Lewat Drakor, Komnas HAM Kampanyekan Isu Human Right Secara Populer

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 25 Agustus 2021 | 17:47 WIB
Lewat Drakor, Komnas HAM Kampanyekan Isu Human Right Secara Populer
Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI melakukan kampanye mengenai isu HAM atau human right dengan cara yang berbeda. Salah satunya dengan menggunakan medium yang lebih populer melalui film atau drama Korea.

Hal itu disampaikan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, ketika memberikan sambutan dalam sebuah diskusi daring bertajuk "Tanggap Rasa: Belajar HAM dari Drama Korea", Rabu (25/8/2021).
Pendekatan yang lebih populer itu dilakukan agar isu tentang HAM bisa dipahami, khususnya bagi para pecinta film dan drama Korea.

“Kami ingin menghadirkan prinsip dan standar atau nilai Hak Asasi Manusia dalam kemasan yang lebih populer, lebih mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk mereka yang jadi penikmat K-POPers, ARMY, dan yang lainnya,” kata Beka.

Dikatakan Beka, Komnas HAM RI mempunyai kedekatan yang baik dengan Komnas HAM Korea Selatan atau lebih dikenal The National Human Rights Commission of Korea. Dari hubungan baik itu yang kemudian menemukan kesamaan visi misi yang sama dalam mewujudkan kota yang peka terhadap HAM.

"Lima tahun belakangan ini kami juga sering punya acara bareng di World Human Right Cities Forum, di Korea Selatan. Jadi itu kenapa kami sangat dekat dengan Korea Selatan bukan soal budaya, tapi juga visi misi bareng mewujudkan kota yang ramah dengan Hak Asasi Manusia," jelas Beka.

Kampanye mengenai isu HAM kata Beka, nantinya tidak akan terbatas pada drama Korea saja. Nantinya, Komnas HAM juga akan menyaring nilai HAM dari budaya-budaya yang ada di seluruh dunia.

“Tentu saja budaya di Indonesia juga tidak kalah universalnya, termasuk filosofi yang ada. Karena itulah kita bisa mendisuksikan bagaimana Indonesia dan bagaimana Korea dan yang lainnya dari sisi hak asasi manusia.” imbuh Beka.

Sampaikan Isu HAM

Drama Korea disebut menjadi salah satu alat yang paling efektif untuk menyampaikan isu-isu yang berkaitan dengan HAM. Di Negeri Gingseng, film atau drama menjadi satu sarana pembelajaran yang interaktif dan efektif ke publik luas.

baca juga

Sebelum diskusi, mula-mula sebuah video diputar. Video itu menampilkan seorang perempuan bernama Fani yang sedang menatap layar laptop -- dan menonton drama Korea.

Tiba-tiba, sang ibu melakukan panggilan video. Mula-mula sang ibu bertanya mengapa Fani begitu sulit dihubungi, padahal kuliah masih berlangsung secara virtual karena masih dalam situasi pandemi -- ditambah ada kebijakan PPKM.

Tanpa pikir panjang, sang Ibu menebak jika Fani sedang menonton drama Korea. Singkat cerita, Fani mengaku sedang belajar melalui drama dan film Korea.

Sang ibu lantas mengetes Fani yang baru saja berkata belajar dari drama dan film Korea. Fani pun menyebut jika dia belajar kesetaraan gender dari film berjudul "Start Up", hak anak dan hak atas keadilan dan disabilitas dalam film "Miracle In Cell No. 7", hingga kesenjangan sosial dalam film "Parasite" garapan sutradara Bong Joon Ho -- yang menyabet penghargaan Oscar tahun 2019.

"Kita tahu bahwa di Korea Selatan, film atau drama menjadi satu sarana pembelajaran yang interaktif dam efektif ke publik," kata Aktivis HAM cum pencinta drakor, Tunggal Pawestri, Selasa (25/8/2021).

Sementara itu, di Tanah Air, lanjut Tunggal, justru film semacam "Penghinatan G 30 S/PKI" yang diputar terus menerus -- khususnya saat rezim Orde Baru berkuasa. Artinya, film atau drama dalam pengertian Tunggal adalah salah satu alat yang paling efektif untuk mengubah persepsi di masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drama Korea Dianggap Efektif untuk Kampanyekan Isu HAM

Drama Korea Dianggap Efektif untuk Kampanyekan Isu HAM

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 17:30 WIB

Komnas HAM Singgung Potensi Pelanggaran HAM dalam Penahanan Ijazah untuk Kerja

Komnas HAM Singgung Potensi Pelanggaran HAM dalam Penahanan Ijazah untuk Kerja

Video | Rabu, 25 Agustus 2021 | 10:00 WIB

Sebelum Jadi Main Lead, 8 Aktor Ini Pernah Jadi Sad Boy Second Lead

Sebelum Jadi Main Lead, 8 Aktor Ini Pernah Jadi Sad Boy Second Lead

Your Say | Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:55 WIB

Soroti Penahanan Ijazah untuk Kerja, Komnas HAM Singgung Potensi Pelanggaran HAM

Soroti Penahanan Ijazah untuk Kerja, Komnas HAM Singgung Potensi Pelanggaran HAM

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:18 WIB

Terkini

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Panja Komisi IX Rampungkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Draf Akhir 23 Bab 313 Pasal

Panja Komisi IX Rampungkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Draf Akhir 23 Bab 313 Pasal

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Biar Mata Panda Nggak Bikin Makeup Abu-Abu, Catat Trik Pakai Corrector Orange Ini

Biar Mata Panda Nggak Bikin Makeup Abu-Abu, Catat Trik Pakai Corrector Orange Ini

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit

Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:58 WIB

Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru

Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:53 WIB

Pembiayaan Kendaraan Listrik Melonjak 34,67 Persen

Pembiayaan Kendaraan Listrik Melonjak 34,67 Persen

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:44 WIB

×