alexametrics

Bergabungnya PAN Dinilai Terkait Program Ambisius Pemerintah, Amandemen Sampai Ibu Kota

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah
Bergabungnya PAN Dinilai Terkait Program Ambisius Pemerintah, Amandemen Sampai Ibu Kota
Foto Jokowi saat berbicara dengan petinggi partai politik di Istana Negara, Jakarta. (istimewa)

"Jokowi dan koalisinya membutuhkan kesolidan di Parlemen untuk memuluskan kebijakan ambisiusnya."

Suara.com - Peneliti Formappi Lucius Karus menduga bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam partai koalisi pemerintah tidak terlepas dari jumlah rencana program pemerintah.

Diketahui guna meloloskan sejumlah rencana dan program itu dibutuhkan sokongan para parpol di legislatif.

"Maka bergabungnya PAN ini saya kira sangat terkait dengan program ambisius pemerintah yang ingin segera dieksekusi. Ada agenda ibu kota baru, agenda seperti amandemen UUD pun semakin terbuka dengan kekuatan dominan koalisi yang bahkan tak mampu disaingi oleh oposisi plus DPD," kata Lucius dihubungi, Kamis (26/8/2021).

Lucius mengatakan selama ini sudah banyak isu lain yang kerap ditentang publik, namun pada akhirnya dengan mudah disepakati berkat dukungan parpol koalisi yang kian tidak tertandingi di Parlemen.

Baca Juga: Merapat ke Jokowi, 44 Kursi PAN Bikin Posisi Tawar DPR ke Pemerintah Makin Lemah

"Jokowi dan koalisinya membutuhkan kesolidan di Parlemen untuk memuluskan kebijakan ambisiusnya. Kekuatan Demokrat dan PKS sebagai oposisi mungkin akan mengganggu suasana, tetapi tak akan mampu merubah keputusan," ujar Lucius.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin mengingatkan agar pemerintah kendati kini mendominasi Parlemen dengan kekuatan partai koalisi agar tidak melakukan amandemen. Mengingat kehendak rakyat saat ini tidak menginginkan hal tersebut, terlebih menyoal penambahan masa jabatan presiden.

"Soal amandemen konstitusi, jika mereka lakukan kepada pasal penambahan masa jabatan presiden, itu sudah keterlaluan. Dan itu akan berhadap-hadapan dengan rakyat," kata Ujang.

"Karena rakyat tak butuh amandemen, rakyat lapar, butuh makan," ujarnya.

Baca Juga: Ogah Kegeeran Masuk Koalisi, PAN Ngaku Masih Tunggu Pernyataan Resmi Jokowi

Komentar