Insinyur AS Ditawan Taliban, Adik: Tolong Presiden Joe Biden Bebaskan Dia

Reza Gunadha, BBC

Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:37 WIB
Insinyur AS Ditawan Taliban, Adik: Tolong Presiden Joe Biden Bebaskan Dia
Mark Frerichs, insinyur AS ditawan Taliban. [BBC]

Suara.com - Sudah sepekan terakhir Charlene Cakora (57) sibuk di Washington DC, AS, agar bisa menyampaikan pesan kepada Presiden Joe Biden agar menyelamatkan kakak laki-lakinya yang ditawan Taliban.

Kakak Cakora, Mark Frerichs, diculik oleh kelompok militan itu lebih dari setahun lalu.

Ia adalah salah satu dari dua warga Amerika yang diperkirakan ditawan Taliban selama perang dengan AS di Afghanistan, dan hingga kini keberadaannya belum diketahui.

Di tengah runtuhnya pemerintahan Afghanistan, jatuhnya Kabul ke tangan Taliban dan berbagai adegan kericuhan yang terjadi kala ribuan orang melarikan diri dari negara itu disiarkan ke seluruh dunia, keluarga Frerichs mengaku semakin putus asa ia dapat dibebaskan.

Mereka juga frustrasi oleh kurangnya upaya pemerintah.

"Kita telah berperang dengan Taliban selama 20 tahun. Presiden Biden menyatakan perang berakhir pada 31 Agustus," tutur Cakora kepada BBC.

"Ketika perang berakhir, masing-masing pihak mendapatkan kembali tawanan yang ditahan kubu lain. Itu yang kami inginkan bagi Mark."

Keluarga telah "menunggu dengan sabar" sepanjang pemerintahan Trump dan Biden, tambah Cakora.

"[Kami] diberitahu bahwa upaya sedang dilakukan untuk membawa pulang kakak laki-laki saya," ujarnya.

"Yah, sayangnya mereka tidak [melakukan upaya]."

Setidaknya tujuh warga AS ditawan atau hilang selama perang di Afghanistan.

Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan tewas, satu yang lain melarikan diri, dan tiga orang berhasil diselamatkan atau dibebaskan.

Tawanan kedelapan, Bowe Bergdahl, adalah seorang tentara AS yang ditangkap setelah meninggalkan posnya pada 2009. Ia dibebaskan pada 2014.

Frerichs, yang berusia 59 tahun, sudah tinggal dan bekerja di Kabul sebagai insinyur sipil selama sepuluh tahun, ketika ia diculik tahun lalu.

Seorang "kontraktor perjalanan" yang bekerja dari proyek ke proyek, Frerichs termotivasi oleh keinginan untuk membantu orang yang membutuhkan. "Dia telah menemukan sesuatu yang cocok untuk dirinya di Afghanistan," kata Cakora menggambarkan kakaknya.

"Tiga hari sebelum ia diculik, ia mengatakan kepada saya bahwa ia baru saja menyelesaikan proyek air kota. Ia sangat bangga akan hal itu."

Veteran Angkatan Laut AS itu diundang dalam sebuah pertemuan membahas proyek yang potensial, namun ia diculik dan dibawa ke Provinsi Khost, kata seorang pejabat keamanan nasional kepada BBC.

Di Khost, ujar pejabat tersebut, Frerichs diserahkan ke Jaringan Haqqani, salah satu kelompok militan paling kuat dan ditakuti di kawasan itu.

Pemimpin jaringan itu, Sirajuddin Haqqani, adalah salah satu wakil pemimpin tertinggi Taliban.

Para pejabat yang berupaya untuk membebaskan Frerichs mengatakan bahwa "satu-satunya" hal yang disebutkan Taliban ketika para pejabat AS mendesak pembebasannya adalah mereka juga mendesak pembebasan Bashir Noorzai, seorang raja jaringan narkotika yang berafiliasi dengan Taliban, yang telah dipenjara di AS selama 16 tahun terakhir.

Noorzai, yang ditangkap pada 2005, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2009 atas tuduhan mengimpor heroin senilai lebih dari Rp50 juta, atau sekitar Rp720 miliar dari Afghanistan dan Pakistan ke AS dan sejumlah negara lain.

Ia adalah teman seperjuangan pendiri Taliban yang telah meninggal dunia, Mullah Mohammed Omar, ketika melawan pendudukan Soviet pada 1980-an dan diyakini telah memasok kelompok itu dengan dukungan finansial, senjata, amunisi dan sekitar 400 petempur.

Menanggapi pertanyaan BBC, juru bicara departemen luar negeri AS mengatakan bahwa Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan telah menekan Taliban untuk membebaskan Frerichs dan mengangkat isu ini dengan perwakilan Taliban di Qatar dan Pakistan.

"Kami sangat memprioritaskan keselamatan Marks Frerichs dan tak akan berhenti berupaya sampai ia dikembalikan dengan selamat ke keluarganya," ujar juru bicara departemen luar negeri AS tersebut.

Juru bicara di kantor perwakilan Taliban di Qatar tidak merespon permintaan tanggapan dari BBC.

Cakora mengatakan bahwa kendati keluarganya memahami pertukaran Noorzai dan Frerichs adalah "perdagangan yang sulit" dan itu berarti membuat kesepakatan dengan penculiknya, mereka meyakini itu adalah satu-satunya pilihan yang layak.

Ketika ditanya apa yang akan ia katakan kepada Gedung Putih tentang kasusnya, perempuan itu menyampaikan harapannya pada Presiden Biden.

"Tolong perlakukan kakak saya layaknya putra Anda dan segera bertindak untuk membawanya pulang," ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada pemimpin politik Taliban, Abdul Ghani Baradar.

"Kami tahu bahwa perang ini berakhir, dan Anda ingin tahanan Anda kembali seperti kami menginginkan saudara saya," katanya.

"Tolong perlakukan dia dengan baik dan bekerja sama dengan pejabat AS untuk mengatur pertukaran tahanan yang membuat Anda mendapatkan Bashir Noorzai dan mengembalikan Mark ke rumah dengan selamat kepada kami. Biarkan itu menjadi satu-satunya hal yang dapat dilihat kedua belah pihak sebagai kemenangan."

Selain Frerichs, satu warga Amerika lain yang diduga diculik di Afghanistan adalah penulis Paul Overby Jr, yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Keberadaan Overby terakhir terdengar pada Mei 2014, ketika ia menghilang di Khost saat bepergian untuk mewawancarai Sirajuddin Haqqani.

Taliban membantah terlibat atas menghilangnya Overby.

Dengan situasi di Afghanistan yang semakin berbahaya dari hari ke hari, Cakora menyatakan harapan bahwa pembebasan saudara laki-lakinya dpat memberikan hasil positif.

"Presiden Biden memiliki kekuatan untuk mewujudkannya," ujarnya.

"Kisah tentang kepergian AS dari Afghanistan mengerikan. Tidak bisakah kami mendapatkan secercah kabar baik dengan membawa kakak laki-laki saya pulang?"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Evakuasi Orang di Afganistan, Tapi Tolak Visa Eks Satpam Kedubes

Australia Evakuasi Orang di Afganistan, Tapi Tolak Visa Eks Satpam Kedubes

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:24 WIB

Ke Mana Warga Afganistan Mengungsi Setelah Taliban Berkuasa?

Ke Mana Warga Afganistan Mengungsi Setelah Taliban Berkuasa?

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:14 WIB

Surat Siswi Sekolah Afganistan: Betapa Beruntungnya Kalian di Luar Sana....

Surat Siswi Sekolah Afganistan: Betapa Beruntungnya Kalian di Luar Sana....

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:04 WIB

Bocor! AS Batal Evakuasi Pengungsi Afganistan ke Korsel dan Jepang

Bocor! AS Batal Evakuasi Pengungsi Afganistan ke Korsel dan Jepang

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:56 WIB

Gelombang Penungsi Afganistan Dikhawatirkan Picu Reaksi Populis Kanan

Gelombang Penungsi Afganistan Dikhawatirkan Picu Reaksi Populis Kanan

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:30 WIB

Poppy Land, Berapa Produksi Opium yang Dikuasai Taliban di Afganistan?

Poppy Land, Berapa Produksi Opium yang Dikuasai Taliban di Afganistan?

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:06 WIB

Ratu Soraya, Pemimpin Afganistan yang Junjung Tinggi Hak Kaum Perempuan

Ratu Soraya, Pemimpin Afganistan yang Junjung Tinggi Hak Kaum Perempuan

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:08 WIB

Perempuan Pekerja Afghanistan Diminta Taliban untuk Diam di Rumah

Perempuan Pekerja Afghanistan Diminta Taliban untuk Diam di Rumah

Riau | Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:36 WIB

Pemerintah Taliban Mendorong Pejabat Afghanistan untuk Kembali Bekerja

Pemerintah Taliban Mendorong Pejabat Afghanistan untuk Kembali Bekerja

Your Say | Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:19 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB