Vaksinasi WNA di Jakarta Pakai Sinopharm, Anies: Targetnya Hari Ini Suntik 1.000 Orang

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:17 WIB
Vaksinasi WNA di Jakarta Pakai Sinopharm, Anies: Targetnya Hari Ini Suntik 1.000 Orang
Gubernur Anies saat meninjau vaksinasi khusus WNA di Jakarta. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar vaksinasi Covid-19 bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk Warga Negara Asing (WNA) di Balai Kota, Jakarta Pusat. Merk vaksin yang dibagikan adalah Sinopharm.

Anies pun ikut memantau jalannya kegiatan ini. Ia sempat berbincang bersama sejumlah WNA yang sedang mengikuti vaksinasi.

Kepada para WNA itu, Anies bertanya soal dari mana mereka mengetahui adanya program vaksinasi di kantornya itu. Kebanyakan mereka mengaku sebagai pekerja di salah satu perusahaan di Jakarta.

"Siang ini kami Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Kadin Indonesia bersama-sama menjangkau masyarakat internasional yang berada di Jakarta, bekerja di Jakarta," ujar Anies di lokasi, Selasa (24/8/2021).

Mantan Mendikbud itu menjelaskan, vaksinasi ini merupakan bagian dari program vaksinasi gotong-royong berbayar senilai Rp700 ribu yang bekerjasama dengan Kadin DKI.

"Ini berbayar, jumlahnya, nilainya Rp 700 ribu rupiah. Berbeda dengan vaksin lain yang sinovac, AstraZeneca, moderna, dan Pfizer yang disiapkan secara gratis oleh pemerintah, yang ini berbayar Rp 700 ribu, jenis vaksinnya adalah sinopharm," jelasnya.

Menurut Anies, meski sudah ada kedutaan besar negara lain yang memfasilitasi warganya di Indonesia untuk vaksin, masih banyak WNA yang belum terakomodir. Karena itu, program ini dinilai penting untuk bisa menyalurkan vaksinasi kepada semua orang di ibu kota.

"Targetnya hari ini difasilitasi 1.000 orang yang bisa vaksin, yang sudah mendaftarkan ada 356 orang di program ini," katanya.

Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan meski berbayar, bukan berarti tiap WNA bisa membeli vaksin Covid-19 lewat program ini. Sebab sesuai aturan program vaksinasi gotong-royong, pihaknya selaku penyelenggara melakukan koordinasi dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan vaksinasi.

baca juga

Artinya, bukan tiap individu yang membeli vaksin, melainkan perusahaan yang bekerjasama.

"Jadi yang mana ini memang bentuk kontribusi dari perusahaan yang untuk meringankan biaya dari pada pemerintah. Jadi inilah yang namanya vaksin gotong royong," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Diperbolehkan ke Sekolah, DIY Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Guru Diperbolehkan ke Sekolah, DIY Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Jogja | Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:03 WIB

PPKM Jakarta Turun ke Level 3, Anies Minta Warga Tingkatkan Kedisplinan Prokes

PPKM Jakarta Turun ke Level 3, Anies Minta Warga Tingkatkan Kedisplinan Prokes

Jakarta | Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:10 WIB

Tahap Finalisasi, Anies Bakal Vaksinasi WNA Pencari Suaka

Tahap Finalisasi, Anies Bakal Vaksinasi WNA Pencari Suaka

Jakarta | Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:46 WIB

Soal Warga Bogor Masih Ada Yang Beranggapan Vaksin Covid-19 Konspirasi, Ini Kata IPB

Soal Warga Bogor Masih Ada Yang Beranggapan Vaksin Covid-19 Konspirasi, Ini Kata IPB

Bogor | Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:37 WIB

Terkini

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:02 WIB

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:56 WIB

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:43 WIB

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:32 WIB

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:29 WIB

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:12 WIB

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:53 WIB

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB

×