Sekjen PBB Kutuk Bom Bunuh Diri di Kota Kabul, Sebut Afghanistan Tidak Stabil

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 15:36 WIB
Sekjen PBB Kutuk Bom Bunuh Diri di Kota Kabul, Sebut Afghanistan Tidak Stabil
Sekjen PBB Antonio Guterres.[AFP]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengutuk bom bunuh diri di bandara Kabul dan menyebutnya serangan teroris.

"Insiden ini menggarisbawahi ketidakstabilan situasi di Afghanistan, tetapi juga memperkuat tekad kami karena kami terus memberikan bantuan untuk mendukung rakyat Afghanistan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric disadur dari Channel News Asia, Jumat(27/8/2021).

Antonio Guterres juga mengatakan bahwa tidak ada staf PBB yang menjadi korban serangan bom di bandara Kabul tersebut.

Setidaknya dua ledakan terjadi di luar bandara Kabul pada hari Kamis (26/8/2021). Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah adanya peringatan dari Amerika Serikat.

AS dan sekutunya memperingatkan adanya kemungkinan serangan oleh Negara Islam terhadap orang yang mencoba melarikan diri dari Afghanistan setelah dikuasai Taliban.

Para korban akibat ledakan tersebut terpakasa harus diangkut menggunakan gerobak dorong. Selain orang dewasa seorang anak laki-laki juga dilaporkan menjadi korban luka.

"Mayat, daging, dan orang-orang dibuang ke kanal di dekatnya," kata Milad, yang berada di lokasi ledakan pertama, kepada AFP.

"Ketika orang-orang mendengar ledakan itu, terjadi kepanikan. Taliban kemudian mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan di pintu gerbang," kata seorang saksi mata.

Dua bom meledak saat matahari mulai terbenam, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai banyak orang, menurut Rumah Sakit Darurat di Kabul.

baca juga

Pentagon mengatakan satu ledakan terjadi di Gerbang Biara bandara Kabul, dan setidaknya satu ledakan lagi menghantam Hotel Baron di dekatnya.

Tak lama setelah itu, seorang fotografer AFP melihat beberapa mayat tiba di rumah sakit Kabul, dan lebih dari selusin orang terluka.

Akram Lubega, yang bekerja di sebuah perusahaan katering, mengatakan dia mendengar ledakan itu dan tidak tahu apa yang terjadi.

"Tentu saja kami semua takut. Semua orang tegang dan tentara mengambil posisi di sekitar bandara." kata warga negara Uganda berusia 26 tahun tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenderal AS Ingatkan akan Banyak Serangan di Afghanistan Usai Teror ISIS di Bandara Kabul

Jenderal AS Ingatkan akan Banyak Serangan di Afghanistan Usai Teror ISIS di Bandara Kabul

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 13:37 WIB

Makin Disegani, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Pos PBB

Makin Disegani, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Pos PBB

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 13:08 WIB

Korban Selamat Bom Bunuh Diri Bandara Kabul: Saya Melihat Kiamat

Korban Selamat Bom Bunuh Diri Bandara Kabul: Saya Melihat Kiamat

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 13:43 WIB

Terkini

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:28 WIB

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:23 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

×