gangguan rantai pasok tidak hanya dirasakan negara yang sedang berperang, tetapi juga negara lain yang secara geografis jauh dari konflik. Ia mencontohkan Australia yang terdampak kebijakan darurat akibat gangguan di Timur Tengah.

“Jadi di situ kelihatan bahwa gangguan yang ada ribuan kilometer di Hormuz itu mengganggu negara paling selatan yang ada di kisaran kita, ya menunjukkan bahwa weaponization of supply chain itu ternyata tidak hanya mengarah kepada negara-negara yang sedang berperang,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menilai karakter perang modern kini jauh lebih kompleks dibandingkan perang konvensional. Selain melibatkan serangan militer langsung, konflik juga mencakup target ekonomi, perubahan rezim, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Perangnya menjadi karakternya lebih kompleks dari sekadar perang konvensional antara pasukan dengan pasukan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti penggunaan strategi asimetris oleh Iran yang dinilai efektif dalam menghadapi kekuatan militer besar seperti Amerika Serikat. Salah satu bentuknya adalah mengganggu jalur logistik energi dan lalu lintas di Selat Hormuz.

“Yang keempat yang tadi, perang hibrid, perang hibrida, hybrid economic warfare, terutama dilakukan oleh Iran dengan melakukan weaponization of supply chain,” ungkap Andi.

baca juga

Menurutnya, dominasi kekuatan laut Amerika Serikat pun tidak cukup untuk menjamin kelancaran jalur strategis tersebut. Iran justru menggunakan pendekatan nonkonvensional seperti ranjau, rudal, hingga kapal kecil tanpa awak untuk mengganggu pergerakan armada.

“Dia (Amerika Serikat) bisa menggelar dua kapal induk ya di seputaran Selat Hormuz, tapi ternyata tidak mampu menjamin Selat Hormuz terbuka,” pungkasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa jalur sempit seperti selat atau choke point kini memiliki peran krusial dalam geopolitik global.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya

Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:17 WIB

Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz

Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:10 WIB

Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 15:43 WIB

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:30 WIB

Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?

Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:29 WIB

Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?

Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:10 WIB

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:58 WIB

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:58 WIB

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×